Saw Palmetto: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Mei 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 18, 2019 Waktu baca: 3 menit

Saw Palmetto adalah suplemen yang terbuat dari pohon Serenoa yang banyak berada di daerah Amerika Utara. Penduduk asli Amerika menggunakan buah Saw Palmetto sebagai obat, nutrisi, diuretik, obat penenang, afrodisiak, serta memiliki sifat untuk mengurangi batuk.

Saw Palmetto sering digunakan untuk mengobati pembesaran prostat, meningkatkan fungsi kemih, dan meningkatkan pertumbuhan rambut. Selain itu, Saw Palmetto juga mampu meningkatkan libido dan kesuburan serta mengurangi peradangan karena dianggap memiliki efek antikanker dan antiinflamasi. 

Mengenai Saw Palmetto

Golongan

Suplemen

Kemasan

Teh, kapsul, tablet, ekstrak cairan berminyak

Kandungan

-

Manfaat Saw Palmetto

Mengatasi pembesaran prostat

Penggunaan Saw Palmetto paling sering digunakan untuk mengurangi gejala pembesaran prostat yang disebut benign prostatic hypertrophy (BPH). Jika tidak ditangani, prostat dapat membesar hingga mengganggu kemampuan dalam mengosongkan kandung kemih sehingga dapat meningkatkan frekuensi dan keinginan buang air kecil terutama pada malam hari yang seringkali mengganggu kualitas tidur.

Mengurangi kebotakan rambut

Saw Palmetto dapat membantu mencegah kerontokan rambut (alopesia androgenik) pada pria. Saw Palmetto diperkirakan mampu memblokir enzim pengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT), hormon yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Manfaat lain dari Saw Palmetto diperkirakan dapat mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari pertumbuhan sel kanker.

Efek samping Saw Palmetto

Menurut beberapa penelitian, Saw Palmetto aman dikonsumsi oleh sebagian orang, tetapi dapat menimbulkan efek samping ringan seperti diare, sakit kepala, kelelahan, penurunan libido, mual, muntah, dan vertigo. Efek samping yang cukup serius yang mungkin terjadi antara lain kerusakan hati, pankreatitis, impotensi, pendarahan pada otak, bahkan kematian.

Selain itu, beberapa wanita muda yang mengonsumsi suplemen Saw Palmetto dilaporkan mengalami hot flashes, serta ada kekhawatiran bahwa penggunaan Saw Palmetto dapat menyebabkan cacat lahir pada anak.

Dosis Saw Palmetto

Dosis penggunaan Saw Palmetto dalam bentuk suplemen atau ekstrak cairan berminyak adalah sebanyak 160-320 mg setiap hari. Sebelum menjalani operasi prostat, Anda juga dapat mengonsumsi esktrak Saw Palmetto sebanyak 320 mg setiap hari selama 2 bulan.

Interaksi Saw Palmetto

Pil KB (obat kontrasepsi) dapat berinteraksi dengan Saw Palmetto

Beberapa pil KB mengandung estrogen dan penggunaan Saw Palmetto dapat mengurangi efek estrogen pada tubuh, sehingga dapat menyebabkan penurunan efektivitas pil KB. Jika Anda menggunakan pil KB bersamaan dengan Saw Palmetto, Anda dapat menggunakan bentuk KB tambahan seperti kondom. 

Beberapa pil KB yang dapat berinteraksi dengan Saw Palmetto antara lain etinil estradiol dan levonorgestrel (Triphasil), etinil estradiol, dan norethindrone (Ortho-Novum 1 / 35, Ortho-Novum 7/7/7).

Estrogen dapat berinteraksi dengan Saw Palmetto

Saw Palmetto tampaknya menurunkan kadar estrogen dalam tubuh. Mengonsumsi Saw Palmetto bersama dengan pil estrogen dapat menurunkan efektivitas pil estrogen. Beberapa pil estrogen termasuk estrogen kuda terkonjugasi (Premarin), etinil estradiol, dan estradiol.

Obat Antikoagulan/Antiplatelet dapat berinteraksi dengan Saw Palmetto

Saw Palmetto mungkin memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi Saw Palmetto bersamaan dengan obat-obatan yang juga memperlambat pembekuan darah dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan.

Beberapa obat yang memperlambat pembekuan darah termasuk aspirin, clopidogrel (Plavix), diclofenac (Voltaren, Cataflam), ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Anaprox, Naprosyn), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, dan warfarin (Coumadin).

Perhatian

  • Saw Palmetto tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui
  • Anak-anak tidak diperbolehkan mengonsumsi Saw Palmetto
  • Penderita gangguan prostat dan kanker tidak dianjurkan mengonsumsi Saw Palmetto, tetapi Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mengonsumsi Saw Palmetto
  • Hentikan penggunaan Saw Palmetto setidaknya 2 minggu sebelum operasi atau pembedahan, karena Saw Palmetto dapat memperlambat pembekuan darah dan menyebabkan terjadinya pendarahan ekstra selama dan setelah operasi

21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Testosterone’s role in infertility treatments: The “root of both good and evil!” (2015). (http://haveababy.com/fertility-information/ivf-authority/testosterones-role-in-infertility)
Mayo Clinic Staff. (2013). Saw palmetto (Serenoa repens, Serenoa serrulata). (http://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/saw-palmetto/background/hrb-20059958)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app