Pengobatan

Penyebab Migrain dan Cara Mengobatinya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 10, 2020 Tinjau pada Mei 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Migrain dan Cara Mengobatinya

Sakit kepala migrain dapat menyebabkan rasa sakit kepala berdenyut (ngenyut) di satu area kepala yang umumnya disertai dengan rasa mual, muntah, dan kepekaan ekstrem terhadap cahaya dan suara. Rasa sakit itu dirasa cukup berat selama berjam-jam hingga berhari-hari. Beberapa serangan migrain didahului atau disertai dengan gejala sensorik peringatan (aura), seperti melihat kilatan cahaya, blind spot, atau kesemutan di tangan atau kaki.

Itulah gambaran gejala sakit kepala migrain yang tentu sangat menyakitkan. Sekarang, yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab migrain agar nantinya kita dapat meminimalisir munculnya migrain dan agar dapat memudahkan dalam mengobatinya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Apa penyebab migrain?

Migrain diduga disebabkan oleh perubahan pada kimia otak. Senyawa kimia otak yang dimaksud yaitu serotonin, dimana serotonin meningkat selama migrain. Peningkatan kadar serotonin bisa membuat pembuluh darah di bagian otak menjadi kejang (tiba-tiba berkontraksi) sehingga pembuluh darah menyempit. Hal ini dapat menyebabkan gejala aura. Segera setelah itu, pembuluh darah melebar (relaksasi), yang diduga menyebabkan rasa sakit pada migrain.

Terjadinya mekanisme di atas dapat dipicu oleh beberapa hal, berikut faktor pemicu yang menyebabkan migrain:

1. Perubahan hormon

Terjadi pada wanita, dimana fluktuasi estrogen dapat memicu sakit kepala migrain. Wanita dengan riwayat migrain sering melaporkan sakit kepala segera sebelum atau selama periode menstruasi, ketika mereka memiliki penurunan estrogen yang signifikan. Sedangkan yang lainnya memiliki kecenderungan munculnya serangan migrain selama kehamilan atau menopause.

2. Penyebab migrain lainnya

Banyak faktor yang telah diidentifikasi yang dapat memicu migrain. Pemicu atau penyebab migrain ini meliputi faktor emosi, fisik, diet, lingkungan dan obat-obatan.

Faktor emosional

  • Stres
  • Kegelisahan
  • Syok
  • Depresi

Faktor fisik

  • Kelelahan
  • Kualitas tidur yang buruk
  • Shift kerja
  • Postur tubuh yang buruk
  • Tegang pada leher atau bahu
  • Bepergian lama
  • Gula darah rendah

Faktor Diet

  • Asupan makanan kurang
  • Sering telat makan atau tidak teratur
  • Dehidrasi
  • Aditif makanan yang mengandung tyramine
  • Minuman berkafein, seperti teh dan kopi
  • Minum alkohol
  • Makanan tertentu seperti coklat , buah jeruk dan keju

Ketika lama tak makan gula darah rendah, jika setelah itu makan manis atau gula dalam jumlah yang banyak maka gula darah akan melonjak. Hal seperti ini (lonjakan gula darah) juga dapat memicu migrain.

Faktor lingkungan

  • Lampu terang menyilaukan
  • Merokok (atau asap rokok)
  • Suara keras atau bising
  • Perubahan iklim, seperti perubahan kelembaban atau suhu yang sangat dingin
  • Bau yang menyengat
  • Suasana pengap

Obat-obatan

  • Beberapa jenis obat tidur
  • Pil kontrasepsi
  • Terapi penggantian hormon (HRT)

Cara mengobati migrain

Pengobatan migrain bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit saat serangan (terapi abortive)  dan berusaha mencegah agar tak timbul lagi serangan migrain (terapi profilaksis):

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

1. Pereda nyeri (analgetik atau painkillers)

Ketika terjadi sakit kepala migrain kebanyakan orang akan menggunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin. Hal ini memang dapat membantu mengobati rasa sakit kepala namun harus memeperhatikan aturan pakai, indikasi, dan kontarindikasinya, jangan berlebihan menggubakan obat ini.

2. Obat migrain golongan triptan

Jika obat analgetik biasa seperti diatas tidak dapat mengatasi migrain, maka pilihan selanjutnya yaitu obat-obatan golongan triptan. Beberapa obat triptan, seperti sumatriptan, tersedia tanpa resep dokter.

Cara kerja Obat migain ini tidak sama dengan obat analgetik. Triptan akan menyebabkan pembuluh darah di sekitar otak berkontraksi (sempit), untuk melawan dilatasi (pelebaran) pembuluh darah yang diyakini sebagai proses yang menyebabkan migrain.

Selain itu triptan diduga dapat mengurangi penghantaran rangsangan nyeri pada otak sehingga dapat meredakan gejala migrain.

3. Golongan Ergots

Ergotamin dan kombinasi dengan kafein (Migergot, Cafergot) walaupun kurang efektif dibanding triptans. Ergotamin tampaknya paling efektif pada mereka yang sakit kepala migarinnya berlangsung selama lebih dari 48 jam .

4. Obat anti-mual

Karena migrain sering disertai mual, dengan atau tanpa muntah, maka obat mual yang biasanya dikombinasikan dengan obat lain dapat membantu. Obat yang sering diberikan yaitu chlorpromazine, metoclopramide atau proklorperazin.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

5. Glukokortikoid (prednisone , deksametason)

Glukokortikoid dapat digunakan bersama dengan obat lain untuk meningkatkan efek anti nyeri. Karena risiko toksisitas steroid, maka obat ini tidak boleh digunakan rutin (sering).

6. Obat-obatan opioid

Obat-obatan opioid yang mengandung narkotika, khususnya codein , kadang-kadang digunakan untuk mengobati migrain yang tidak mempan terhadap triptans atau ergot. Obat ini hanya digunakan sebagai pilihan terakhir atau bila gejala migrain sangat berat.

Cara mencegah migrain

Beberapa cara mencegah migrain adalah sebagai berikut:

  • Hindari pemicu migrain
  • Mulai catat dan amati apa faktor pemicu terjadinya migrain
  • Pada wanita dengan kontrasepsi hormonal seperti pil dipertimbangkan untuk menggunakan metode kb yang lainnya
  • Minum obat (harus dengan resep dokter)
  • Olahraga secara teratur
  • Tidur cukup

56 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Migraine. womenshealth.gov. (https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/migraine)
Migraine Information Page. National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (https://www.ninds.nih.gov/disorders/all-disorders/migraine-information-page)
Migraine Headache Medications, Symptoms, Causes, Treatment. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/migraine/article.htm)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app