Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Rokok yang Merugikan

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Rokok yang Merugikan

Merokok adalah kegiatan yang seringkali dilakukan oleh orang-orang dewasa, hal itu memang sesuai dengan usia yang dianjurkan oleh pemerintah. Setidaknya tidak boleh dikonsumsi oleh kalangan usia di bawah 18 tahun.

Akan tetapi fakta yang ditemukan di lapangan sangat berbeda, kalangan remaja sudah mulai terbiasa dengan benda satu ini. Dimana memberikan mindset bahwa semua orang bisa merokok tanpa batas. Meskipun para remaja tersebut mengetahui jika apa yang dilakukannya adalah tindakan yang terlarang, sehingga seringkali anda melihat para remaja merokok dengan cara sembunyi-sembunyi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Antidot via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 17

Padahal rokok tetaplah suatu benda yang dapat membahayakan kesehatan. Ditambah dengan berbagai dampak negatif terhadap kemampuan kognitif manusia, dimana memiliki pengaruh yang besar di masa depan. Lalu bagaimana tindakan yang bisa anda lakukan untuk menyelamatkan generasi muda dari merokok dini? Simak beberapa cara yang bisa anda lakukan berikut ini.

Menjadi Seorang Teladan

Anak terkenal sebagai peniru ulung dari hal yang ia kagumi, layaknya kepada idolanya sendiri. Karena pendidikan pertama yang akan diterima seorang anak adalah berasal dari dalam rumah, yakni dari orangtua. Dengan demikian hal itu pula yang akan dilakukan anak dalam meniru setiap perilaku dan kebiasaan anda sebagai orang dewasa. Dimana ketika anda adalah seorang perokok aktif, maka kemungkinan besar 80% anak akan mengikuti hal yang sama.

Maka ketika anda ingin berusaha menyelamatkan anggota keluarga sendiri dari bahaya rokok, pastikan anda sudah memberikan contoh yang baik. Sehingga anak tidak sudi untuk menyentuh atau bahkan menghisap benda bernama rokok. Dengan demikian ketika anda sudah memiliki satu atau dua orang putra, maka anda dapat mempertimbangkan kembali untuk berhenti merokok demi kebaikan keluarga anda sendiri.

Komunikasi yang Baik

Anak-anak yang sudah menginjak usia remaja paling tidak suka jika dilarang dalam melakukan berbagai hal. Apalagi jika alasan tersebut dianggap tidak rasional oleh kemampuan berpikirnya yang masih labil, sehingga ketika semakin dilarang maka anak akan semakin sulit dikendalikan. Kemudian anak juga akan mencari alasan untuk menghindar.

Hal itu juga terjadi pada remaja yang merokok. Usahakan anda tidak memarahinya melainkan ajak untuk berbicara terlebih dahulu dengan suasana yang lebih santai. Berikan kesempatan untuk berbicara dan tugas anda sebagai orang dewasa adalah menjadi pendengar yang baik.

Pastikan setelah semuanya terkendali dan menemukan titik masalahnya, maka anda bisa beritahukan tentang bahaya rokok bagi kesehatan seperti gangguan pada organ-organ tubuh. Kemudian anda bisa menemukan solusi yang tepat agar mereka bisa berhenti merokok.

Berikan Edukasi Tentang Bahaya Rokok

Ketika seorang anak kembali pada pangkuan anda dan akan berusaha berhenti dari kebiasaan merokok dini. Maka tugas anda selanjutnya memberikan pengetahuan lebih banyak soal bahaya rokok. Sehingga ia memiliki rasa berani yang cukup untuk menolak setiap ajakan teman-temannya, kemudian tahan banting saat diledek karena tidak menyukai rokok. Pastikan setiap remaja memahami apa itu rokok dan akibat yang bisa ditimbulkan karena bahayanya.

Dampingi Anak

Rasa sakau atau candu yang dimiliki perokok remaja hanya membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Dimana hal tersebut sangat cepat penularannya jika dibandingkan perokok dari kalangan dewasa. Dengan demikian anda harus mengontrol setiap kegiatan anak namun tidak obsesif.

Biarkan anak berada diantara orang-orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok. Berikan ide supaya anak kreatif memiliki berbagai aktivitas baru yang lebih positif. Berikan reward atas pencapaian yang anak lakukan baik berupa pujian atau hadiah-hadiah kecil lainnya.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Think E-Cigs Can’t Harm Teens’ Health?. U.S. Food and Drug Administration (FDA). (https://www.fda.gov/tobacco-products/public-health-education/think-e-cigs-cant-harm-teens-health)
Health effects of smoking among young people. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/tobacco/control/populations/youth_health_effects/en/)
E-Cigarettes: Talk to Youth About the Risks. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/tobacco/features/back-to-school/e-cigarettes-talk-to-youth-about-risks/index.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app