Serba Serbi Sariawan Dari Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Dipublish tanggal: Apr 11, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jul 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Serba Serbi Sariawan Dari Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa Penyebab Sariawan ?

Luka pada lapisan mukosa mulut juga dikenal sebagai sariawan. Sariawan adalah luka yang menyakitkan pada mulut atau dasar gusi Anda. Sariawan seringkali menyebabkan ketidaknyamanan saat makan, minum, dan berbicara.

Wanita, remaja, dan orang-orang dengan riwayat keluarga sariawan memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita sariawan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Sariawan tidak menular dan biasanya hilang dalam satu hingga dua minggu. Namun, jika Anda menderita sariawan yang berukuran besar atau sangat menyakitkan, atau jika tidak sembuh dalam jangka waktu yang lama, Anda mungkin harus segera pergi ke dokter.

Apa yang memicu sariawan?

Tidak ada penyebab tunggal yang menyebabkan terjadinya sariawan. Namun, faktor dan pemicu yang dapat menyebabkan munculnya sariawan meliputi:

  • cedera mulut ringan akibat menyikat gigi, cedera olahraga, atau tergigit
  • pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate
  • sensitivitas makanan terhadap makanan asam seperti stroberi, jeruk, dan nanas, dan makanan pemicu lainnya seperti coklat dan kopi
  • kekurangan vitamin esensial, terutama B-12 , seng, folat , dan zat besi
  • respons alergi terhadap bakteri mulut
  • kawat gigi
  • perubahan hormon selama menstruasi
  • stres emosional atau kurang tidur
  • infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • cedera mulut ringan akibat menyikat gigi, cedera olahraga, atau tergigit
  • pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate
  • sensitivitas makanan terhadap makanan asam seperti stroberi, jeruk, dan nanas, dan makanan pemicu lainnya seperti coklat dan kopi
  • kekurangan vitamin esensial, terutama B-12 , zinc, folat , dan zat besi
  • respons alergi terhadap bakteri mulut
  • Trauma karena kawat gigi
  • perubahan hormon selama menstruasi
  • stres emosional atau kurang tidur
  • infeksi bakteri, virus, atau jamur

Menjadi Tanda Kondisi yang Lebih Serius

Sariawan juga bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan medis, seperti:

  • penyakit celiac (suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat mentoleransi gluten)
  • penyakit radang usus
  • diabetes mellitus
  • Penyakit Behcet (suatu kondisi yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh)
  • sistem kekebalan tubuh menurun yang menyebabkan tubuh Anda menyerang sel-sel di mulut yang sehat.
  • HIV / AIDS
  • penyakit celiac (suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat mentoleransi gluten)
  • penyakit radang usus
  • diabetes mellitus
  • Penyakit Behcet (suatu kondisi yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh)
  • sistem kekebalan tubuh menurun yang menyebabkan tubuh Anda menyerang sel-sel di mulut yang sehat.
  • HIV / AIDS

Jenis-jenis Sariawan

Ada tiga jenis sariawan: minor, mayor, dan herpetiform.

1. Minor

sariawan kecil adalah luka kecil berbentuk oval atau bulat yang sembuh dalam satu hingga dua minggu tanpa pembentukan jaringan parut.

2. Mayor

sariawan yang berukuran lebih besar dan lebih dalam dari sariawan minor. Sariawan mayor memiliki tepi yang tidak teratur dan bisa memakan waktu hingga enam minggu untuk sembuh. Sariawan mayor dapat menyebabkan jaringan parut jangka panjang.

Iklan dari HonestDocs
Beli SP Troches Melon via Pengiriman Obat HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Screen shot 2019 04 10 at 17.23.43

