Anisocoria - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Sep 30, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Okt 8, 2019 Waktu baca: 2 menit

Apakah Anisocoria itu?

Anisocoria adalah suatu kondisi di mana salah satu pupil mata memiliki ukuran yang berbeda dengan pupil mata sebelahnya. Pupil mata adalah bagian mata yang berwarna hitam dengan bentuk lingkaran tepat di tengah mata. Pada umumnya, pupil mata memiliki ukuran yang sama dan berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata.

Anisocoria terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Anisocoria fisiologis, perbedaan ukuran pupil yang mata yang terjadi secara alami dan merupakan jenis Anisocoria yang paling umum. Anisocoria fisiologis dapat berlangsung secara sementara maupun permanen
  • Anisocoria mekanis, perbedaan pupil mata ini terjadi akibat kerusakan fisik pada mata yang mungkin disebabkan oleh cedera atau kondisi yang dapat menyebabkan peradangan pada mata
  • Anisocoria patologi, kondisi pupil mata yang berbeda ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal, seperti penyakit yang mempengaruhi iris mata atau penyakit yang dapat mempengaruhi jalur informasi ke area pupil mata

Mengenai Anisocoria 

Penyebab Anisocoria 

Anisocoria dapat terjadi karena beberapa hal, baik faktor keturunan (genetik) maupun kondisi yang dapat menyebabkan gejala berkembang ketika sudah dewasa. Kondisi ini dapat terjadi secara sementara maupun permanen, seperti yang terjadi pada David Bowie. 

Beberapa penyebab Anisocoria, meliputi:

  • Trauma pada mata secara langsung
  • Gegar otak
  • Perdarahan di bagian tengkorak
  • Peradangan saraf optik
  • Tumor otak
  • Aneurisma
  • Meningitis
  • Kejang

Gejala Anisocoria 

Penyebab Anisocoria pada setiap orang mungkin berbeda, begitupun dengan gejala Anisocoria yang dialami. Beberapa tanda atau gejala Anisocoria, antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Visi atau penglihatan ganda
  • Kehilangan penglihatan
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Mual
  • Kaku pada leher

Pengobatan Anisocoria 

Sebelum menentukan cara pengobatan yang tepat, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis Anisocoria. Pemeriksaan awal dengan menanyakan semua gejala yang Anda alami, terutama pada bagian mata, lalu dilanjutkan dengan tes pemeriksaan meliputi uji mata (tes penglihatan), tes darah secara lengkap (CBC), CT Scan, MRI, hingga X-Ray.

Setelah pemeriksaan dilakukan dan diketahui penyebab Anisocoria terjadi, beberapa cara pengobatan mungkin diperlukan untuk membantu mengatasi gejala Anisocoria terutama ketika terjadi perubahan secara mendadak dan ekstrim pada mata. Walaupun begitu, ada beberapa kondisi Anisocoria yang dapat hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan tertentu.

Jika Anisocoria disebabkan oleh infeksi dan masih tergolong ringan, maka Anda cukup mengonsumsi obat antibiotik atau obat antivirus. Tetapi jika Anisocoria terjadi akibat pertumbuhan yang tidak normal karena adanya tumor otak, mungkin tindakan operasi atau pembedahan dapat menjadi cara yang tepat, termasuk terapi radiasi dan kemoterapi untuk mengobati tumor otak serta mencegah pertumbuhan tumor yang dapat menjadi penyebab Anisocoria.

Pencegahan Anisocoria

Dalam beberapa kasus, Anisocoria terjadi secara mendadak tanpa tanda yang jelas sehingga sulit untuk diprediksi dan dicegah. Namun untuk mengurangi risiko terkena Anisocoria, ada beberapa cara pencegahan, termasuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan mengetahui perubahan penglihatan yang mungkin terjadi serta menggunakan helm atau pelindung kepala ketika melakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk mencegah cedera pada kepala yang dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya Anisocoria.


20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Unequal pupils. Royal Australian College of General Practitioners (RACGP). (https://www1.racgp.org.au/ajgp/2019/january%E2%80%93february/unequal-pupils)
Fierz, F., & Gerth-Kahlert, C. (2017). Long-Term Follow-Up in Children with Anisocoria: Cocaine Test Results and Patient Outcome. Journal Of Ophthalmology, 2017, 1-6. https://doi.org/10.1155/2017/7575040. Hindawi. (https://www.hindawi.com/journals/joph/2017/7575040/)
Donny W Suh, Sarah H Suh; Anisocoria and Pupillary Size in Pediatric Population and their Correlation with Age. Invest. Ophthalmol. Vis. Sci. 2014;55(13):4115. doi: https://doi.org/. Investigative Ophthalmology & Visual Science (IOVS). (https://iovs.arvojournals.org/article.aspx?articleid=2269593)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app