Menyusui

Seberapa Bahaya Merokok Saat Menyusui?

Dipublish tanggal: Mei 21, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Waktu baca: 3 menit
Seberapa Bahaya Merokok Saat Menyusui?

Kebiasaan merokok sudah dikenal sebagai kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Hal ini pun juga sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dan ibu menyusui, entah sebagai perokok aktif maupun perokok pasif. Karena merokok tidak hanya mempengaruhi bayi yang sedang tumbuh selama kehamilan, tetapi mungkin menimbulkan kelemahan bagi ibu yang sedang menyusui.

Merokok dapat mengurangi persediaan ASI ibu yang seharusnya bisa diberikan kepada bayi, tetapi kandungan nikotin dan racun lain yang diserap akibat rokok dapat diturunkan melalui ASI dan dikaitkan dengan peningkatan kondisi rewel, mual, dan gelisah pada bayi.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Kegiatan menyusui sendiri menawarkan banyak keuntungan bagi bayi baru lahir termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI sebagai sumber nutrisi paling penting dan sehat untuk bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Jika ibu yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui tetap merokok, maka ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan termasuk seberapa besar kandungan nikotin yang dapat ditularkan melalui ASI.

Nikotin sebagai salah satu bahan aktif dalam rokok sangatlah berbahaya dan dapat ditularkan melalui ASI ibu menyusui. Jumlah kandungan nikotin yang terdapat dalam tubuh ibu menyusui akan mengalir ke bayi melalui ASI sebanyak dua kali lipat dari jumlah nikotin yang ditransmisikan melalui plasenta selama kehamilan. Tetapi dengan menyusui, manfaat ASI masih dianggap jauh lebih penting daripada risiko paparan nikotin saat menyusui.

Baca juga: Dampak Buruk Merokok Saat Hamil Bagi Janin dalam Kandungan

Efek Merokok pada Ibu dan Bayi

Merokok tidak hanya menularkan bahan kimia berbahaya kepada bayi melalui ASI tetapi juga dapat mempengaruhi jumlah persediaan ASI baru. Hal ini mungkin akan menyebabkan produksi ASI menjadi lebih sedikit. Wanita yang merokok lebih dari 10 batang sehari akan mengalami pengurangan suplai susu dan perubahan komposisi susu ASI.

Efek pada ibu menyusui dan bayi yang terkait dengan kebiasaan merokok, antara lain:

  • Bayi pada ibu perokok cenderung mengalami perubahan pola tidur
  • Bayi yang terpapar asap rokok melalui pemberian ASI lebih rentan terhadap sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan perkembangan penyakit terkait alergi seperti asma
  • Nikotin yang ada dalam ASI dapat menyebabkan perubahan perilaku pada bayi seperti kebiasaan menangis yang berlebihan

Selain kandungan nikotin pada rokok, bahan kimia berbahaya lainnya yang telah dilaporkan ada dalam rokok, termasuk arsenik, sianida, formaldehida. Kebiasaan merokok saat ini juga tidak hanya sebatas rokok batang saja, tetapi juga termasuk penggunaan e-cigarrette (vape) yang juga diklaim masih mengandung nikotin sehingga berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Baca juga: Gangguan Paru-Paru pada Bayi Prematur

Rekomendasi untuk Ibu yang Merokok

ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi baru lahir, tetapi ASI yang paling aman seharusnya tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa berasal dari rokok batang ataupun rokok elektronik. Jika ibu menyusui menghisap rokok kurang dari 20 batang per hari, mungkin risiko dari paparan nikotin tidak terlalu signifikan, tetapi jika ibu menyusui memiliki kebiasaan merokok lebih dari 20-30 batang setiap hari, maka hal tersebut dapat meningkatkan risiko bayi mengalami mual, muntah, diare, dan mudah marah atau rewel.

Jika ibu menyusui ingin merokok, tunggu setidaknya 1-2 jam setelah selesai merokok sebelum menyusui bayi. Hal ini setidaknya akan mengurangi risiko paparan bahan kimia yang terserap melalui ASI. Tidak hanya dampak akibat ibu menyusui seorang perokok aktif yang tertular melalui ASI, tetapi paparan asap rokok sebagai perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko infeksi pneumonia pada bayi yang mengakibatkan terjadinya sindrom kematian bayi secara mendadak (SIDS/Sudden Infant Death Syndrome). Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghindari rokok selama kehamilan dan menyusui demi kesehatan buah hati.

Baca juga: Bahaya Rokok untuk Kesuburan

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
You asked: is smoking while breastfeeding safe? (2015, February 11)
Smoking while you are pregnant or breastfeeding. (2015, November 12) (http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/tobaccocancer/smoking-while-you-are-pregnant-or-breastfeeding)
Is it safe for a smoker to breastfeed her baby? What about using the nicotine patch and other smoking cessation aids? (2008, November 12) (http://www.lalecheleague.org/faq/smoking.html)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app