Kebiasaan Sehat

Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

Dipublish tanggal: Apr 17, 2020 Update terakhir: Apr 20, 2020 Waktu baca: 4 menit
Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Penderita diabetes boleh saja ikut berpuasa. Manfaat puasa untuk penderita diabetes dapat membantu mengendalikan gula darah dan menurunkan risiko resistensi insulin.
  • Anda boleh berpuasa jika gula darah bisa dikontrol dengan baik dan tidak memiliki penyakit serius lainnya, misalnya penyakit jantung atau ginjal.
  • Suntik insulin tidak membatalkan puasa. Hal ini tetap wajib dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes tipe 1.
  • Segera batalkan puasa jika muncul tanda-tanda penurunan kadar gula darah, seperti pusing, berkeringat, hingga kebingungan.
  • Hindari terlalu banyak makanan berkarbohidrat saat buka puasa, karena ini bisa membuat gula darah Anda melonjak.
  • Selalu konsultasikan dulu ke dokter sebelum mulai berpuasa. Tanyakan mengenai dosis insulin dan pola makan yang tepat untuk diabetes.

Diabetes umumnya disebabkan oleh pola makan yang salah. Salah satunya akibat terlalu banyak makan makanan manis, sehingga kadar glukosa atau gula darah jadi melonjak. Karena itulah, penderita diabetes wajib menjaga pola makannya dengan baik supaya gula darahnya terkontrol. Namun yang jadi pertanyaan, apakah penderita diabetes boleh berpuasa? Kalau boleh, lantas bagaimana caranya agar puasa untuk penderita diabetes dapat berjalan lancar?

Apakah penderita diabetes boleh puasa?

Puasa merupakan ibadah bagi umat Islam yang tidak hanya dapat meningkatkan keimanan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, hal ini mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang mengidap penyakit tertentu, termasuk diabetes.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pada prinsipnya, penderita diabetes boleh saja ikut berpuasa. Dengan catatan, gula darah Anda harus bisa dikontrol dengan baik dan tidak memiliki penyakit serius lainnya, misalnya penyakit jantung atau ginjal.

Melansir dari WebMD, manfaat puasa untuk penderita diabetes dapat membantu mengendalikan gula darah dan menurunkan risiko resistensi insulin. Tentunya manfaat ini dapat dirasakan jika puasa dilakukan dengan benar.

Baca Juga: 12 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik & Mental

Risiko komplikasi yang mengintai ketika penderita diabetes berpuasa

Di sisi lain, puasa juga bisa mengundang bahaya bagi penderita diabetes jika tidak dibarengi dengan pengendalikan kadar gula darah. Beberapa risiko puasa untuk penderita diabetes antara lain:

1. Penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia)

Selama berpuasa, tentu tidak ada makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh selama berjam-jam. Hal ini dapat mengakibatkan kadar glukosa darah Anda menurun, jika terjadi cukup drastis disebut dengan hipoglikemia.

Hipoglikemia adalah kondisi ketika gula darah Anda di bawah 70 mg/dl atau 3,9 mmol/l. Tanda dan gejala hipoglikemia antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Berkeringat dan gemetaran
  • Detak jantung meningkat
  • Pusing
  • Kelelahan

Kondisi tersebut dapat diperparah jika Anda terus menyuntikkan insulin tanpa mengonsumsi makanan. 

2. Gula darah meningkat (hiperglikemia)

Penderita diabetes juga dapat mengalami hiperglikemia, yakni peningkatan kadar gula darah secara drastis. Kondisi ini rentan terjadi ketika berbuka puasa, terutama setelah mengonsumsi terlalu banyak makanan tinggi karbohidrat.

Seseorang dikatakan mengalami hiperglikemia jika gula darahnya di atas 200 mg/dl atau 11,1 mmol/l. Gejala dan ciri-ciri gula darah meningkat meliputi:

  • Sering haus
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Sering buang air kecil
  • Mudah lelah

3. Ketoasidosis diabetik

Puasa untuk penderita diabetes tipe 1 dapat memicu ketoasidosis diabetik. Apalagi jika Anda sering mengalami hiperglikemia sebelum bulan Ramadan.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa yang cukup, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan produk berupa keton yang membuat darah menjadi asam. Jika tidak diimbangi dengan suntik insulin, risiko ketoasidosis diabetik akan semakin meningkat.

