Sarsaparilla: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mei 20, 2019 Update terakhir: Mei 31, 2021 Tinjau pada Jun 18, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Sarsaparilla umumnya dikenal sebagai salah satu bentuk obat yang digunakan untuk mengobati masalah sendi dan sejumlah penyakit kulit
  • Beberapa masalah kulit yang biasa diobati dengan obat Sarsaparilla adalah psoriasis, eksim, serta dermatitis serta memiliki sifat anti bakteri
  • Akar tanaman Sarsaparilla juga bisa membantu mengobati penyakit sifilis dan kusta serta mengurangi rasa gatal ataupun pembengkakan pada kulit
  • Sarsaparilla dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan tertentu seperti Lithium dan Digoxin (Lanoxin)
  • Klik untuk membeli obat kulit secara online dari rumah Anda melalui HDMall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD

Sarsaparilla adalah tanaman tropis dari genus Smilax. Sarsaparilla sudah dikenal dalam pengobatan di Eropa dan juga terdaftar sebagai jenis ramuan di Amerika Serikat untuk mengobati sifilis. Sarsaparilla selain digunakan dalam pengobatan juga digunakan sebagai zat penyedap dalam makanan, minuman, dan obat-obatan.

Akar tanaman Sarsaparilla dapat digunakan untuk mengobati masalah sendi seperti radang sendi (arthritis) dan menyembuhkan masalah kulit seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis.

Selain itu, akar Sarsaparilla juga dianggap dapat mengobati penyakit sifilis dan kusta karena memiliki sifat untuk membersihkan darah. Kandungan dalam Sarsaparilla juga dipercaya dapat membantu mengurangi gatal, rasa sakit dan pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, mengatasi masalah pencernaan, serta melindungi hati dari racun.

Mengenai Sarsaparilla

Golongan

Suplemen

Kemasan

-

Kandungan

Saponin, sarsaponin, flavonoid

Manfaat Sarsaparilla

Sarsaparilla dengan kandungan bahan kimia yang disebut saponin memiliki efek menguntungkan bagi tubuh manusia, di antaranya untuk membantu mengurangi nyeri sendi dan gatal pada kulit, serta membantu membunuh bakteri. Bahan kimia lainnya juga mungkin membantu mengurangi peradangan dan melindungi hati dari kerusakan. Tetapi segala manfaat Sarsaparilla harus diteliti kembali untuk memastikan keamanannya.

Mengobati psoriasis

Manfaat akar Sarsaparilla dapat digunakan untuk mengobati psoriasis dengan meningkatkan lesi kulit pada penderita psoriasis.  Kandungan sarsaponin pada Sarsaparilla juga mampu mengikat endotoksin penyebab lesi kulit dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Mengobati arthritis

Sarsaparilla merupakan antiinflamasi yang ampuh untuk mengatasi kondisi peradangan seperti rheumatoid arthritis (rematik) atau penyebab nyeri lainnya serta pembengkakan yang disebabkan oleh asam urat (gout).

Mengobati sifilis

Sarsaparilla diperkirakan mampu melawan bakteri berbahaya dan miikroorganisme lain yang telah masuk ke dalam tubuh. Walaupun fungsi kerja Sarsaparilla tidak sebaik antibiotik atau antijamur, tetapi kegunaan Sarsaparilla dapat membantu mengobati kusta dan sifilis. Setelah diteliti,  Sarsaparilla juga mengandung 18 senyawa yang memiliki efek antimikroba yang mampu melawan bakteri dan jamur.

Mencegah dan mengobati kanker

Sebuah penelitian terhadap tumor kanker payudara dan kanker hati menunjukkan bahwa Sarsaparilla mengandung sifat antikanker, tetapi hal ini harus diteliti lebih lanjut untuk mengetahui keefektifkan Sarsaparilla dalam mencegah dan mengobati kanker.

Melindungi hati (liver)

Sarsaparilla digunakan untuk melindungi hati dari kerusakan karena memiliki kandungan senyawa flavonoid serta membantu kerja fungsi hati.

Dosis Sarsaparilla

Saat ini belum ada dosis penggunaan Sarsaparilla secara tepat. Dosis penggunaan Sarsaparilla akan bergantung pada beberapa faktor seperti usia, riwayat kesehatan, serta beberapa kondisi lainnya. 

Tetapi perlu diingat bahwa produk alami tidak selalu aman dan penyesuaian dosis penting dilakukan. Ikuti petunjuk pada label kemasan dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi Sarsaparilla.

Efek samping Sarsaparilla

Hingga saat ini penggunaan Sarsaparilla masih aman digunakan dan belum ada informasi efek samping yang timbul akibat mengonsumsi Sarsaparilla, tetapi konsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi lambung. Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping saat mengonsumsi Sarsaparilla.

Interaksi Sarsaparilla

Sarsaparilla dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan dapat menyebabkan efek dalam penyerapan obat lain, di antaranya:

Digoxin (Lanoxin) berinteraksi dengan Sarsaparilla

Digoxin (Lanoxin) dapat membuat jantung berdetak lebih cepat. Sarsaparilla dapat meningkatkan penyerapan Digoxin (Lanoxin) dalam tubuh sehingga Sarsaparilla dapat meningkatkan efek samping dari Digoxin (Lanoxin).

Lithium berinteraksi dengan Sarsaparilla

Sarsaparilla memiliki efek seperti pil air atau diuretik, sehingga dapat mengurangi keefektifan tubuh dalam menghilangkan lithium dan dapat menyebabkan peningkatan lithium dalam tubuh yang menimbulkan efek samping serius pada tubuh.

Perhatian

  • Hindari mengonsumsi Sarsaparilla bagi ibu hamil dan menyusui karena belum ada penelitian terkait keamanannya
  • Penderita penyakit ginjal tidak diperbolehkan mengonsumsi Sarsaparilla dalam bentuk apapun

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zampieron, E. R., Kamhi, E. J. (2012). Natural Support for Autoimmune and Inflammatory Disease. Journal of Restorative Medicine, 1(1), 38-47 (http://www.ingentaconnect.com/content/aarm/jrm/2012/00000001/00000001/art00004)
Xu, S. Shang, M., Liu, G., Xu, F., Wang, X., Shou, C., Cai, S. (2013). Chemical Constituents from the Rhizomes of Smilax glabra and Their Antimicrobial Activity. Molecules, 18(5), 5265-5287 (http://www.mdpi.com/1420-3049/18/5/5265)
Xia, D., Fan, Y., Zhang, P., Fu, Y., Ju, M., Zhang, X. (2013). Protective effects of the flavonoid-rich fraction from rhizomes of Smilax glabra Roxb. on carbon tetrachloride-induced hepatotoxicity in rats[Abstract]. Journal of Membrane Biology, 246(6), 479-85 (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23681353)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app