ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Potassium Iodide: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Nov 5, 2020 Update terakhir: Nov 5, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Potassium iodide adalah obat yang digunakan untuk melunakkan lendir (mukus) di saluran napas dan mengeluarkannya lewat batuk;
  • Kalium iodida juga dapat digunakan bersamaan dengan obat antitiroid untuk mempersiapkan kelenjar tiroid sebelum operasi pengangkatan;
  • Dosis potassium iodide untuk mengatasi batuk pada orang dewasa adalah 3-4 x sehari 300-600 mg, dilarutkan ke dalam air, susu, atau jus buah;
  • Efek samping potassium iodide meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, mulut terasa logam, demam, hingga sakit kepala;
  • Tidak untuk ibu hamil atau menyusui dan orang-orang yang alergi terhadap kalium iodida atau iodium;
  • Klik untuk mendapatkan potassium iodide atau obat asma lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Potassium iodide atau kalium iodida adalah obat yang digunakan untuk melunakkan lendir (mukus) di saluran napas dan mengeluarkannya lewat batuk. Obat ini sangat membantu khususnya bagi penderita penyakit paru jangka panjang, seperti asma, bronkitis kronis, dan emfisema. 

Kalium iodida juga sering digunakan bersamaan dengan obat antitiroid untuk mempersiapkan kelenjar tiroid sebelum diangkat lewat operasi. Obat ini mampu mengecilkan ukuran kelenjar tiroid sekaligus mengurangi produksi hormon tiroid.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Mengenai Potassium Iodide

Golongan

Resep dokter

Kemasan

  • Tablet
  • Obat cair

Kandungan

Potassium iodide (kalium iodida)

Manfaat Potassium Iodide

Berbagai manfaat kalium iodida adalah sebagai berikut:

  • Mempersiapkan kelenjar tiroid sebelum operasi pengangkatan tiroid;
  • Mengobati tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid);
  • Melindungi tiroid dari paparan radiasi.

Dalam keadaan darurat radiasi nuklir, potassium iodide memiliki peranan penting untuk menghalangi tiroid agar tidak menyerap radioaktif iodium. Dengan demikian, tiroid akan terlindung dari risiko kerusakan maupun potensi terjadinya kanker tiroid.

Kontraindikasi

  • Alergi terhadap potassium iodide (kalium iodida) atau iodium;
  • Ibu hamil atau menyusui.

Efek samping Potassium Iodide

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan potassium iodide dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Sejumlah efek samping kalium iodida yang mungkin terjadi antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Mual;
  • Muntah;
  • Sakit perut;
  • Diare;
  • Mulut terasa logam;
  • Demam;
  • Sakit kepala;
  • Jerawatan;

Reaksi alergi yang serius cukup jarang terjadi. Namun, waspadai jika muncul gejala alergi parah (anafilaktik) seperti:

  • Ruam;
  • Gatal atau bengkak (terutama di wajah, lidah, atau tenggorokan);
  • Pusing parah;
  • Kesulitan bernapas.

Bila itu terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Potassium Iodide

Dosis kalium iodida bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Secara umum, dosis potassium iodide adalah sebagai berikut:

Dewasa

  • Batuk: 3-4 x sehari 300-600 mg, dilarutkan ke dalam air, susu, atau jus buah;
  • Darurat radiasi: 1 x sehari 130 mg. 

Anak-anak

  • Darurat radiasi
    • Bayi baru lahir sampai 1 bulan: 1 x sehari 16,25 mg;
    • Usia 1 bulan sampai 3 tahun: 1 x sehari 32,5 mg;
    • Usia 3-12 tahun: 1 x sehari 65 mg;
    • Usia 12 tahun ke atas, dengan berat badan kurang dari 68,18 kg: 1 x sehari 65 mg;
    • Usia 12 tahun ke atas, dengan berat badan 68,18 kg ke atas: 1 x sehari 130 mg.

Untuk menghindari sakit perut, Anda dapat mengonsumsinya setelah makan atau bersamaan dengan makanan.

Setelah minum kalium iodida sediaan tablet, sebaiknya hindari berbaring selama 10 menit ke depan. Jika Anda menggunakan sediaan obat cair, gunakan sendok obat supaya dosisnya tepat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Khusus untuk kondisi darurat radiasi nuklir, obat harus diminum sesegera mungkin. Bicarakan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui dosis dan aturan minum obat yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Interaksi Potassium Iodide

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan kalium iodida adalah sebagai berikut:

  • ACE inhibitor, seperti captopril dan lisinopril;
  • Angiotensin receptor blockers (ARBs), seperti losartan dan valsartan;
  • Obat diuretik, seperti amiloride, spironolactone, dan triamterene;
  • Drospirenone;
  • Eplerenone;
  • Lithium;
  • Obat atau suplemen yang mengandung kalium.

Kemungkinan ada jenis obat lainnya yang juga dapat berinteraksi dengan potassium iodide, tapi belum tercantum dalam daftar di atas. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter. 

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan potassium iodide adalah sebagai berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu, terutama bronkitis, dermatitis herpetiformis, vaskulitis hipokomplementemik, penyakit tiroid nodular dengan gangguan jantung, penyakit ginjal, gangguan tiroid, tuberkulosis, hiperkalemia, dan gangguan otot genetik;
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun.

Artikel terkait:


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MedlinePlus. Potassium Iodide. (https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a611043.html). 15 November 2016.
Drugs.com. Potassium iodide. (https://www.drugs.com/mtm/potassium-iodide.html). 25 November 2019.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app