Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Sifilis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mar 28, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.414.562 orang

Di zaman sekarang ini, pergaulan bebas dari kalangan remana hingga dewasa tampak semakin mengkhawatirkan. Bukan hanya meresahkan masyarakat, pergaulan bebas juga menjadi ladang penyebarangt;infeksi menular seksual (IMS). Hal ini tentu sangat membahayakan karena penyakit tersebut bisa menular dan menyebar ke orang lain dengan mudah. Nah, salah satu penyakit menular seksual yang cukup banyak terjadi adalah sifilis atau raja singa.

Apa itu sifilis?

Sifilis sering disebut juga dengan raja singa. Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem saraf. Apabila sifilis tidak segera diobati, maka dapat menimbulkan kerusakan parah pada sistem saraf, otak, serta organ-organ lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sifilis paling banyak terjadi akibat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, bayi pun juga bisa terkena sifilis yang berasal dari ibunya. Jika terdeteksi lebih awal, sifilis akan lebih mudah disembuhkan dan tidak akan menyebabkan kerusakan permanen. 

Mengenal sifilis

Penyebab

Penyebab utama sifilis adalah infeksi dari bakteri bernama Treponema pallidum. Infeksi ini paling banyak disebabkan atau menular melalui kontak seksual. Misalnya berhubungan dengan pekerja seks komersial yang sebelumnya sudah terinfeksi, kebiasaan gonta-ganti pasangan seksual, atau berhubungan seksual tidak wajar berupa seks oral, seks anal, atau jari.

Bakteri ini diduga dapat melewati celah atau luka pada kulit setelah bersentuhan dengan orang yang terkena infeksi sifilis. Pada seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah seperti penderita HIV, biasanya lebih rentan terhadap penularan. Hal ini juga bisa menjadi sumber penyebaran infeksi sifilis. 

Selain penyebab itu semua, ibu yang sedang hamil juga dapat menularkan infeksi sifilis pada janin yang dikandungnya. Itulah kenapa, penting untuk mendeteksi semua penyakit kelamin sedini mungkin untuk mencegah penularannya pada orang lain.

Gejala

Tanda dan gejala sifilis terbagi ke dalam 4 tahapan. Gejala sifilis biasanya mulai muncul sekitar 3 minggu setelah bakteri memasuki tubuh. 

Berikut ini 4 tahapan munculnya gejala sifilis pada tubuh, yaitu:

  • Sifilis primer, ditandai dengan adanya luka menyerupai gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya muncul pada alat kelamin, mulut, atau anus dan bertahan hingga 1-2 bulan.
  • Sifilis sekunder, umumnya muncul akibat infeksi yang terus tidak diobati. Tanda dan gejalanya berupa ruam merah berbentuk koin yang muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lainnya meliputi nyeri kepala, demam, penurunan nafsu makan, dan berlangsung hingga 3 bulan. 
  • Sifilis laten. Pada fase ini, gejala sifilis seakan-akan hilang dan tidak ada gejala. Fase ini bisa bertahan selama bertahun-tahun namun apabila tidak ada pengobatan yang tepat, penderita bisa mengalami tahapan siflis yang berbahaya.
  • Sifilis tersier, merupakan kelanjutan sifilis laten yang tidak mendapatkan penanganan. Gejala yang muncul di antaranya kerusakan pada otak dan jantung, daya ingat menurun, mengalami kelumpuhan, dan terjadi masalah pada keseimbangan tubuh. 

Pencegahan sifilis

Cara terbaik untuk mencegah sifilis adalah dengan melakukan hubungan seks yang aman. Maksud dari hubungan seks yang aman adalah sebagai berikut:

  • Gunakan kondom atau dental dam saat berhubungan seksual
  • Hindari menggunakan sex toys secara bergantian
  • Melakukan skrining penyakit menular seksual secara rutin
  • Hindari menggunakan jarum suntik yang sama

Pengobatan sifilis

Untuk mendiagnosis secara pasti sifilis dibutuhkan 2 jenis tes, yaitu tes treponemal dan non-treponemal. 

  • Tes treponemal, digunakan untuk menguji langsung keberadaan mikroorganisme penyebab sifilis. Tes treponemal dilakukan dengan 2 cara, yaitu analisa kimia microhemagglutinasi (MHA-TP) dan uji penyerapan antibodi fluorescent-treponemal (FTA-ABS).
  • Tes non-treponemal, juga dilakukan dengan 2 cara yaitu secara mikroskopis lapangan gelap dan tes darah. Pemeriksaan darah yang dibutuhkan bisa dengan Rapid Plasminogen Reagent (RPR) maupun Veneral Disease Research Laboratory (VDRL) 

Kedua tes tersebut bertujuan untuk menentukan apakah terdapat antibodi dalam darah. Antibodi itu sendiri adalah zat yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dari bakteri Treponema pallidum.

Pengobatan sifilis dilakukan untuk menghilangkan bakteri patogen penyebab sifilis dan mencegah penularan penyakit sifilis ke orang lain. Pemilihan pengobatan sifilis itu sendiri tergantung dari stadium penyakit sifilis. Semakin berat stadium penyakitnya, maka penanganannya juga membutuhkan jangka panjang dan intensif.

Dokter biasanya akan meresepkan jenis obat tertentu untuk mengatasi bakteri penyebab sifilis, salah satunya berupa antibiotik golongan penicillin. Antibiotik golongan ini mampu menembus plasenta sehingga dapat mencegah infeksi pada janin.

Bila sifilis sudah menyebar ke susunan saraf pusat, maka obat tersebut dapat diberikan melalui suntikan. Selain itu, obat ini juga efektif untuk mengatasi sifilis pada dan efektif untuk sifilis pada susunan saraf pusat, pemberiannya bisa melalui suntikan.

Sedangkan pada penderita sifilis yang alergi terhadap penicillin, dokter dapat diberikan antibiotik golongan lain seperti golongan tetrasiklin, sefalosporin, atau golongan makrolid. Untuk sifilis dengan kondisi lanjut, bisa juga ditambahkan kortikosteroid sebagai pencegahan.

Pasien akan dianjurkan untuk melakukan tes darah pada bulan pertama, kedua, keenam, dan keduabelas untuk memastikan telah sembuh dari sifilis dan sembuh total.


Referensi

CDC (2018). Sexually Transmited Diseases (STDs).

Goh, B. (2005). Syphilis In Adults. BMJ, 81(6), pp. 448-452.

Lab Tests (2016). Syphilis Tests.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Hasil analisis lab: VDRL negatif, TPHA Pos(1/80) Apa artinya dok?
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis
apa baik dok obat super tetra buat penyakit spilis...terima kasih
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit