4 Jenis Stroke yang Paling Mematikan

Dipublish tanggal: Mei 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
4 Jenis Stroke yang Paling Mematikan

Semua jenis stroke adalah berbahaya, namun hanya sebagian kecil yang bisa menyebabkan kecacatan permanen ataupun kematian. Dari semua jenis stroke, berikut ini 4 jenis yang perlu diwaspadai karena mempunyai efek yang paling mematikan.

4 Jenis Stroke yang Paling Mematikan

1. Bilateral Watershed Stroke

Watershed stroke diberi nama sesuai dengan bagian pada otak yang disebut dengan watershed area. Bagian ini berfungsi menerima suplai darah dari ujung cabang yang paling jauh pada dua bagian pembuluh darah yang berdekatan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Bagian ini juga berfungsi untuk bila darah dipompa dengan cukup ke daerah tersebut. Hal ini menyebabkan bagian watershed pada kedua sisi otak sangat beresiko terkena iskemia atau kekurangan aliran darah terlebih pada saat tekanan darah rendah

Banyak hal yang menyebabkan iskemia diantaranya dehidrasi ekstrem, sepsis atau infeksi yang menyebar luas, hingga serangan jantung. Stroke pada watershed area ini berpotensi menyebabkan kecacatan parah yang bisa mempegaruhi sebagian besar otot pada bagian tubuh tertentu seperti bahu dan pinggul. Orang yang menderita penyumbatan pada pembuluh leher atau stenosis carotid pada kedua sisi leher sangat rentan terkena stroke jenis ini.

2. Stroke batang otak

Batang mempunyai fungsi penting untuk tubuh. Hal ini karena setiap impuls atau sinyal yang datang ke otak harus melalui batang otak terlebih dahulu. Sehingga stroke pada batang otak menjadi lebih berbahaya daripada cedera tulang belakang.

Selain itu, batang otak juga menjari pengendali hampir seluruh fungsi penting pada tubuh seperti tekanan darah, penapasan, hingga detak jantung. Batang otak ini bisa dibilang sebagai pusat kesadran otak yang membuat kita tetap sadar dengan hal-hal di sekitar. Tergantung oleh tingkat keparahan stroke batang otak, seseorang bisa menderita lumpuh, hemiplegia, hingga tidak sadar secara permanen.

3. Stroke hemoragik

Stroke hemoragik biasanya disebabkan karena pendarahan pada otak. Ada banyak penyebab mengapa otak mengalami pendarahan di antaranya adalah:

  • tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • malformasi arterovenosa
  • aneurisma pecah
  • gangguan perdarahan
  • thrombosis sinus durah
  • cedera atau trauma pada kepala
  • tumor otak

Stroke hemoragik yang parah bisa sangat berbahaya karena darah pada otak bisa memicu komplikasi lain seperti hydrocephalus, kejang pembuluh darah dan peningkatan tekanan intrakarnial. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan herniasi otak, kerusakan pada otak hingga kematian. Oleh karena itu, perdarahan sekecil apapun pada otak memerlukan penanganan cepat dan evaluasi darurat oleh ahli bedah syaraf.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

4. Stroke trombotik besar

Stroke trombotik besar biasanya disebabkan oleh gumpalan darah besar yang terbentuk di dalam atau berpindah ke salah satu pembuluh darah utama di otak. Gumpalan darah ini sangat berbahaya karena berpotensi untuk menghentikan aliran darah ke pembuluh yang paling besar dan paling penting di otak.

Salah satu contoh dari stroke ini adalah malignant middle cerebral artery atau MCA atau sindrom arteri serebri ganas. Pada stroke ini terjadi pembekuan darah besar memblokir MCA sehingga menyebabkan kematian di hampir seluruh bagian otak. 

Pembekuan yang terjadi kemudian menyebabkan peningkatan tekanan otak yang kemudian berpotensi menyebabkan disfungsi otak global, gangguan kesadaran, hingga herniasi atau kematian otak.

Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang yang cenderung mengalami pembekuan darah di hati, pembuluh darah otak. dan sebagainya. Hal yang perlu diwaspadai dari stroke ini adalah gejalanya yang bisa menipu. 

Pada awal stroke trombotik besar akan terlihat seperti pusing atau sakit kepala biasa namun kemudian akan menunjukkan gejala yang lebih spesifik seperti vertigo, ketidakseimbangan, kelemahan atau mati rasa secara tiba-tiba, dan sebagainya.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Types of Stroke: Ischemic, Hemorrhagic, and TIA. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/stroke/guide/types-stroke)
Types of Strokes: Causes, Symptoms, and Treatments. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/stroke-types)
Can You Die from a Stroke? Types of Stroke and their Severity. Healthline. (Accessed via: https://www.healthline.com/health/can-you-die-from-a-stroke)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app