Ventricular Tachycardia: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 23, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.284.103 orang

Apakah Anda tahu bahwa jantung Anda berdetak 40 juta kali setiap tahun? Sistem konduksi jantung membantu mengatur denyut jantung. Biasanya, jantung berdenyut antara 60 - 100 kali per menit. 

Tetapi jika Anda mengalami Ventricular Tachycardia (Takikardia Ventrikel), jantung Anda berdetak lebih cepat dengan kisaran antara 120 hingga 300 kali per menit. Hal ini bisa sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis khusus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Jantung terdiri dari 4 ruangan, 2 ruangan atas yang dikenal dengan istilah atrium dan 2 ruangan bawah yang dikenal dengan istilah ventrikel. Pada takikardia ventrikel, ruang ventrikel tidak bekerja dengan baik, sehingga darah tidak terisi sepenuhnya. Jika hal ini terjadi, jantung tidak bisa memompa darah ke otak dan seluruh tubuh. Itu sebabnya beberapa orang dengan kondisi ini akan pingsan tanpa peringatan.

Takikardia ventrikel bahkan dapat menyebabkan kematian akibat jantung yang berhenti secara mendadak. Beberapa orang mengalami jantung yang berdebar-debar, nyeri dada, sesak napas atau berkeringat yang tidak normal. Untuk memahami lebih jelas mengenai penyakit ini, mari simak lebih lanjut.

Apa itu ventricular tachycardia?

Dilihat dari namanya Ventrikel berarti ruang jantung dan takikardia yang artinya berdetak dengan cepat, merupakan kondisi irama jantung yang cepat dan dimulai di bagian bawah jantung (ventrikel). Jika tidak ditangani, beberapa bentuk takikardia ventrikel dapat memburuk dan mengarah ke fibrilasi ventrikel, yang dapat mengancam jiwa.

Fibrilasi ventrikel merupakan kondisi dimana denyut jantung berdetak sangat cepat dan tidak teratur sehingga jantung bisa berhenti memompa darah. Fibrilasi ventrikel adalah penyebab utama kematian akibat jantung yang berhenti mendadak.

Apa yang menyebabkan ventricular tachycardia?

Kadang-kadang tidak diketahui apa yang menyebabkan ventrikular takikardia, terutama saat hal ini terjadi pada orang muda. Namun dalam banyak kasus ,takikardia ventrikel disebabkan oleh penyakit jantung, seperti riwayat serangan jantung sebelumnya, cacat jantung kongenital, kardiomiopati hipertrofik atau pelebaran abnormal jantung, atau miokarditis. Kadang-kadang ventrikular takikardia terjadi setelah operasi jantung. Penyakit jantung turunan, seperti sindrom QT yang panjang atau sindrom Brugada adalah penyebab tak terduga dari takikardia ventrikel.

Beberapa obat  termasuk obat antiaritmia, yang digunakan untuk mengobati jenis irama jantung abnormal lainnya dapat menyebabkan takikardia ventrikel. Penyebab yang kurang umum termasuk ketidakseimbangan elektrolit darah, seperti kadar potasium darah yang rendah, tingkat dan ketidakseimbangan elektrolit lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Dekongestan nonprescription, obat herbal (terutama yang mengandung ma huang atau ephedra), pil diet, dan pil "pep" sering mengandung stimulan yang dapat memicu episode ventrikel takikardia . Obat-obatan terlarang (seperti stimulan, seperti kokain) juga dapat menyebabkan takikardia ventrikel. Penting untuk menyadari zat apa yang memengaruhi Anda dan bagaimana cara menghindarinya.

Siapa saja yang berisiko terkena ventricular tachycardia?

Anda mungkin lebih berisiko mengalami ventrikular takikardia jika Anda:

  • Berusia lebih dari 65 tahun
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Pernah mengalami serangan jantung sebelumnya
  • Memiliki riwayat ventrikel takikardia pada keluarga
  • Kondisi genetik seperti Arrhythmogenic right ventricular tachycardia dan Catecholaminergic polymorphic ventricular tachycardia

Apa saja gejala ventricular tachycardia?

Pada ventrikular takikardia, jantung berdetak terlalu cepat dan ventrikel tidak dapat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh secara efektif. Takikardia ventrikel dapat mengancam jiwa. Gejala yang umumnya ditimbulkan termasuk:

  • Jantung yang berdebar-debar (palpitasi)
  • Dizziness atau lightheadedness
  • Sesak napas
  • Nyeri dada, atau angina
  • Hampir pingsan atau pingsan (syncope)
  • Denyut nadi yang lemah atau tidak ada denyut nadi

Jika berlangsung lebih dari hanya beberapa detik, hal bisa berubah menjadi fibrilasi ventrikel yang menyebabkan kematian mendadak.

Bagaimana ventricular tachycardia didiagnosis?

Elektrokardiogram adalah pelacakan aktivitas listrik jantung Anda. Dengan melakukan pemeriksaan ini, Anda dapat mengetahui jika terdapat gangguan denyut pada jantung Anda. Pemeriksaan EKG biasanya disertai dengan riwayat penyakit sebelumnya dan gejala yang ditimbulkan saat ini.

Oleh karena takikardia ventrikel terjadi dalam kurun waktu singkat dan tidak dapat selalu ditangkap oleh EKG, Anda mungkin diminta untuk menggunakan EKG portabel untuk merekam irama jantung Anda secara terus menerus, biasanya selama 24 jam. Pemeriksaan ini disebut juga dengan istilah lain termasuk elektrokardiografi ambulatori, EKG rawat jalan, pemantauan Holter, EKG 24 jam, atau pemantauan kejadian jantung.

Dokter Anda dapat merekomendasikan tes lebih lanjut, termasuk echocardiogram, untuk mengevaluasi fungsi jantung Anda, tes stres atau angiogram koroner untuk menentukan bagian jantung mana yang tidak mendapat aliran darah secara maksimal, dan / atau studi elektrofisiologi (EP). 

Sebuah penelitian menyatakan bahwa studi elettrofisiologi (EP) dapat menentukan area spesifik jaringan jantung yang menimbulkan impuls listrik abnormal dan menyebabkan ventrikel takikardia. 

Bagaimana cara pengobatan ventricular tachycardia?

Tujuan perawatan adalah untuk memperbaiki irama jantung dengan segera dan mencegah episode-episode berikutnya. Dalam keadaan darurat, pengobatan untuk ventrikular takikardia dapat meliputi:

  • Resusitasi Jantung Paru
  • Defibrilasi listrik
  • Obat antiaritmia

Pengobatan jangka panjang mungkin termasuk obat antiaritmia oral. Namun, obat-obatan ini tidak selalu diresepkan karena dapat menyebabkan efek samping yang parah. Pilihan pengobatan jangka panjang lainnya termasuk:

  • Implantable cardioverter defibrillator: Alat ini ditempatkan di dada atau perut untuk memperbaiki irama jantung yang abnormal.
  • Ablasi frekuensi radio: Dalam prosedur ini, arus listrik yang dihasilkan oleh gelombang radio menghancurkan jaringan abnormal yang menyebabkan jantung berdetak dengan tidak benar.
  • Terapi resinkronisasi jantung: Prosedur ini melibatkan implantasi alat yang membantu mengatur detak jantung.

Penderita ventrikular takikardia biasanya memiliki harapan sembuh yang baik jika pengobatan diterima dengan cepat. Ketika gangguan itu tidak diobati, orang-orang berisiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung dadakan dan kondisi serius lainnya. Perangkat yang ditanamkan dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit