Yakin Tubuh Anda Sudah Kuat untuk Ikut Lari Maraton?

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Yakin Tubuh Anda Sudah Kuat untuk Ikut Lari Maraton?

Banyak parah ahli percaya bila lari jarak jauh atau maraton adalah jenis lari yang ekstrem terlebih bila tidak dilakukan demi kesehatan namun demi gengsi hanya untuk sampai di garis finish. Hal ini karena ketika Anda melakukan lari jarak jauh, Anda akan menempuh 30.000 jarak dan tubuh menerima beban 1,5 hingga 3 kali dari berat normal tubuh.

Hal inilah yang membuat lari jarak jauh adalah olahraga yang tidak bisa dianngap sepele. Anda harus punya stamina tubuh yang prima untuk bisa ikut lari maraton. Oleh karena itu bila hanya bermodalkan sepatu tanpa stamina tubuh yang prima, potensi cedera menjadi lebih tinggi. Lalu, apakah Anda sudah benar-benar kuat untuk mengikuti lari jarak jauh?

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Tidak semua orang kuat untuk lari jarak jauh

Kondisi fiksi pertama yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti larak jauh adalah kapasitas jantung dan paru-paru yang optimal dalam mengambil dan menghembuskan oksigen. Selain untuk pernapasan, hal ini juga bisa berpengaruh pada percepatan penyerapan asam laktat ke dalam aliran darah agar bisa dibuang dari dalam tubuh.

Akumulasi asam laktat sebenarnya adalah sisa pembakaran metabolisme oksigen untuk penyediaan oksigen tubuh. Oleh karena itu semakin besar kadar asam laktat dalam darah ini maka semakin besar energi yang dihasilkan dari metabolisme tubuh untuk berlari.

Namun sayangnya hal sebaliknya justru sering terjadi terutama bagi pelari pemula. Terkadang energi yang disediakan tubuh tidak sebanding dengan seberapa cepat dan baik metabolisme tubuh. 

Misalnya ketika berlari secara terus menerus semalam lima menit dalam 1,6 kilometer, tubuh membutuhkan suplai enegri 15 kali lipat dari waktu normal. Suplai energi ini harus tersedia untuk lebih dari dua jam atau waktu rata-rata penyelesaian lari jarak jauh. 

Namun bila Anda membutuhkan waktu hingga 4 jam untuk mencapai garis finish berarti Anda membutuhkan peningkatan metabolisme hingga 10 kali dari waktu normal.

Tubuh harus berada dalam kondisi yang prima agar bisa melakukan metabolisme dengan benar. Namun bila tidak, penumpukan asam laktat tanpa diimbangi dengan metabolisme yang tepat bisa menyebabkan asidosis. Ini adalah kondisi dimana cairan tubuh menjadi terlalu asam karena produksi dan penyimpanan asam laktat yang terlalu banyak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh menjadi linglung, kesulitan bernapas, bingung, kelelahan, jantung berdebar, dan sakit kapala. Bila tidak ditangani dengan tepat, asidosis bisa menyebabkan masalah kesehayan gangguan ginjal hingga gangguan kesehatan tulang.

Tidak semua orang punya ‘gen spesial’ untuk lari jarak jauh

Selain dari faktor fisik yang kuat, ternyata untuk mampu menyelesaikan lari maraton ditentukan oleh genetik dalam tubuh. Ada beberapa orang yang mempunyai gen otot khusus yang membuatnya mampu berlari jarak jauh dan tidak mengalami cedera.

Bisakah ikut lari maraton bila tidak termasuk dalam dua kategori di atas

Meskipun Anda membutuhkan fisik yang kuat atau gen spesial agar bisa kuat berlari maraton, namun bila Anda tidak mempunyai keduanya, Anda tetap bisa mengikuti olahraga yang satu ini. 

Caranya adalah dengan melakukan latihan rutin sehingga tubuh bisa beradaptasi dengan aktivitas yang keras. Anda bisa mulai dengan latihan yang paling ringan kemudian tingkatkan intesitasnya menjadi lebih tinggi. 

Selain itu, Anda juga perlu berlatih cara pernapasan yang benar sehingga tidak mudah lelah ketika berlari. Bila perlu lakukanlah tes kekuatan kaki untuk mengetahui bila kaki Anda kuat berlari dalam jarak yang jauh. 

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Running a marathon: how to survive the historic endurance race. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/295537.php)
Beginner's Marathon Training Schedule, Tips for Full or Half Marathons. WebMD. (https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/marathon-training-tips-for-beginners)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app