6 Cara Mudah Sembuhkan Luka Pada Vagina

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 20, 2019 Waktu baca: 2 menit
6 Cara Mudah Sembuhkan Luka Pada Vagina

Luka sobek pada vagina sering kali dirasakan oleh wanita yang mana hal ini disebabkan karena beberapa hal, salah satunya karena kesalahan dalam melakukan hubungan seks. 

Luka lecet atau sobek pada vagina tidak hanya menimbulkan rasa sakit dan perih saja, akan tetapi juga dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada saat Anda sedang bercinta.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Apabila luka sobek pada vagina terus terjadi dan tidak dilakukan pengobatan secara benar, maka hal ini justru akan menimbulkan infeksi dan luka yang semakin parah. Untuk itu, Anda disarankan untuk menyembuhkan luka sobek atau paling tidak Anda dapat meminimalisir luka sobek yang ada di bagian vagina.

Berikut ini cara ampuh untuk meminimalisir luka sobek yang ada pada bagian vagina, diantaranya yaitu:

Saat vagina lecet, hindari hubungan seks terlebih dahulu

Melakukan hubungan seksual ketika vagina sudah mengalami lecet akan menimbulkan luka yang semakin parah. Gesekan antara vagina dan penis dapat menimbulkan luka pada vagina semakin terbuka dan semakin melebar. 

 Oleh karena itu, jangan melakukan hubungan seks saat luka sobek belum sembuh secara sempurna.

Hindari menggaruk vagina

Ketika luka sobek pada vagina akan sembuh, biasanya akan meninggalkan rasa gatal pada vagina. Untuk meminimalisir adanya luka vagina yang semakin parah, Anda tidak diperbolehkan untuk menggaruk pada bagian vagina yang gatal. 

Apabila Anda menggaruk nya, maka luka yang akan sembuh justru akan kembali seperti sedia kala lagi. Semakin garukan Anda kuat, maka akan meninggalkan rasa yang perih.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Jangan memasukan benda apa pun ke dalam vagina

Anda dilarang memasukan benda apa pun ke dalam vagina di saat vagina Anda mengalami luka sobek.  Jika Anda biasanya menggunakan menstrual cup saat menstruasi, Anda bisa berpindah menggunakan pembalut biasa untuk sementara hingga luka sobek pada vagina Anda sudah membaik.

Hindarkan penggunaan douche vagina

Menyemprotkan cairan pembersih pada bagian vagina atau douche dapat mengganggu pada keseimbangan pada bakteri alami yang memiliki fungsi sebagai pelindung selaput lendir serta menjaga pada kesehatan vagina. 

Setiap vagina memiliki cara tersendiri dalam membersihkan dirinya. Apabila vagina Anda mengalami luka sobek, ada baiknya jika Anda menghentikan kebiasaan menggunakan douche untuk sementara waktu.

Saat vagina kering, gunakan pelumas vagina

Ketika vagina Anda kering namun ingin melakukan hubungan seks, Anda bisa menggunakan bantuan pelumas vagina. Namun Anda tidak disarankan untuk melakukan pemilihan pelumas yang tidak sesuai. 

Jika Anda ingin menggunakan kondom saat melakukan hubungan badan, maka hindari penggunaan pelumas berbahan minyak. Karena kandungan minyak pada pelumas wanita dapat merusak kondom.

Lakukan pemanasan sebelum bercinta

Melakukan pemanasan dalam waktu yang lebih lama saat bercinta akan membantu vagina untuk memproduksi jumlah lendir yang jauh lebih banyak. Apabila produksi lendir dalam vagina semakin banyak, maka akan meminimalisir luka pada vagina. 

Namun jika vagina Anda memiliki lendir yang sedikit saat melakukan hubungan seks, maka dapat menimbulkan luka sobek pada vagina.

Luka yang ada di dalam tubuh terkadang dapat menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Terlebih lagi apabila luka tersebut terjadi pada bagian vagina, tentu saja hal ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman saja, akan tetapi luka sobek pada bagian vagina dapat menurunkan gairah seks antara Anda dengan pasangan.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Whipple B. (n.d.). Sex and relationships: Vaginal thinning. (http://www.healthywomen.org/content/ask-expert/1338/vaginal-thinning)
Sloin MM, et al. (2006). Nonobstetric lacerations of the vagina. (http://jaoa.org/article.aspx?articleid=2093273)
Richmond D. (2014). Perineal tearing is a national issue we must address. (https://www.rcog.org.uk/en/blog/perineal-tearing-is-a-national-issue-we-must-address/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app