Jangan Sepelekan, Ini Akibatnya kalau Suka Telat Makan!

Dipublish tanggal: Jun 3, 2021 Update terakhir: Jul 15, 2021 Waktu baca: 3 menit
Jangan Sepelekan, Ini Akibatnya kalau Suka Telat Makan!

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Memiliki jadwal makan yang teratur dapat mendorong kemampuan metabolisme tubuh serta membantu fungsi kerja organ tubuh berjalan baik 
  • Untuk menjaga jumlah asupan makanan yang masuk, usahakan memiliki jadwal makan yang teratur misalnya sarapan tiap 1 jam setelah bangun pagi
  • Kebiasaan telat makan yang sering terjadi dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit lambung (maag) hingga diabetes
  • Klik untuk membeli obat lambung dan saluran pencernaan melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan

Rutinitas harian dan kesibukan sehari-hari terkadang menjadi alasan mengapa kita seringkali melewatkan jam makan. Padahal kebiasaan buruk itu dapat berisiko menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, seperti penyakit lambung, mudah lelah dan lemas, meningkatnya risiko penyakit diabetes, hingga terganggunya proses metabolisme tubuh.

3 Alasan utama tidak boleh telat makan

Tak hanya mengonsumsi makanan sehat dan rajiin olahraga, tetapi memiliki waktu makan yang teratur juga sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama kesehatan sistem pencernaan. Berikut ini 3 alasan utama mengapa kita harus makan tepat waktu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

1. Menjaga siklus tubuh

Menjalani aktivitas sehari-hari dengan teratur dan disiplin di waktu yang tepat tentu memiliki berbagai keuntungan bagi tubuh, termasuk waktu makan, waktu tidur, maupun waktu olahraga. Bagaimanapun, kebiasaan baik tersebut akan membantu menjaga siklus tubuh dalam menjalankan setiap fungsi kerjanya dan menyesuaikan dengan jadwal tubuh.

2. Meningkatkan metabolisme tubuh

Proses metabolisme tubuh memiliki fungsi untuk mencerna, menyerap, dan mengolah makanan yang dikonsumsi menjadi energi dalam melakukan berbagai aktivitas. Jika tubuh mampu meningkatkan laju metabolisme tubuh, maka proses pembakaran lemak dan kalori dapat menjadi semakin cepat sekaligus membantu menjaga berat badan ideal.

Salah satu cara mempertahankan bahkan mempercepat laju metabolisme tubuh adalah dengan memperhatikan waktu makan yang tepat. Ketika Anda makan secara teratur di setiap waktunya, termasuk sarapan di pagi hari, maka proses metabolisme tubuh dapat berjalan kembali setelah terhenti akibat tidur di malam hari.

Baca juga: Cara Mempercepat Metabolisme Tubuh

3. Melakukan detoksifikasi tubuh

Tidak hanya memperhatikan apa yang dikonsumsi, tetapi tubuh juga perlu melakukan proses detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh secara rutin. Proses detoksifikasi alami yang diolah oleh organ hati (liver) baru dapat terjadi ketika sistem pencernaan tidak bekerja. Umumnya detoksifikasi tubuh terjadi di malam hari saat kita tidur dan racun akan keluar melalui keringat, urine, maupun feses. Oleh karena itu, hindari waktu makan yang terlalu malam terutama menjelang tidur. 

Inilah rekomendasi waktu makan yang tepat

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Makan pagi; sebaiknya sarapan dilakukan pada pukul 7-8 pagi atau 1 jam setelah bangun pagi
  • Makan siang; sebaiknya makan siang dilakukan pada pukul 11-12 siang atau 4-5 jam setelah sarapan
  • Makan malam; sebaiknya makan malam dilakukan sekitar pukul 6 sore atau 3 jam sebelum tidur 
  • Snack atau cemilan sehat bisa dikonsumsi sekitar 3 jam setelah sarapan dan 3 jam setelah makan siang

Baca juga: Camilan Sehat untuk Penderita Asam Lambung

Risiko gangguan kesehatan akibat waktu makan yang tidak teratur 

Selain 3 alasan utama di atas, memiliki jadwal waktu makan yang tidak teratur juga dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh apalagi jika terjadi secara terus menerus. Akibat telat makan tersebut dapat memungkinkan terjadinya sejumlah masalah kesehatan yang meliputi:

1. Penyakit lambung

Salah satu dampak bagi kesehatan akibat telat makan adalah risiko penyakit lambung atau maag. Hal ini disebabkan oleh luka dan peradangan yang terjadi pada dinding lambung akibat tidak ada asupan makanan yang masuk. Umumnya, penderita penyakit lambung akan mengalami peningkatan asam lambung, mual, muntah, bahkan nyeri di ulu hati. 

2. Sulit konsentrasi

Rasa lapar tentu tidak bisa dihindari dan itu merupakan hal yang wajar terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang diperlukan untuk beraktivitas. Akibatnya, Anda akan sulit berkonsentrasi dan membuat fungsi otak dapat mengalami penurunan. Bahkan pada kondisi yang ekstrim, akibat telat makan juga dapat menyebabkan sakit kepala.

3. Mudah lelah

Mudah lelah dan lemas juga menjadi salah satu efek yang disebabkan oleh jadwal makan tidak teratur. Penurunan energi yang dihasilkan tubuh karena tidak adanya asupan glukosa atau gula darah juga dapat membuat seseorang berisiko mengalami hilang kesadaran atau pingsan. Tidak hanya itu, kebiasaan makan tidak teratur juga dapat berpengaruh pada kesehatan fisik dan daya tahan tubuh.

4. Penyakit diabetes 

Dampak telat makan lainnya adalah peningkatan risiko penyakit diabetes akibat kadar gula darah yang rendah. Efeknya, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang bertujuan untuk membantu mengatur kadar gula darah. Sayangnya, hormon kortisol (hormon stress) yang tinggi justru dapat menimbulkan gejala mudah stress, marah, tersinggung, maupun risiko gangguan kecemasan.

Baca juga: Adakah Pengaruh Stress terhadap Diabetes dan Gula Darah?

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app