3. Herpetiform

sariawan herpetiform berbentuk seperti titik, muncul dalam jumlah yang banyak, mulai dari 10 hingga 100, dan sering menyerang orang dewasa. sariawan jenis ini memiliki tepi yang tidak teratur dan biasanya sembuh dalam satu hingga dua minggu, tanpa pembentukan jaringan parut.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus mengunjungi dokter jika mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • sariawan yang berukuran luar biasa besar
  • muncul sariawan baru sebelum yang lama sembuh
  • luka yang bertahan lebih dari tiga minggu
  • luka yang tidak menyakitkan
  • sariawan yang meluas ke bibir
  • rasa sakit yang tidak dapat dikontrol dengan obat anti nyeri
  • masalah berat saat makan dan minum
  • demam tinggi atau diare setiap kali sariawan muncul
  • sariawan yang berukuran luar biasa besar
  • muncul sariawan baru sebelum yang lama sembuh
  • luka yang bertahan lebih dari tiga minggu
  • luka yang tidak menyakitkan
  • sariawan yang meluas ke bibir
  • rasa sakit yang tidak dapat dikontrol dengan obat anti nyeri
  • masalah berat saat makan dan minum
  • demam tinggi atau diare yang tidak kunjung sembuh setiap kali sariawan muncul

Bagaimana Mendiagnosis Sariawan?

Dokter Anda akan dapat mendiagnosis sariawan melalui pemeriksaan visual. Jika Anda sering mengalami radang mulut parah, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi medis lainnya.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengobati Sariawan?

Sebagian besar sariawan tidak membutuhkan perawatan. Namun, jika Anda sering menderita sariawan atau sariawan menimbulkan rasa sakit yang parah, Anda dapat menggunakan pengobatan untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat waktu penyembuhan. Seperti:

  • menggunakan bilas air asin dan baking soda
  • membilas susu magnesium pada sariawan
  • menutupi sariawan dengan baking soda
  • menggunakan produk-produk benzocaine (obat bius topikal) yang dijual bebas seperti Orajel atau Anbesol
  • mengaplikasikan es
  • menggunakan obat kumur yang mengandung steroid untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak
  • menggunakan krim atau salep
  • menggunakan kantung teh yang sudah dibasahi pada sariawan Anda
  • mengkonsumsi suplemen seperti asam folat , vitamin B-6 , vitamin B-12 , dan seng
  • mencoba pengobatan alami seperti teh chamomile , echinacea , myrrh , dan akar licorice
  • membilas susu magnesium pada sariawan
  • menggunakan produk-produk benzocaine (obat bius topikal) yang dijual bebas seperti Orajel atau Anbesol
  • mengaplikasikan es
  • menggunakan obat kumur yang mengandung steroid untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak
  • menggunakan krim atau salep yang oralbase
  • menggunakan kantung teh yang sudah dibasahi pada sariawan Anda
  • mengkonsumsi suplemen seperti asam folat , vitamin B-6 , vitamin B-12 , dan seng
  • mencoba pengobatan alami seperti teh chamomile , echinacea , myrrh , dan akar licorice

Tips untuk Mencegah Sariawan

Anda dapat mengambil melakukan beberapa tips untuk mengurangi terjadinya sariawan. Menghindari makanan yang mengiritasi mulut bisa sangat membantu. Contohnya : buah-buahan asam seperti nanas, jeruk, atau lemon, serta kacang-kacangan, keripik, atau makanan pedas.

Sebagai gantinya, pilihlah biji-bijian dan buah-buahan dan sayuran yang tidak asam. Makanlah makanan yang sehat dan seimbang dan minumlah multivitamin setiap hari.

Cobalah untuk menghindari berbicara saat Anda mengunyah makanan untuk mencegah lapisan mulut bagian dalam tergigit. Mengurangi stres dan menjaga kebersihan mulut dengan menggunakan benang gigi setiap hari dan menyikat gigi setelah makan juga dapat membantu.

Akhirnya, cukup tidur dan istirahat. Dengan menjalani tips-tips di atas, tidak hanya mencegah sariawan, tetapi juga bisa mencegah sejumlah penyakit lain.

Beberapa orang menemukan bahwa menghindari sikat gigi yang kasar dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate juga dapat mengurangi risiko timbulnya sariawan. Dokter gigi Anda dapat memberi Anda perangkat untuk menutupi gigi yang memiliki tepi tajam untuk melindungi bagian dalam mulut.

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Thrush and breastfeeding. La Leche League GB. https://www.laleche.org.uk/thrush/.
Telles DR, et al. Oral fungal infections: Diagnosis and management. Dental Clinics of North America. 2017;61:319.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app