Sakit Kepala Tegang: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.181.173 orang

Sakit kepala adalah kondisi dimana kepala terasa melilit seperti diikat tali dan sangat umum dijumpai. Mungkin Anda adalah salah satu orang yang sering mengalaminya. Sakit kepala ternyata terdiri dari beberapa jenis. Yang paling sering terjadi adalah sakit kepala tegang atau biasa disebut tension headache.

Apa itu sakit kepala tegang?

Sakit kepala tegang adalah nyeri kepala yang terjadi di kepala hingga menjelar ke leher. Beberapa orang menggambarkannya seperti ada tali yang mengikat kencang di sekeliling kepala.

Umumnya penyebab sakit kepala sering dihubungkan dengan stres, sehingga biasa disebut juga sakit kepala stres. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tapi paling banyak ditemui pada wanita dewasa.

Lamanya sakit kepala dapat berlangsung mulai dari 30 menit sampai beberapa hari. Sakit kepala tegang episodik dapat berlangsung sampai 5 hari per bulan, sementara kondisi kronis dapat menyerang Anda dengan frekuensi lebih sering.

Mengenal sakit kepala tegang

Penyebab

Sampai saat ini sakit kepala tegang belum diketahui penyebab pastinya. Namun, ada dua hal yang bisa memicu terjadinya sakit kepala tegang, yaitu dari faktor internal dan eksternal.

Faktor internal dapat berupa kurang tidur, stres emosional dan mental (depresi), postur tubuh yang buruk, kegelisahan, atau terlalu lelah. Selain itu, sakit kepala tegang juga bisa terjadi jika Anda terlambat makan, dehidrasi, terlalu banyak mengkonsumsi kafein atau alkohol, merokok, dan malas berolahraga.

Sedang faktor luar yang dapat menyebabkan sakit kepala tegang di antaranya sinar matahari yang terik, suara yang terlalu berisik, atau aroma yang terlalu menyengat. Sejumlah penyakit seperti flu atau sinusitis, gangguan pada gigi, dan ketegangan pada mata juga bisa jadi penyebabnya.

Gejala

Tanda dan gejala sakit kepala tegang adalah:

  • Nyeri ringan hingga sedang, atau tekanan di depan, atas atau sisi kepala
  • Sakit kepala muncul di sore hari
  • Susah tidur
  • Kelelahan
  • Mudah marah
  • Kesulitan untuk fokus
  • Sensitivitas terhadap suara dan cahaya
  • Nyeri otot

Meski tampak sepele, sakit kepala tegang tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Apalagi jika Anda mengalami:

  • Benturan di kepala karena kecelakaan
  • Muncul tiba-tiba terasa parah
  • Badan lemas, bicara yang tidak jelas, dan mati rasa
  • Mual, muntah, demam, leher yang kaku, dan linglung

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami hal-hal di atas.

Pencegahan sakit kepala tegang

Kunci terpenting untuk mencegah sakit kepala tegang adalah dengan menjalani gaya hidup sehat. Mulai dari makan yang teratur, rajin olahraga, menjaga berat badan ideal, tidak meminum alkohol dan kafein berlebihan, istirahat yang cukup, dan perbanyak minum air putih.

Hindari stres supaya Anda terhindar dari sakit kepala tegang. Ada banyak cara yang bisa membantu mengatasi stres, misalnya dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi. Jika sakit kepala sudah mulai muncul, lakukan beberapa cara diatas agar gejala tidak bertambah parah.

Pengobatan sakit kepala tegang

Untuk memastikan jenis sakit kepala yang dialami, ada sejumlah pemeriksaan yang dapat dilakukan. Pemeriksaan terseut meliputi pemeriksaan saraf, CT scan, atau MRI untuk melihat apakah ada penyebab lainnya yang lebih berbahaya seperti tumor.

Jika hanya disebabkan oleh kelelahan, coba tenangkan diri Anda supaya tidak stres. Pijat area kepala pelan-pelan atau hirup aroma lavender untuk membantu meringankan sakit kepala tegang. Anda juga bisa mengompres bagian dahi dan leher dengan air hangat guna merilekskan otot-otot kepala yang tegang.

Bila sakit kepala tegang tak kunjung reda, segera minum obat sakit kepala. Beberapa obat sakit kepala, seperti paracetamol atau ibuprofen, termasuk obat bebas yang dapat dibeli di apotek terdekat. Yang terpenting, ikuti aturan minum obat sesuai yang tertulis pada label kemasan. 

Perlu diingat obat resep yang digunakan berlebihan dapat mengakibatkan sakit kepala memburuk dan sering. Perlu diingat bahwa produk yang mengandung aspirin tidak boleh digunakan kepada anak-anak karena dapat memicu risiko sindrom Reye. 

Penggunaan paracetamol dalam jangka waktu panjang atau banyak juga dapat menyebabkan toksisitas hati (dosis maksimal adalah 3 gram per hari). Perlu dicatat bahwa paracetamol umum ditemukan dalam campuran obat-obatan lain, sehingga pasien harus mendiskusikannya dengan dokter terlebih dahulu.

Bila perlu, dokter dapat meresepkan obat antidepresan dan obat antikejang. Jenis obat–obatan ini hanya diberikan untuk penyakit sakit kepala tegang yang sudah kronis.

Tentunya tidak sembarang obat boleh dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui dan anak-anak di bawah usia 12 tahun. Bagi Anda yang mengalami sakit kepala saat hamil, sebaiknya tanyakan dahulu kepada dokter. Beberapa obat bisa mengganggu janin dan produksi ASI.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit