Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Menyusui

Seberapa Berbahayakah Merokok Saat Menyusui

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 946.300 orang

Seberapa Berbahayakah  Merokok Saat Menyusui

Seberapa Berbahayakah  Merokok Saat Menyusui?

Merokok tidak hanya mempengaruhi bayi yang sedang tumbuh selama kehamilan, tetapi mungkin memiliki kelemahan bagi ibu yang menyusui. Merokok dapat mengurangi persediaan ASI ibu. Nikotin dan racun lain dapat diturunkan melalui ASI, dan dikaitkan dengan peningkatan insiden kerewelan, mual, dan kegelisahan pada bayi.

Menyusui menawarkan banyak keuntungan bagi bayi baru, termasuk sistem kekebalan yang ditingkatkan. Organisasi seperti Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pemberian ASI sebagai sumber nutrisi paling sehat untuk bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupan mereka, dan seterusnya. Jika ibu baru terus merokok dan memilih untuk menyusui, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berapa Banyak Nikotin Yang Ditularkan Melalui ASI?
Nikotin yang salah satu bahan aktif dalam rokok sangatlah berbahaya dan dapat ditularkan melalui ASI ibu. Jumlah nikotin yang ditransfer ke ASI adalah dua kali lipat dari nikotin yang ditransmisikan melalui plasenta selama kehamilan. Tetapi manfaat menyusui masih dianggap lebih penting daripada risiko paparan nikotin saat menyusui.

Efek Merokok pada Ibu dan Bayi
Merokok tidak hanya mentransmisikan bahan kimia berbahaya ke bayi Anda melalui ASI Anda, tetapi juga dapat memengaruhi persediaan ASI baru. Hal ini mungkin menyebabkan produksi ASI menjadi lebih sedikit.

Wanita yang merokok lebih dari 10 batang sehari mengalami pengurangan suplai susu dan perubahan komposisi susu. Efek lain yang terkait dengan merokok dan persediaan susu termasuk:

  • Bayi pada ibu perokok cenderung mengalami perubahan pola tidur.
  • Bayi yang terpapar asap rokok melalui pemberian ASI lebih rentan terhadap sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan perkembangan penyakit terkait alergi seperti asma.
  • Nikotin yang ada dalam ASI dapat menyebabkan perubahan perilaku pada bayi seperti menangis lebih dari biasanya.

Bahan kimia berbahaya lainnya yang telah dilaporkan dalam rokok, termasuk:

  • arsenik
  • sianida
  • memimpin
  • formaldehida

Tidak ada informasi yang tersedia tentang bagaimana ini dapat digunakan untuk bayi yang dilahirkan. Penggunaan e-cigarrette juga telah terbukti masih mengandung nikotin, yang berarti masih berisiko bagi ibu dan bayi.

Rekomendasi untuk Ibu yang Merokok
ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi yang baru lahir. Tetapi ASI teraman tidak memiliki bahan kimia berbahaya dari rokok atau e-rokok.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Jika seorang ibu merokok kurang dari 20 batang per hari, risiko dari paparan nikotin tidak signifikan. Tetapi jika seorang ibu merokok lebih dari 20 hingga 30 batang per hari, ini meningkatkan risiko bayi untuk:

  • bersifat mudah marah
  • mual
  • muntah
  • diare

Jika Anda terus merokok, tunggu setidaknya satu jam setelah Anda selesai merokok sebelum menyusui bayi Anda. Ini akan mengurangi risiko paparan bahan kimia.

Bahkan jika seorang ibu yang menyusui dapat berhenti merokok sambil menyusui anaknya, penting baginya untuk menghindari asap rokok sedapat mungkin. Perokok pasif meningkatkan risiko bayi terhadap infeksi seperti pneumonia. Ini juga meningkatkan risiko mereka untuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit