Aclam: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 455.289 orang

Aclam adalah merek dagang Coamoxiclav dan merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak. Aclam mengandung kombinasi antara Amoxicillin (antibiotik golongan ß-laktam) dan asam klavulanat (penghambat enzim ß-laktamase). Kombinasi keduanya disebut dengan nama coamoxiclav.

Kombinasi ini bertujuan untuk meningkatkan spektrum aksinya terhadap bakteri-bakteri yang memproduksi ß-laktamase yang resisten terhadap antibiotik amoxicillin. Coamoxiclav adalah bakteriolitik yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Mengenai Aclam

Golongan

Resep dokter

Kemasan

Aclam dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • Box 15's caplet
  • Botol 60 ml syrup
  • Botol 60 ml syrup forte

Kandungan

Setiap kemasan Aclam berisi kandungan zat aktif sebagai berikut :

  • (Amoxicillin 500 mg + asam klavulanat 125 mg)/kaplet
  • (125 mg Amoxicillin + asam klavulanat 31.25 mg)/5 ml syrup
  • (250 mg Amoxicillin + 62.5 mg asam klavulanat)/5 ml syrup forte

Manfaat Aclam

Kegunaan Aclam adalah sebagai berikut :

  • Untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh kuman yang peka terhadap amoxicillin seperti otitis media akut, faringitis yang disebabkan streptococcus, pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella, Lyme disesase, dan infeksi klamidia.
  • Aclam juga digunakan untuk mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada orang-orang berisiko tinggi saat perawatan gigi, untuk mencegah infeksi oleh Streptococcus pneumoniae dan infeksi bakteri lainnya.
  • Antibiotik ini sangat umum digunakan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak.

Efek samping Aclam

Berikut adalah beberapa efek samping Aclam yang mungkin terjadi :

  • Efek samping antibiotik ini yang paling umum adalah mual, muntah, ruam, dan antibiotik kolitis.
  • Efek samping berupa diare juga kadang-kadang dapat terjadi.
  • Efek samping yang jarang terjadi misalnya perubahan mental, sakit kepala ringan, insomnia, kebingungan, kecemasan, kepekaan terhadap cahaya dan suara, dan berpikir tidak jelas.
  • Perawatan medis harus segera diberikan jika tanda-tanda pertama dari efek samping muncul karena jika seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap antibiotik ini dapat mengalami shock anafilaktik yang bisa berakibat fatal.

Dosis Aclam

Aclam diberikan dengan dosis berikut :

  • Dewasa dan anak usia > 12 tahun : 3 x sehari 500 mg (1 caplet).
  • Anak usia  7-12 tahun : 3 x sehari 2 sendok ukur syrup atau 1 sendok ukur syrup forte.
  • Anak usia 2-7 tahun : 3 x sehari 1 sendok ukur syrup atau 1/2 sendok ukur syrup forte.

Interaksi Aclam

Aclam berinteraksi dengan obat-obat seperti : Antikoagulan (misalnya, warfarin, dabigatran), Allopurinol (salah satu obat penyakit asam urat), antibiotik tertentu, obat kanker (methotrexate), obat urikosurik, dan vaksin tifoid.

Perhatian

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan antibiotik ini :

  • Hati-hati memberikan Aclam pada penderita yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang rusak terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu panjang.
  • Hentikan pemakaian Aclam jika terjadi super infeksi yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan (umumnya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida).
  • Penggunaan antibiotik bukan untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus.
  • Jangan menghentikan pengobatan sebelum dosis dan durasi yang disarankan habis untuk menghindari terjadinya resistensi.
  • Jangan menggunakan Aclam untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif/alergi pada amoxicillin dan antibiotik golongan penicillin lain dan asam klavulanat.

Penggunaan Aclam oleh wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Coamoxiclav dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia. Mengingat belum adanya studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil, penggunaan antibiotik ini selama kehamilan harus di bawah pengawasan dokter.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit