ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Propafenone: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Okt 20, 2020 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Propafenone adalah obat untuk mengatasi detak jantung tidak teratur, seperti takikardia supraventrikular paroksismal dan fibrilasi atrium;
  • Mengatasi detak jantung tidak teratur dapat membantu menurunkan risiko penggumpalan darah, serangan jantung, dan stroke;
  • Dosis kapsul propafenone untuk fibrilasi atrium adalah 225 mg setiap 12 jam sebagai dosis awal. Jika menggunakan tablet, dosisnya 150 mg setiap 8 jam;
  • Efek samping propafenone adalah pusing, sakit kepala, mulut terasa logam atau asin, mual muntah, sembelit, hingga kelelahan;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan propafenone saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui;
  • Klik untuk mendapatkan propafenone atau obat jantung lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Propafenone adalah obat yang digunakan untuk mengatasi detak jantung tidak teratur yang tergolong serius hingga fatal, seperti takikardia supraventrikular paroksismal dan fibrilasi atrium. Obat ini mampu mengembalikan detak jantung menjadi lebih stabil dan menjaganya tetap normal.

Propafenone disebut sebagai obat antiaritmia kelas 1C, bekerja dengan memblokir sinyal listrik pada jantung yang menyebabkan detaknya tak beraturan. Mengatasi detak jantung tidak teratur dapat membantu menurunkan risiko penggumpalan darah sehingga pasien terhindar dari risiko serangan jantung atau stroke. 

Mengenai Propafenone

Golongan

Resep dokter

Kemasan

  • Kapsul lepas lambat
  • Tablet

Kandungan

Propafenone

Manfaat Propafenone

Propafenone berfungsi untuk mencegah jantung berdetak tidak beraturan (aritmia), seperti pada kasus fibrilasi atrium. Obat ini bekerja langsung dengan memperlambat impuls saraf di jantung, sehingga ritme jantung menjadi normal.

Propafenone juga umum diresepkan untuk penderita:

  • Atrial flutter;
  • Aritmia ventrikel
  • Takikardia supraventrikular paroksismal.

Kontraindikasi

  • Anak usia < 18 tahun;
  • Hipersensitif terhadap propafenone.

Efek samping Propafenone

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan propafenone dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Sejumlah efek samping propafenone yang mungkin terjadi antara lain:

  • Pusing;
  • Sakit kepala;
  • Mulut terasa logam atau asin;
  • Mual atau muntah;
  • Sembelit;
  • Kecemasan;
  • Kelelahan.

Reaksi alergi yang serius cukup jarang terjadi. Namun, waspadai jika muncul gejala alergi parah (anafilaktik) seperti:

  • Ruam;
  • Gatal atau bengkak (terutama di wajah, lidah, atau tenggorokan);
  • Pusing parah;
  • Kesulitan bernapas.

Bila itu terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Propafenone

Dosis propafenone bisa berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Dosis propafenone untuk fibrilasi atrium disesuaikan dengan sediaan yang digunakan, antara lain:

  • Kapsul lepas lambat
    • Dewasa: dosis awal 225 mg setiap 12 jam, dapat ditingkatkan sesuai anjuran dokter. Dosis tidak boleh lebih dari 425 mg setiap 12 jam;
    • Anak: sesuai anjuran dokter.
  • Tablet
    • Dewasa: 150 mg setiap 8 jam. Dokter dapat menambah dosis bila diperlukan;
    • Anak: sesuai anjuran dokter.

Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan, biasanya dikonsumsi setiap 8 jam atau sesuai anjuran dokter. Hindari makan jeruk bali (grapefruit) maupun olahan jusnya sebab buah ini dapat meningkatkan risiko efek samping obat. Anda hanya boleh melakukan hal tersebut bila diperbolehkan dokter.

Interaksi Propafenone

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan propafenone adalah sebagai berikut:

  • Amiodarone;
  • Dofetilide;
  • Flecainide;
  • Pimozide;
  • Procainamide;
  • Quinide;
  • Sotalol;
  • Antibiotik macrolide, seperti clarithromycin atau erythromycin;
  • Antibiotik kuinolon, seperti sparfloxacin.

Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi ritme jantung dengan memperpanjang QT. Selain itu, ada juga sejumlah obat yang mengganggu efektivitas propafenone dalam tubuh, antara lain:

  • Asunaprevir;
  • Desipramine;
  • Ketoconazole;
  • Orlistat;
  • Phenobarbital;
  • Phenytoin;
  • Rifampin;
  • Protease inhibitor HIV, seperti ritonavir dan tipranavir;
  • Digoxin;
  • Imipramine;
  • Metoprolol;
  • Propanolol;
  • Warfarin.

Kemungkinan ada obat lainnya yang juga dapat berinteraksi dengan propafenone, tetapi belum tercantum dalam daftar di atas. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter. 

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan propafenone adalah sebagai berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu, terutama gangguan pernapasan (asma, bronkitis kronis, atau emfisema), gangguan ginjal atau hati, myasthenia gravis, dan kondisi jantung bawaan tertentu (sindrom Brugada);
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan propafenone saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui;
  • Obat ini dapat memengaruhi produksi sperma sehingga berpotensi menurunkan kesuburan pada pria. Konsultasikan lebih lanjut bila Anda sedang dalam program hamil bersama pasangan sebelum mengonsumsi obat ini;
  • Propafenone dapat memengaruhi ritme jantung (perpanjangan QT). Meski jarang terjadi, perpanjangan QT dapat menyebabkan gangguan detak jantung dan gejala lainnya seperti pusing hebat hingga pingsan. Bila Anda mengalaminya, segera konsultasikan pada dokter;
  • Hindari mengemudi atau menjalankan mesin berat setelah minum propafenone karena obat ini dapat menyebabkan pusing;
  • Jangan berhenti menggunakan obat tanpa sepengetahuan dokter. Alih-alih menyembuhkan, hal ini malah bisa memicu reaksi efek samping dan memperparah kondisi Anda.

Artikel terkait:


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app