Bayi Baru Lahir

Pentingkah Bayi Tidur Tengkurap?

Dipublish tanggal: Mar 8, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Pentingkah Bayi Tidur Tengkurap?

Tidak hanya bagi orang dewasa saja, posisi tidur yang nyaman juga pasti disukai dan dibutuhkan oleh setiap orang dari berbagai lapisan usia termasuk bayi. 

Ya memamg bayi belum dapat memilih posisi tidur yang ia sukai, tetapi sebagai orang tua dari si bayi, tentunya kamu harus tahu posisi apa sih yang enak dan nyaman untuk si bayi, tapi lebih dari itu, sebagai orang tua kamu harus tahu percis posisi aman untuk si bayi saat sedang berbaring atau tidur.  

Bayi belum bisa mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan berbicara ya guys, bayi berusia kecil biasanya hanya bisa menangis dan tertawa dan kadang ketika bayimu menangis, kamupun tidak sepenuhnya tahu mengapa bayimu menangis bukan. 

Apa karena posisi tidurnya yang tidak nyaman atau si bayi lapar atau merasa kesakitan bahkan mungkin pertanda si bayi sedang buang air. 

Ya disini khusus untuk kamu para pasangan orang tua muda, kita akan sharing informasi mengenai posisi tidur bayi yang baik.

Posisi umum bayi yang sedang tidur

Bukan seperti orang dewasa yang sudah memiliki banyak kegiatan, bayi memiliki kegiatan yang cenderung itu-itu saja. Kegiatan bayi biasanya hanya tertidur, makan, buang air, dan mandi. Sebagian besar waktu bayi pun dihabiskan hanya dengan tidur.  

Ya, bayi yang baru lahir sampai usia beberapa bulan memang masih sangat membutuhkan tidur. Tidur bagi bayi memiliki manfaat seperti merangsang pertumbuhan fisik dan otaknya, meningkatan kerja dan fungsi sel dalam tubuh serta memaksimalkan kerja hormon-hormon pertumbuhannya. 

Oleh karena itu tidur merupakan kegiatan yang penting bagi bayi. Berikut ini ialah posisi tidur favorit para bayi:

  • Posisi Terlentang
    Posisi terlentang ialah posisi yang paling sering dijumpai pada bayi berusia satu sampai tiga bulan, bukan karena bayi paling menyukai posisi ini.

    Namun biasanya bayi yang belum sampai usia empat bulan akan sulit untuk bergerak, berguling atau memutar tubuhnya sehingga kebanyakan bayi baru hanya menguasai posisi terlentang saja.

    Posisi terlentang ini juga merupakan posisi paling aman yang dapat menghindari bahaya kematian bayi mendadak atau disebut Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) hingga 50%.

  • Posisi Miring
    Posisi seperti ini sering dijumpai pada bayi yang lahir secara prematur, terutama pada bayi yang perlu menggunakan alat bantu pernafasan.

    Umumnya posisi tidur untuk bayi prematur dimiringkan tubuhnya ke kanan dengan harapan agar proses pengosongan lambungnya dapat berjalan secara maksimal.

  • Posisi Tengkurap
    Posisi ini baru akan terlihat ketika si bayi sudah bisa menggerakan badannya sendiri. Kemungkinan bayi akan mulai tengkurap saat usianya beranjak lima atau enam bulan.

Apakah posisi tengkurap baik untuk bayi?

Posisi tengkurap ternyata posisi yang tidak disarankan bagi bayi saat bayi sedang tertidur. Posisi tengkurap masih pemegang posisi tertinggi dalam kejadian kematian mendadak bayi atau SIDS

Ini dikarenakan dalam posisi tengkurap, rahang bayi akan tertekan sehingga terjadi penyempitan saluran pernafasan. Selain itu alasan lainnya ialah bayi yang tertidur dalam posisi tengkurap akan membuat bayi menghirup kembali udara yang telah dikeluarkannya. 

Hal ini membuat kadar oksigen pada tubuh bayi turun, sementara karbondioksida meningkat. Akhirnya, tubuh bayi menjadi kekurangan oksigen dan memicu sindrom kematian bayi mendadak. 

Hal-hal tersebut yang membuat posisi terlentang tidak dianjurkan untuk bayi dalam tidurnya maupun aktivitas kesehariannya. Risiko SIDS masih dianggap tinggi oleh  para pakar kesehatan bayi hingga bayi berusia 12 bulan. 

Selain posisi telentang yang tidak dianjurkan, ternyata posisi miringpun tidak dianjurkan untuk posisi tidur yang baik bagi si bayi, ini dikarenakan dalam posisi miring ada risiko bayi akan bergerak selama tidur. Lalu apakah posisi yang tepat untuk bayi dalam tidurnya? 

Para ahli kesehatan bayi di seluruh dunia sepakat bahwa bayi dibawah satu tahun sebaiknya tidur dengan posisi terlentang. 

Pastikan untuk menjaga mulut dan hidung bayi agar tidak terhalang oleh benda-benda yang bisa menutupinya saat posisi tidur terlentang.  

Saat bayi tidur terlentang, ada kemungkinan pertumbuhan rambut bagian belakang kepala menjadi terhambat, hingga tampak botak. 

Namun, kamu tidak perlu khawatir, kondisi ini dapat diatasi dengan sesekali mengganti posisi tidur bayi di bawah pengawasan seperti tengkurap sebentar atau miring sesekali.  

Semoga artikel diatas dapat membantu kamu ya para orang tua baru dalam mengetahui posisi yang baik dan aman bagi bayimu.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Baby Sleeping on Side: What Can Happen and When Is It Safe?. Healthline. (https://www.healthline.com/health/baby-sleeping-on-side)
For sleep-related infant deaths, bed-sharing is greatest risk factor. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/279572.php)
Infants Who Normally Sleep on Their Backs at Increased Risk for SIDS if Placed on Their Stomachs. WebMD. (https://www.webmd.com/parenting/baby/news/19991129/sids-risk-increase-infants-sleep-stomach)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app