4. Pembekuan darah (trombosis)

Dehidrasi merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi selama berpuasa. Selain membuat tubuh gampang lemas, kurangnya asupan cairan disertai cuaca panas dapat menyebabkan darah jadi mengental. Dalam kasus yang parah, hal ini berisiko memicu pembekuan darah atau trombosis.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Penyakit Saat Puasa yang Paling Sering Terjadi

Bagi penderita diabetes yang ingin berpuasa di bulan Ramadan, pastikan kebutuhan cairan Anda tercukupi setiap hari. Ini akan membantu mencegah potensi dehidrasi dan komplikasi yang ditimbulkan.

Cara mengendalikan gula darah saat puasa

Puasa memang menjadi tantangan bagi penderita diabetes. Namun, ada beberapa tips dan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan gula darah saat puasa, yaitu:

1. Konsultasi ke dokter

Sebelum mulai berpuasa, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter. Hal ini penting terutama jika Anda mengidap diabetes tipe 1, hipoglikemia, atau kondisi lainnya terkait diabetes.

Dokter akan memantau kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk kadar gula darah. Jika dirasa aman, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dibutuhkan supaya Anda dapat berpuasa dengan lancar.

2. Tetap rutin cek gula darah dan suntik insulin

Perlu diketahui bahwa suntik insulin tidak membatalkan puasa. Meskipun sedang berpuasa, penderita diabetes tipe 1 tetap wajib menyuntikkan insulin guna mengendalikan kadar gula darah.

Dosis insulin Anda mungkin akan berubah selama berpuasa. Tanyakan hal ini lebih lanjut pada dokter.

Selain itu, jangan lupa periksa gula darah Anda secara rutin meskipun sedang puasa. Waktu yang tepat untuk cek gula darah saat puasa adalah sebagai berikut: 

  • Sebelum sahur
  • Antara jam 10-11 pagi
  • Antara jam 3-4 sore
  • 3 jam sebelum buka puasa
  • 2 jam setelah buka puasa
  • Kapan pun jika Anda mengalami gejala gula darah naik atau turun

3. Perhatikan tanda-tanda penurunan kadar gula darah

Jika Anda mulai merasa pusing, berkeringat, atau kebingungan, ini bisa jadi pertanda bahwa kadar gula darah Anda mengalami penurunan. Sebaiknya segera batalkan puasa agar tidak semakin membahayakan tubuh.

Minumlah teh manis hangat untuk membantu menaikkan gula darah Anda secara perlahan. Setelah kondisi Anda lebih stabil, makanlah sedikit demi sedikit untuk mengembalikan tenaga Anda.

4. Perhatikan asupan makanan saat buka puasa

Agar gula darah tetap terkendali, berhati-hatilah saat menyantap makanan buka puasa. Hindari terlalu banyak konsumsi makanan berkarbohidrat karena ini bisa membuat gula darah Anda melonjak.

Coba awali buka puasa Anda dengan makan 3 butir kurma. Kandungan serat dalam kurma dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan memperlambat proses pencernaan, sehingga gula darah tidak akan melonjak tinggi.

Baca Selengkapnya: 5 Menu Buka puasa untuk Penderita Diabetes yang Sehat

5. Minum air putih yang cukup

Dehidrasi merupakan masalah yang umum terjadi selama puasa. Akan tetapi, risikonya jadi lebih besar jika Anda memiliki diabetes.

Maka itu, pastikan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama puasa, terutama saat sahur dan berbuka. Minum air putih yang cukup dapat membantu mengendalikan kadar gula darah saat puasa sekaligus melancarkan aliran darah dalam tubuh.

Sederhananya, penderita diabetes boleh puasa asalkan diimbangi dengan pola makan yang tepat. Konsultasikan dulu ke dokter agar Anda lebih mudah mengendalikan kadar gula darah saat puasa.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
U.S. News Health. How DIabetic Can Fast for Ramadan, Other Holidays or Even Surgery. (https://health.usnews.com/health-care/patient-advice/articles/2017-06-22/9-guidelines-for-fasting-when-you-have-diabetes). 22 Juni 2017.
International Diabetes Federation. Ramadan and Diabetes: Guide to a safe fast. (https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Diabetes/Pages/Diabetes-and-Fasting-During-Ramadan.aspx).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app