Apa itu Diet Ayurvedic? Manfaat, Kerugian, dan Lain-lain

Dipublish tanggal: Agu 28, 2019 Update terakhir: Okt 27, 2020 Tinjau pada Mar 20, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apa itu Diet Ayurvedic? Manfaat, Kerugian, dan Lain-lain

Diet Ayurvedic merupakan pola makan yang telah ada selama ribuan tahun lamanya. Diet tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip pengobatan Ayurvedic dan berfokus pada menyeimbangkan berbagai jenis energi dalam tubuh, yang diketahui dapat meningkatkan kesehatan.

Tidak seperti banyak diet lainnya, diet Ayurvedic memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi tentang makanan apa yang harus dimakan dan dihindari berdasarkan jenis tubuh Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Diet Ayurdevic juga populer karena tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan bagi tubuh tetapi juga bagus untuk pikiran Anda.

Berikut pada artikel ini akan mengulas semua yang perlu Anda ketahui tentang diet Ayurvedic, termasuk manfaatnya, kerugiannya, dan makanan yang harus dimakan dan dihindari.

Bagaimana cara kerja diet ayurdevic

Diet Ayurvedic merupakan jenis pola makan yang menetapkan pedoman kapan, bagaimana, dan apa yang harus Anda makan berdasarkan tipe tubuh Anda.

Berikut beberapa karakteristik utama untuk setiap jenis tubuh yang dapat membantu menentukan jenis diet yang paling cocok untuk Anda:

  • Pitta (api + air). Cerdas, pekerja keras, dan tegas. Jenis tubuh tersebut umumnya memiliki tubuh fisik sedang, temperamen, dan mungkin menderita kondisi seperti gangguan pencernaan, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi.
  • Vata (udara + ruang). Kreatif, energik, dan lincah. Orang dengan jenis tubuh tersebut biasanya kurus dengan kerangka tubuh yang ringan dan mungkin memiliki masalah pencernaan, kelelahan, atau kecemasan.
  • Kapha (tanah + air). Secara alami memiliki sifat tenang, membumi, dan setia. Orang yang memiliki jenis tubuh tersebut sering memiliki kerangka yang lebih kuat dan mungkin memiliki masalah dengan penambahan berat badan, asma, depresi, atau diabetes.

Menurut diet Ayurdevic, jenis tubuh Anda menentukan makanan apa yang harus Anda makan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.

Misalnya, dosha pitta berfokus pada makanan yang dingin, makanan yang dapat menyalurkan energi dan membatasi mengkonsumsi rempah-rempah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Sementara, jensi tubuh vata sebaiknya mengkonsumsi makanan hangat, basah, dan membumi sambil membatasi mengkonsumsi buah-buahan kering, rempah-rempah pahit, dan sayuran mentah.

Kemudian, jenis tubuh kapha harus membatasi makanan berat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan berminyak, sebaiknya mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Daging merah, pemanis buatan, dan bahan olahan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas untuk ketiga jenis tubuh tersebut. Sebagai gantinya, diet Ayurvedic mendorong mengkonsumsi makanan sehat.

Manfaat diet ayurdevic

Berikut beberapa manfaat potensial dari Diet Ayurvedic.

Menganjurkan mengkonsumsi makanan utuh

Meskipun diet Ayurvedic memiliki pola khusus untuk setiap jenis tubuh, diet Ayurdevic secara keseluruhan mendorong dan menganjurkan mengkonsumsi makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Diet Ayurdevic dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena diet tersebut kaya akan banyak nutrisi penting. Diet Ayurdevic juga meminimalkan mengkonsumsi makanan olahan, yang umumnya miskin akan serat, vitamin dan mineral penting. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diet via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 38

Dengan demikian, diet Ayurvedic dapat membantu melindungi tubuh terhadap penyakit kronis dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Dapat membantu menurunkan berat badan

Mengingat bahwa diet Ayurvedic menganjurkan untuk mengkonsumsi seluruh makanan yang kaya nutrisi, hal tersebut mungkin dapat membantu seseorang untuk proses penurunan berat badan.

Sebagai contoh, satu penelitian pada 200 orang dengan jenis tubuh pitta atau kapha menunjukkan bahwa mengikuti diet Ayurvedic selama tiga bulan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengikuti program modifikasi gaya hidup berbasis Ayurveda, yang meliputi perubahan diet dan kelas yoga dapat menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 13 pound (6 kg) selama 9 bulan.

Kerugian diet ayurvedic

Meskipun ada beberapa manfaat yang terkait dengan diet Ayurvedic, namun tidak sedikit kelemahan yang perlu dipertimbangkan dalam menjalankan diet Ayurdevic.

Berikut adalah beberapa kelemahan potensial dari diet Ayurvedic.

Bisa membingungkan

Salah satu masalah utama dari diet Ayurvedic adalah bahwa diet tersebut dapat membingungkan dan sulit untuk diikuti. Tidak hanya ada daftar makanan khusus untuk setiap jenis tubuh tetapi juga banyak aturan tambahan untuk diikuti.

Misalnya, rekomendasi mengenai makanan apa yang harus Anda makan dan hindari dapat berubah sepanjang tahun berdasarkan musim. 

Ada juga saran untuk kapan, seberapa sering, dan berapa banyak yang harus Anda makan, yang bisa menjadi tantangan terutama bagi mereka yang baru memulai diet.

Terasa terlalu membatasi

Pada diet Ayurvedic, ada daftar makanan yang disarankan untuk dimakan atau dihindari tergantung pada jenis tubuh Anda. Hal tersebut bisa berarti memotong seluruh makanan sehat atau seluruh kelompok makanan yang dianggap tidak bagus untuk jenis tubuh tertentu. 

Bahan-bahan lain seperti daging merah atau makanan olahan juga ditinggalkan, yang mungkin mengharuskan Anda untuk membuat perubahan signifikan pada diet Anda saat ini. 

Diet Ayurdevic bisa terasa terlalu membatasi dan kurang fleksibel daripada diet makan lainnya dan mungkin membuat seseorang sulit untuk tetap konsisten pada diet jangka panjang.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app