Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Penyakit Hepatitis - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.762.923 orang

Hepatitis adalah suatu kondisi peradangan hati. Hepatitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, namun Hepatitis dapat disebabkan oleh faktor lain, yaitu Hepatitis Autoimun dan Hepatitis yang terjadi karena efek samping dari pengguanaan obat-obatan dan Hepatitis yang disebabkan oleh racun maupun alkohol.

Hepatitis Autoimun adalah penyakit yang terjadi saat tubuh Anda membuat antibodi terhadap jaringan hati Anda, sehingga tanpa alasan yang jelas, tubuh anda sendiri menyerang jaringan hati Anda.
 

5 jenis Virus Hepatitis

Menurut jenis Infeksi virus pada hati,  hepatitis dikelompokan menjadi Hepatitis A, B, C, D, dan E. Beda virus yang menyebabkan Hepatitis, maka berbeda juga gejala dan penanganan yang akan dibutuhkan.

Hepatitis A selalu merupakan penyakit jangka pendek yang akut, sementara hepatitis B, C, dan D cenderung berlanjut dan kronis. Hepatitis E biasanya akut tapi bisa sangat berbahaya pada wanita hamil.  

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Gejala umum Hepatitis

Jika Anda terinfeksi oleh virus yang menyebabkan kerusakan dalam jangka panjang (Kronik) , seperti Hepatitis B dan C, Anda mungkin tidak memiliki gejala pada awalnya. Gejala mungkin tidak akan muncul sampai kerusakan mempengaruhi fungsi hati. Sedangkan pada infeksi hepatitis akut Tanda dan gejalanya akan muncul dengan cepat, yaitu:

  • Kelelahan
  • Gejala seperti flu
  • Urin berwarna gelap
  • Tinja pucat
  • Sakit perut
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan
  • Pulit dan mata kuning, yang mungkin merupakan tanda-tanda ikterus

Hepatitis kronis berkembang perlahan, jadi tanda dan gejala ini mungkin tidak akan tampak pada awal-awal virus menginfeksi tubuh.  

Bagaimana Hepatitis diobati

Pilihan pengobatan ditentukan oleh jenis Hepatitis yang Anda derita dan apakah jika hepatitis disebabkan oleh suatu infeksi virus Hepatitis, tergantung dari apakah infeksi tersebut akut atau kronis.  

  • Hepatitis A
  • Hepatitis A biasanya tidak memerlukan perawatan karena penyakit ini hanya berlangsung dalam jangka pendek. Istirahat total diperlukan untuk mengurangi gejala-gejala yang muncul pada Hepatitis jenis ini. Jika Anda mengalami muntah atau diare, cobalah untuk banyak minum air dan makan-makanan yang bergizi.

    Vaksin untuk virus Hepatitis A tersedia untuk mencegah infeksi ini. Sebagian besar anak mulai melakukan vaksinasi antara usia 12 dan 18 bulan. Vaksin ini diberikan dengan cara dua kali vaksinasi. Vaksinasi untuk Hepatitis A juga tersedia untuk orang dewasa dan dapat dikombinasikan dengan vaksin Hepatitis B.  
  • Hepatitis B
  • Hepatitis B akut tidak memerlukan perawatan khusus. Sedangkan Hepatitis B kronis diobati dengan obat antiviral. Bentuk pengobatan ini cukup mahal karena harus diberikan secara intensif selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun.

    Pengobatan untuk Hepatitis B kronis juga memerlukan evaluasi medis rutin dan pemantauan untuk menentukan apakah virus tersebut merespons pengobatan.

    Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi. CDC merekomendasikan vaksinasi hepatitis B untuk semua bayi yang baru lahir. Rangkaian tiga vaksin biasanya selesai selama enam bulan pertama masa kanak-kanak. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk semua petugas kesehatan dan medis.  
  • Hepatitis C
  • Obat antiviral digunakan untuk mengobati Hepatitis C akut dan kronis. Orang yang terjangkit hepatitis C kronis biasanya diobati dengan kombinasi terapi obat antiviral. Mereka mungkin juga memerlukan pengujian lebih lanjut untuk menentukan bentuk pengobatan terbaik.  

    Orang yang mengalami sirosis (jaringan parut hati) atau penyakit hati akibat Hepatitis C kronis mungkin merupakan kandidat untuk transplantasi hati. Saat ini, tidak ada vaksinasi untuk Hepatitis C.  
  • Hepatitis D
  • Tidak ada obat antiviral yang ada untuk pengobatan Hepatitis D saat ini. Menurut sebuah studi tahun 2013, sebuah obat yang disebut alpha interferon dapat digunakan untuk mengobati Hepatitis D, namun hanya menunjukkan peningkatan sekitar 25 sampai 30 persen orang.

    Hepatitis D dapat dicegah dengan mendapatkan vaksinasi Hepatitis B, karena infeksi Hepatitis B diperlukan agar Hepatitis D berkembang.  
  • Hepatitis E
  • Saat ini, tidak ada terapi medis khusus yang tersedia untuk mengobati hepatitis E. Karena infeksi ini sering akut, biasanya sembuh dengan sendirinya.

    Orang dengan jenis infeksi ini sering disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup, minum banyak cairan, mendapatkan cukup nutrisi, dan menghindari alkohol. Namun, wanita hamil yang menderita infeksi ini memerlukan pemantauan dan perawatan yang ketat.  
  • Hepatitis autoimun
  • Kortikosteroid, seperti Prednison atau Budesonida, sangat penting dalam pengobatan dini hepatitis autoimun.Obat-obatan tersebut efektif pada sekitar 80 persen orang dengan kondisi ini.

    Azothioprine (Imuran)
    obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, sering disertakan dalam pengobatan. Ini bisa digunakan dengan atau tanpa steroid.

    Obat penekan kekebalan
    seperti Mycophenolate (CellCept), Tacrolimus (Prograf) dan Siklosporin (Neoral) juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk Azatioprin untuk pengobatan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini