7 Cara Mengatasi Kebiasaan Mendengkur

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
7 Cara Mengatasi Kebiasaan Mendengkur

Anda mungkin satu di antara 45 persen orang dewasa yang hampir setiap malam mendengkur. Hal ini mungkin sering jadi bahan lelucon di dalam keluarga Anda. Tapi, Anda harus tahu bahwa mendengkur adalah urusan yang serius. "Punya pasangan yang selalu mendengkur, bisa merusak pernikahan. Ada orang yang sampai harus tidur terpisah karena tidak tahan suara dengkur pasangannya," kata Daniel P. Slaughter, MD, seorang ahli otolaryngologist dan pakar ilmu kesehatan tidur di Capital THT di Austin, Texas.

Tidak hanya mengeluarkan suara yang mengganggu, 75 persen  orang yang mendengkur memiliki gangguan tidur yang disebut sleep apnea obstruktif. Gangguan tidur ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kata Slaughter. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

"Hati-hati jika Anda ingin menggunakan obat atau alat bantu napas yang banyak dijual bebas tanpa rekomendasi dokter. Banyak alat dan obat di luar sana yang dipasarkan tanpa adanya studi ilmiah yang mendukung klaim mereka,"  jelas  Sudhansu Chokroverty, MD, FRCP, FACP, direktur program Klinik fisiologi saaraf dan pengobatan tidur di  JFK Medical Center di Edison, New Jersey. 

Cara Mencegah Kebiasaan Mendengkur Secara Alami

Sebaliknya, cobalah solusi alami dan perubahan gaya hidup di bawah ini, yang mungkin membantu Anda berhenti mendengkur.

1. Ubah posisi tidur Anda

Berbaring telentang membuat pangkal lidah dan bagian langit-langit yang lunak ke dinding belakang tenggorokan, menyebabkan suara bergetar saat tidur. Tidur menyamping dapat membantu mencegah hal ini.

"Sebuah bantal panjang dapat membantu Anda mempertahankan posisi ini dan  membuat perbedaan yang dramatis," kata Slaughter. Menyelipkan sebuah bola tenis di balik baju di bagian punggung juga dapat mencegah Anda tidur terlentang. Jika perubahan posisi tetap tidak menghilangkan dengkur Anda, sangat mungkin sleep apnea penyebabnya. Mintalah bantuan dokter untuk mencarikan solusinya. 

2. Pangkas berat badan

Penurunan berat badan dapat membantu beberapa orang dengan sleep apnea, tetapi tidak semua orang. "Ada orang kurus yang mendengkur juga," kata Slaughter.
Jika Anda mendengkur setelah mengalami kenaikan berat badan dan tidak sebelumnya, penurunan bobot tubuh bisa membantu. "Jika ukuran lingkar leher Anda bertambah karena kelebihan lemak, hal itu dapat menekan  tenggorokan sehingga memicu dengkuran. 

3. Hindari alkohol

Alkohol dan obat penenang bisa mencegah otot-otot di bagian belakang tenggorokan Anda untuk beristirat. Hasilnya, Anda pun jadi mendengkur. "Minum alkohol 4-5 jam sebelum tidur akan membuat dengkuran semakin memburuk," kata Chokroverty. "Orang-orang yang biasanya tidak mendengkur akan mendengkur setelah minum alkohol."

Iklan dari HonestDocs
Meso Slimming Treatment di Reface Clinic

Meso Slimming merupakan teknik non-bedah kosmetik dimana mikroskopis kecil dari obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit. Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit.

Meso slimming treatment di reface clinic

4. Praktikkan kebiasaan tidur yang baik

Kebiasaan tidur yang buruk  dapat memiliki efek yang sama dengan minum alkohol, Slaughter kata. Misalnya, jam kerja yang panjang yang membuat Anda tidak cukup tidur. "Ketika ada waktu untuk tidur, Anda tidur seperti orang mati dan otot-otot menjadi lebih lemah. Hal ini bisa menciptakan dengkur," ujar Slaughter.

5. Buka hidung Anda

Jika dengkuran dimulai dari hidung Anda, menjaga saluran hidung terbuka akan dapat membantu mencegah Anda tidur mendengkur. "Bayangkan sebuah selang dengan air yang mengalir melaluinya. Semakin sempit selang, semakin sulit air melewati selang itu dan semakin terasa deras semburannya."

Hidung Anda bekerja dengan cara yang sama dengan selang. Jika hidung Anda tersumbat atau menyempit karena flu atau sebab lainnya, udara yang bergerak melalui hidung akan menciptakan suara seperti mendengkur.
Sebuah mandi air panas sebelum Anda pergi tidur dapat membantu saluran hidung terbuka, Slaughter kata.

6. Ganti bantal tidur Anda

Alergi juga bisa menjadi penyebab Anda mendengkur. Kapan terakhir Anda membersihkan kamar tidur atau membersihkan kipas angin di kamar? Jika Anda mulai mendengkur ketika kondisi kamar sedang kotor, artinya Anda harus mulai mengambil lap dan kain pel. Juga mengganti bantal dengan bantal yang baru atau yang lebih bersih.

7. Cukup cairan

Ketika dehidrasi, cairan di dalam mulut dan hidung Anda akan menjadi lebih kental dan lengket. Cairan yang mengental ini bisa menghalangi jalan napas dan menyebabkan Anda mendengkur. Demikian menurut Institute of Medicine. 

Secara umum, tidur cukup setiap hari, tidur dengan posisi menyamping, menghindari alkohol, serta mandi air panas sebelum tidur, dapat membantu mengurangi kebiasaan Anda mendengkur. Jika tidak, Anda harus menemui dokter untuk memeriksakan diri apakan Anda menderita sleep apnea obstruktif atau tidak, dan mencari solusinya.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app