Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kesehatan Fisik

Waspadai 7 Penyakit Akibat Banjir

Update terakhir: NOV 12, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.368.631 orang

Waspadai 7 Penyakit Akibat Banjir

Akibat curah hujan tinggi, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Bengkulu, Jakarta dan sekitarnya mulai terendam banjir. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan bahaya penyakit yang timbul akibat banjir.

Banjir sendiri kerap kali terjadi dan merupakan bencana yang sering timbul ketika musim hujan tiba. Penyakit yang disebabkan oleh banjir biasanya ditularkan melalui air yang kotor karena mengandung banyak bakteri, virus, limbah, dan parasit yang dapat menimbulkan penyakit, terutama ketika masuk melalui mulut, mata, maupun luka pada kulit.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Akibat banjir dan daya tahan tubuh menurun, penyakit jadi lebih mudah menyerang, terutama bagi anak-anak dan orang tua, sehingga diperlukan pencegahan sesegera mungkin.

Berikut ini adalah 7 penyakit yang disebabkan oleh banjir

1. Penyakit kulit

Infeksi dan alergi akibat air banjir, terutamanya adalah bakteri jenis E. Coli dapat menyebabkan timbulnya penyakit kulit terutama karena kurang terjaganya kebersihan. Penyakit kulit yang sering terjadi umumnya gatal-gatal, infeksi jamur, dermatitis alergi, folikulitis (peradangan pada folikel rambut), serta kutu air.

2. Gangguan pencernaan (Diare)

Diare dan gangguan pencernaan merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi akibat banjir. Hal ini dapat terjadi karena sanitasi yang buruk dan konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi air banjir.

Selain itu, masyarakat umumnya menempati tempat pengungsian di mana fasilitas dan sarana air bersih sangat terbatas sehingga menyebabkan penyakit diare atau gangguan pencernaan lainnya mudah menular dengan cepat.

Pada penderita diare akan mengalami gejala seperti demam, darah pada tinja, perut kembung, kram perut, frekuensi buang air besar semakin sering, serta terjadinya dehidrasi dan penurunan berat badan.

3. Demam berdarah & malaria

Penyakit yang timbul akibat banjir juga seringkali berasal dari nyamuk, seperti penyakit demam berdarah maupun malaria. Hal ini terjadi karena menumpuknya benda-benda bekas genangan air untuk beberapa waktu sehingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk-nyamuk sumber penyakit tersebut. Dengan semakin meningkatkanya jumlah nyamuk yang merupakan sumber penyakit, maka risiko penularan penyakit juga semakin meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala demam berdarah seperti demam tinggi, mual, muntah, ruam kulit, serta nyeri otot dan tulang. Sementara itu, gejala malaria dapat berupa demam, menggigil, serta kelelahan. Jika tidak diobati, malaria dapat mengganggu pasokan darah ke organ vital.

4. Infeksi saluran pernapasan (ISPA)

Infeksi saluran pernapasan (ISPA) merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru, yang menimbulkan tanda-tanda seperti batuk dan demam, sesak napas, serta nyeri dada. Infeksi saluran pernapasan (ISPA) disebabkan oleh bakteri atau virus yang dapat menular melalui air ludah, darah, bersin, maupun udara. 

Anda dapat mengatasi terjadinya infeksi saluran pernapasan (ISPA) dengan tidak meludah sembarangan, menutup mulut saat batuk atau bersin, banyak istirahat, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

5. Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira yang ditularkan melalui hewan, di antaranya oleh tikus, anjing, sapi, melalui kotoran dan air kencingnya yang bercampur dengan air banjir tersebut. Hal ini cukup membahayakan terutama bagi mereka yang memiliki luka pada kulit yang masih terbuka karena pada saat terendam air akan tercampur dengan kotoran atau kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira tersebut.

Gejala leptospirosis biasanya berupa flu ringan, seperti menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Selain itu, muntah, ruam pada kulit, mata merah, hingga kulit menjadi kuning pun dapat muncul.

Jika gejala tersebut dibiarkan dapat berbahaya bagi penderitanya karena infeksi leptospirosis dapat menyebabkan pendarahan pada tubuh dan kegagalan pada beberapa organ seperti otak, ginjal, paru-paru, dan hati. Bahkan leptospirosis dapat bertambah parah dan menyebabkan timbulnya penyakit lanjutan, yakni penyakit Weil (gagal ginjal, kerusakan hati, gangguan pernapasan, meningitis, gagal jantung) hingga kematian.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

6. Tipes (Tifoid)

Tipes (Tifoid) dengan tifus merupakan penyakit yang berbeda. Pada artikel ini akan membahas penyakit tipes (tifoid) yang merupakan penyakit akibat infeksi usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella yang menular melalui air dan makanan yang tercemar air banjir. Tipes (Tifoid) biasanya ditandai dengan sakit kepala, mual, demam terus menrus, kehilangan nafsu makan, maupun diare.

Baca juga: Perbedaan Tipes (Tifoid) dengan Tifus

7. Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang ternyata tidak hanya ditularkan karena penggunaan obat dan alkohol tetapi dapat timbul dan ditularkan melalui infeksi virus berupa makanan atau air yang terkontaminasi akibat banjir.

Jenis hepatitis yang sering terjadi akibat banjir adalah hepatitis A dan E yang terjadi akibat tinja yang terinfeksi dan ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Hepatitis jenis ini umumnya berlangsung dalam waktu singkat dan akan sembuh dengan sendirinya, tetapi Anda perlu melakukan istirahat total, mengonsumsi banyak cairan dan nutrisi yang cukup, serta menghindari alkohol untuk menangani hepatitis.

Pencegahan penyakit akibat banjir

Karena banjir dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit, maka menjaga kesehatan terlebih setelah banjir dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
  • Mengonsumsi air minum yang steril dengan cara merebusnya terlebih dahulu
  • Mencuci semua bahan makanan dengan air bersih, hindari makanan yang mungkin saja telah terkontaminasi air banjir
  • Mencuci semua pakaian, peralatan makanan, dan perabotan rumah yang terkena banjir
  • Hindari gigitan nyamuk saat musim hujan, dapat juga menggunakan obat anti nyamuk
  • Membersihkan semua tempat yang memungkinkan nyamuk berkembang biak
  • Jika memiliki luka terbuka dan terkena air banjir, segera bersihkan luka dan oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit