Cara Alami Atasi Susah Buang Air Besar

Dipublish tanggal: Agu 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 7, 2020 Waktu baca: 4 menit
Cara Alami Atasi Susah Buang Air Besar

Susah buang air besar atau sembelit adalah masalah pada saluran pencernaan di mana tinja yang dikeluarkan sangat keras dan menyebabkan sistem pencernaan mengalami kesulitan ketika akan mengeluarkannya atau bahkan tidak bisa mengeluarkannya sama sekali. Seseorang dianggap mengalami sembelit ketika hanya buang air besar 1-2 kali dalam seminggu dengan kondisi feses yang keras.

Penyebab Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Sulit BAB sebenarnya tidak boleh disepelekan karena dapat berbahaya bagi kesehatan saluran cerna. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4
  • Pola makan yang kurang sehat dan tidak seimbang seperti kurang serat
  • Gaya hidup yang tidak sehat termasuk kurang minum air putih dan tidak olahraga 
  • Suka menunda buang air besar
  • Faktor kehamilan sehingga otot usus sulit berkontraksi
  • Pengaruh obat-obatan tertentu yang dikonsumsi
  • Perubahan faktor hormon dalam tubuh
  • Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, kelainan saraf, maupun kanker usus
  • Faktor psikologis seperti cemas maupun stress

Cara Alami Atasi Susah Buang Air Besar Tanpa Obat

Daripada mengonsumsi obat pencahar yang mengandung zat kimia, Anda bisa mengatasi masalah susah buang air besar (BAB) secara alami di rumah. Berikut ini beberapa cara alami untuk mengatasi susah air besar:

1. Menambah asupan serat

Salah satu cara atasi susah buang air besar adalah dengan menambah asupan serat atau fiber. Tinja yang keras akan menjadi lebih lunak ketika Anda mengonsumsi lebih banyak makanan berserat. Serat sendiri terbagi menjadi serat larut dan serat tidak larut yang dapat membantu mengatasi sembelit. Asupan serat yang baik dan cukup bisa didapatkan dari beberapa jenis makanan berikut, seperti:

  • Buah dan sayur
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Roti gandum
  • Sereal 

Buah pepaya sendiri merupakan salah satu buah yang memiliki serat tinggi dan sangat baik untuk mengatasi sembelit atau susah buang air besar. Menambah konsumsi asupan serat pun harus dilakukan secara bertahap. Jika mengonsumsi serat dengan jumlah banyak secara mendadak, maka perut akan dipenuhi oleh gas yang menyebabkan kembung dan tidak nyaman.

2. Minum banyak air putih

Tinja yang keras juga bisa diakibatkan oleh sedikitnya jumlah air dalam usus besar sehingga tinja yang terbentuk mengalami kekurangan air dan menjadi keras. Untuk mengatasinya, minum air putih atau air mineral lebih banyak agar bisa membantu melunakkan tinja dan melancarkan buang air besar. Berikut ini aturan yang dianjurkan untuk minum air putih:

  • Minum air putih sebanyak 8 gelas per hari atau sesuai jumlah yang dianjurkan
  • Pastikan warna urine tidak pekat, artinya Anda tidak kekurangan cairan
  • Perbanyak olahraga dan aktivitas fisik minimal 15-30 menit setiap hari untuk melancarkan pencernaan
  • Atur waktu untuk buang air besar dan jadikan sebagai rutinitas harian
  • Jangan menunda buang air besar ataupun melakukannya dengan terburu-buru

Baca juga: Jumlah Kebutuhan Air Putih dalam Sehari

3. Manfaatkan garam yang mengandung mineral

Penggunaan garam inggris atau garam epsom ternyata dapat membantu memperlancar saluran cerna terutama proses buang air besar karena mengandung magnesium dan sulfat jika dicampur dengan air. Anda dapat menggunakannya sebagai campuran dalam air mandi ataupun air yang dikonsumsi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Berendam dalam air yang telah dicampur dengan garam inggris atau garam epsom dapat membantu memperlancar buang air besar. Caranya dengan mencampurkan 3-5 sendok makan garam tersebut ke dalam bak mandi atau bathtub yang sudah diisi air hangat. Berendamlah secara rileks agar air garam meresap ke dalam tubuh dan membantu meningkatkan gerakan pencernaan usus serta melunakkan tinja yang mungkin sulit dikeluarkan.

Selain dicampur ke bak mandi, Anda juga dapat mencampurkan garam inggris dengan air minum. Caranya dengan mencampurkan 6 sendok teh garam inggris untuk orang dewasa dengan 250 ml air putih. Untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun, cukup campurkan 2 sendok teh garam ke dalam minuman, lalu aduk rata.

4. Konsumsi probiotik

Dalam menjaga sistem pencernaan dibutuhkan pula bakteri baik (probiotik) yang dapat menyeimbangkan jumlah bakteri jahat yang mungkin berasal dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Bakteri baik atau probiotik sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Bifidobakterium dan Laktobasilus yang terdapat di saluran cerna khususnya usus. 

Probiotik dalam bentuk makanan dapat ditemukan pada yoghurt, kefir, atau minuman probiotik lainnya yang juga dapat mengatasi diare, iritasi usus, ataupun intoleransi laktosa. Sementara pada makanan, probiotik juga terdapat pada tempe, kimchi, maupun tapai yang sangat baik bagi saluran pencernaan.

Baca juga: Cara Menjaga Saluran Cerna dengan Probiotik

5. Konsumsi minyak zaitun (olive oil)

Tinja yang keras dapat dilunakkan dengan mengonsumsi minyak zaitun ke dalam makanan atau minuman untuk memperlancar buang air besar. Berikut caranya penggunaan minyak zaitun:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4
  • Campurkan 1 sendok makan extra virgin olive oil pada segelas susu atau air jeruk
  • Gunakan minyak zaitun (olive oil) pada campuran salad

Ibu hamil dan anak-anak dilarang mengonsumsi minyak zaitun (olive oil), sehingga sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi minyak ini.

Selain penggunaan cara-cara di atas untuk mengatasi sembelit, Anda juga perlu mengubah kebiasaan atau gaya hidup, salah satunya dengan rajin olahraga dan melakukan aktivitas fisik. Karena dengan berolahraga, maka pergerakan usus dan aliran darah akan terangsang dan mempermudah feses untuk keluar. Tetapi berikan jeda antara waktu makan dan berolahraga agar tidak menyebabkan kembung dan muntah. 

Baca juga: Lebih Baik Makan Sebelum Olahraga atau Setelah Olahraga?

Jika beberapa cara di atas masih belum berhasil mengatasi susah buang air besar dan kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa minggu, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter atau mengonsumsi obat bebas untuk sembelit, salah satunya suplemen kaya serat. Perhatikan pula dosis dan cara penggunaan.

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sikirov D. (2003). Comparison of straining during defecation in three positions: Results and implications for human health [Abstract]. (https://link.springer.com/article/10.1023%2FA%3A1024180319005?LI=true)
Mayo Clinic Staff. (2016). Nutrition and healthy eating: Nutrition basics. (http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/basics/nutrition-basics/hlv-20049477)
Mayo Clinic Staff. (2016). Constipation: Overview. (http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation/home/ovc-20252671)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app