Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Sensitif Matahari - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 10, 2019 Tinjau pada DEC 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.221.002 orang

Fotosensitivitas adalah reaksi tubuh yang terlalu berlebihan terhadap paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dan sumber cahaya lainnya sehingga menjadi lebih sensitif. Kebanyakan orang berisiko terkena sengatan matahari selama mereka terpapar sinar matahari.

Paparan sinar UV juga dapat menyebabkan kerusakan kulit dan kanker kulit. Orang yang fotosensitivitas dapat mengalami ruam kulit atau luka bakar, bahkan hanya dengan paparan sinar matahari yang sangat minimal.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa saja jenis fotosensitivitas?

Beberapa bahan kimia dapat berkontribusi terhadap sensitivitas terhadap sinar matahari. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menyebabkan dua jenis reaksi fotosensitif: fototoksik  dan fotoalergi.

Fototoksik

Reaksi fototoksik terjadi ketika bahan kimia baru yang masuk ke dalam tubuh Anda berinteraksi dengan sinar UV dari matahari. Obat-obatan seperti doksisiklin dan tetrasiklin, misalnya, adalah penyebab paling umum yang dapat mengakibatkan jenis reaksi ini.

Fototoksik dapat mengakibatkan munculnya ruam kulit yang terlihat seperti sengatan matahari yang parah, yang biasanya berkembang dalam 24 jam  (akut) setelah terpapar sinar matahari.

Fotoalergi

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Reaksi fotoalergi dapat berkembang sebagai efek samping dari beberapa obat. Mereka juga dapat muncul dari bahan kimia yang ditemukan dalam produk kecantikan dan tabir surya.

Jenis-jenis reaksi terhadap matahari cenderung memakan waktu beberapa hari untuk menimbulkan ruam setelah paparan sinar matahari.

Apa saja gejala fotosensitivitas?

Gejala fotosensitif bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala yang paling umum adalah ruam kulit yang berlebihan atau sengatan sinar matahari. Ruam mungkin dapat menyebabkan gatal . 

Dalam beberapa kasus, sengatan sinar matahari bisa sangat parah sehingga timbul luka melepuh yang didalamnya berisi cairan. Pada kasus yang parah, luka melepuh pada kulit Anda juga dapat mengelupas .

Jumlah paparan sinar matahari yang diperlukan untuk dapat menimbulkan suatu reaksi sangat bervariasi. Bagi sebagian orang, paparan sinar matahari yang sangat sedikit dapat menyebabkan munculnya ruam atau luka bakar, sementara bagi orang lain, paparan yang lama baru bisa menimbulkan reaksi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa yang menyebabkan fotosensitivitas?

Fotosensitivitas adalah efek samping yang umum dari penggunaan obat, seperti:

  • antibiotik tertentu
  • obat kemoterapi
  • diuretic (pil air seperti furosemide dan spironolactone)

Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan sensitivitas foto, contohnya:

1. Lupus eritematosa

Lupus adalah penyakit jaringan ikat yang ditandai dengan munculnya bercak merah, benjolan, dan bintik-bintik ungu di area kulit Anda yang terkena sinar matahari.

2. Erupsi cahaya polimorf

Orang dengan kondisi ini dapat mengembangkan ruam gatal ketika mereka terkena sinar matahari. Ketika paparan sinar matahari terus berlanjut dan toleransi UV meningkat, gejala umumnya muncul lebih jarang. 

Wanita memiliki kemungkinan dua sampai tiga kali lebih besar mengalami kondisi ini dibandingkan dengan pria.

3. Prurigo aktinik

Orang dengan kondisi ini dapat mengembangkan benjolan merah setelah terpapar sinar matahari, yang dapat berubah menjadi bercak bersisik. Gangguan ini dapat terjadi sepanjang tahun, bahkan di musim dingin ketika kemungkinan terpapar sinar matahari lebih sedikit.

Bagaimana mendiagnosis fotosensitivitas?

Dokter Anda akan memerlukan tinjauan lengkap mengenai riwayat medis Anda dan obat-obatan yang Anda gunakan saat ini untuk membuat diagnosis yang tepat. 

Dokter akan memperhatikan perkembangan dan pola ruam yang berhubungan dengan paparan sinar matahari yang mengenai tubuh Anda. Dalam beberapa kasus, dokter Anda dapat merekomendasikan biopsi kulit.

Bagaimana penanganan fotosensitivitas?

Ketika reaksi kulit telah terjadi, perawatan dapat mengurangi ketidaknyamanan dan peradangan kulit. Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat menghilangkan rasa sakit dan krim kortikosteroid mungkin diresepkan untuk mengurangi peradangan.

Beberapa bahan kimia dapat menyebabkan fotosensitivitas dan harus dihindari. Zat kimia ini dapat ditemukan dalam beberapa obat dan produk, seperti beberapa obat kemoterapi. Namun, terkadang tidak mungkin untuk menghindari minum obat ini.

Bagaimana mencegah terjadinya fotosensitivitas?

Cara terbaik untuk mencegah gejala fotosensitivitas adalah membatasi jumlah waktu yang Anda habiskan di bawah sinar matahari. Orang yang terlalu sensitif terhadap cahaya harus selalu menggunakan tabir surya saat berada di luar.

Menutupi dan melindungi kulit Anda juga dapat membantu mencegah reaksi fotosensitivitas. Orang yang terlalu peka terhadap cahaya dapat mengurangi gejala dengan mengenakan topi, kacamata hitam, dan kemeja dengan lengan panjang saat berada di luar.

Kiat-kiat sederhana ini dapat membantu melindungi kulit Anda dan membantu Anda menjalani kehidupan yang sehat.

Ditinjau secara medis oleh Alana Biggers, MD pada 30 Maret 2018 - Ditulis oleh MaryAnn DePietro

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini