Seks dan Hubungan

Tidak Berdarah di Malam Pertama

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Tidak Berdarah di Malam Pertama

Malam pertama memang merupakan malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh pasangan yang baru saja menikah. Banyak yang memimpikan betapa indahnya malam pertama.  

Namun ada satu stigma masyarakat terutama di masyarakat Indonesia ini bahwa malam pertama harus ditandakan dengan keluarnya darah dari vagina si perempuan sesaat setelah malam pertama dilakukan.  

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Bila tidak mengeluarkan darah di malam pertama, maka menjadi pertanda bahwa si perempuan sudah tidak perawan lagi. Lalu benarkah stigma yang beredar tersebut ?  

Apakah keluar tidaknya darah dapat menentukan status keperawanan seorang perempuan ? Yuk simak lebih jauh mengenai topik ini pada artikel dibawah ini.

Tidak berdarah dengan tidak perawan

Keperawanan seorang wanita di Indonesia sendiri merupakan masalah yang tabu dan masih sering menjadi harga patok yang ditentukan oleh para pria dalam menilai ‘harga’ dari seorang wanita. 

Mungkin di kota-kota besar sekarang ini sudah banyak pria yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai keperawanan dan keluar tidaknya darah.

Namun di kampung kampung kecil umumnya perempuan yang tidak mengeluarkan darah saat malam pertama dilakukan akan di cap sebagai perempuan nakal dan tidak memiliki harga diri sampai tidak bisa menjaga keperawanannya. 

Sebenarnya keperawanan seseorang tidak bisa ditandakan dengan keluar tidaknya darah pada malam pertama. Memang benar pada umumnya wanita yang masih perawan akan mengeluarkan darah dari vaginanya setelah melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Namun tidak semua wanita memiliki kondisi yang sama. Sehingga secara medis dapat dikatakan bahwa ada juga sebagian wanita yang memang masih perawan namun tidak mengeluarkan darah dari vaginanya saat pertama kali berhubungan seksual.

Secara medis pula dapat dijelaskan beberapa faktor yang menyebabkan mengapa vagina tidak mengeluarkan darah saat seorang wanita perawan berhubungan seksual untuk pertama kalinya seperti:

  • Kondisi Vagina setiap perempuan berbeda

Saudara kembar identik saja pasti memiliki perbedaan apalagi dengan setiap perempuan, tentunya memiliki kondisi yang berbeda beda pula, begitupun dengan vagina setiap perempuan. 

Ada perempuan yang memiliki selaput dara yang tipis, ada yang memiliki selaput dara yang tebal hingga ada beberapa kasus dimana perempuan tidak memiliki selaput dara dari saat ia dilahirkan. 

Keadaan inilah yang membuat tidak semua perempuan akan mengeluarkan darah saat malam pertamanya. Bila selaput darah cukup tipis, maka vagina perempuan tersebut cenderung bisa mengeluarkan darah saat penis masuk ke dalam lubang vagina untuk pertama kali.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Kondisi perempuan yang sangat santai dan rileks di malam pertamanya

Di dalam melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya, biasanya tubuh bagian dalam vagina akan secara otomatis melakukan peregangan agar penis bisa masuk kedalam lubang vagina. 

Bila dilakukan pemanasan atau foreplay dengan baik sebelum memulai hubungan seksual dan berhasil melubrikasi vagina si wanita dengan baik dan sempurna maka bagian dalam vaginapun akan mampu meregang dengan lebih baik dan menerima masuknya penis dengan baik pula. Ini menyebabkan selaput dara memiliki kemungkinan tidak sobek sehingga darah tidak keluar saat malam pertama dilakukan.

  • Adanya kondisi yang membuat Selaput Dara sobek sebelumnya

Ya, sobeknya selaput dara pada vagina seorang wanita tidak melulu disebabkan oleh masuknya penis ke dalam lubang vagina. 

Selaput dara pun bisa sobek karena kecelakaan yang mengenai area vagina seorang wanita, kegiatan berolahragapun juga bisa menyebabkan selaput dara yang sobek sebelum melakukan malam pertama seperti kegiatan split pada olahraga balet atau meregangkan dua kaki ke arah kiri dan kanan sehingga vagina dipaksa meregang dan selaput dara di dalamnya bisa sobek. 

Selain itu olahraga seperti bersepeda pun dapat membuat selaput dara dalam vagina sobek.

  • Pemeriksaan kesehatan dan pemakaian tampon

Bila ada pemeriksaan medis pada organ kewanitaan seorang wanita, maka tidak dapat dihindarkan bila alat alat medis bisa saja dimasukan ke dalam vagina seseorang dan tanpa sengaja merobek selaput dara nya sehingga selaput dara yang sudah sobek akibat pemeriksaan medis ini tentunya tak akan sobek lagi ketika malam pertama berlangsung. 

Begitupun dengan pemakaian tampon, pemakaian tampon yang tidak hati-hati juga dapat menyobek selaput dara seorang wanita tanpa disadari karena fungsi tampon seperti pembalut bagi wanita mens.

Semoga artikel ini dapat berguna bagi Anda baik kaum pria maupun wanita dan memberikan pengetahuan lebih bahwa keperawanan seseorang tidak bisa ditentukan statusnya oleh keluar tidaknya darah saat malam pertama dilakukan. 

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mishori R, et al. (2019). The little tissue that couldn’t – dispelling myths about the hymen’s role in determining sexual history and assault. DOI: (https://dx.doi.org/10.1186%2Fs12978-019-0731-8)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app