Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Pemeriksaan

Kenali Papsmear. Teknik Mendeteksi Kanker Serviks

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.159.047 orang

Papsmear merupakan sebuah prosedur yang mengidentifikasi adanya kanker serviks yang terjadi pada wanita. Kegunaan papsmear ini yaitu mendeteksi kanker serviks sejak dini, karena sangat penting peranan pengobatan sejak masa pra kanker. Dengan begitu, dapat memperbesar peluang kesembuhn seseorang dari kaner serviks. 

Uji papsmear juga bisa mendeteksi adanya perubahan pada sel-sel leher rahim  berubah menjadi kanker bisa diminimalisir. Mendeteksi sel-sel yang abnormal dengan melakukan uji papsmear ini, merupakan langkah awal untuk menghentikan perkembangan sel-sel kanker serviks.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Sekilas Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks adalah sejenis kanker yang paling berbahaya. Kanker serviks, seperti namanya yaitu sejneis kanker yang berkembang dalam leher rahim wanita. Sehingga para wanita diharuskan untuk memeriksa bagian organ intimnya lebih rutin.

Ada beberapa faktor penyebab timbulnya kanker serviks, secara umum faktor tersebut diakibatkan oleh infeksi virus HPV (Human Paviloma Virus) yakni daging kecil jinak yang tumbuh dan ditemukan pada lapisan kulit bagian atas, termasuk kulit pada alat kelamin. 

Hal yang perlu Anda ketahui dari HPV, bila seorang wanita dapat terinfeksi HPV lalu virus tersebut akan tertidur atau dorman. Virus HPV bahkan bisa tertidur hingga 10 tahun, sebelum seseorang memperlihatkan adanya gejala kanker.

Meskipun tidak berarti bahwa anita yang terinveksi virus HPV selalu menderita kanker leher rahim, namun virus HPV ini sudah pasti dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Seorang wanita bisa terinfeksi virus HPV lewat  hubungan seks.

Penyebab lain terjadinya kanker serviks selain virus HPV yaitu akibat kurangnya asupan buah-buahan dan sayuran, kehamilan di usia muda, keturunan, pemakaian alat kontrasepsi, obesitas, dan kurangnya sistem daya tahan tubuh seseorang.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala dan tanda timbulnya kanker serviks cukup beragam, seperti haid tidak teratur. Para wanita juga ahrus waspada apabila mengalami keputihan yang berwarna lebih pekat, berbau menyengat, sebab dapat mengindikasikan terjadinya kanker serviks.

Untuk sel-sel yang telah terinfeksi virus HPV ini tak serta merta dapat berubah langsung berbentuk sel-sel ganas, karena sel tersebut terus bertransformasi. Tahap transformasi ini bisa digolongkan sebagai masa pra kanker

Pada sel pra kanker bisa dideteksi menggunakan uji papsmear yang bisa memeriksa kondisi sel-sel dalam serviks. Sehingga bisa diobati dengan segera, dan sel-sel tersebut tidak berubah berbentuk sel-sel kanker. Karena itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan papsmear secara rutin tiap 6 bulan sekali.

Pada umumnya, pengobatan lebih mudah apabila kanker serviks telah terdeteksi dari sejak dini. Mengingat, kanker serviks termasuk jenis kanker paling berbahaya yang dapat menyebabkan kemtian pada penderitanya. Selain itu, kanker ini membuat pasien wanita tak lagi dapat berhubungan intim.

Sebagai tindak pencegahan, ada banyak vaksin yang kini tersedia untuk mencegah terjadinya infeksi virus HPV. Terutama pada wanita yang berusia 20 tahunan dan sudah aktif berhubungan intim, dengan menggunakan vaksin HPV ini tentu saja bisa mencegah timbulnya kanker serviks. 

Pencegahan kanker serviks lainnya ialah dengan menjaga bobot badan, menerapkan pola seksual yang sehat bersama pasangan, dan tidak merokok.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Siapa yang Sebaiknya Melakukan Papsmear?

Setiap wanita di usia 18 tahun ke atas, atau untuk wanita yang sudah melakukan hubungan seksual wajib melakukan tes papsmear. Pemeriksaan papsmear sebaiknya setiap tahun dilakukan meskipun tidak memperlihatkan adanya gejala kanker. 

Melakukan pemeriksaan lebih dari 1 tahun bisa dilakukan jika telah berusia 65 tahun. Pemeriksaan papsmear lebih rutin dilakukan pada seseorang yang memiliki banyak pasangan atau sering bergonta-ganti pasangan, sudah berhubungan seksual dari usia remaja, merokok, memiliki penyakit kelamin, dan terinfeksi virus HPV.

Sebagian besar pada wanita yang telah didiagnosa mengalami kanker serviks tak pernah melakukan pemeriksaan papsmear sebelumnya. Pentingnya melakukan pemeriksaan papsmear perlu dipertimbangkan, apalagi bagi wanita yang aktif berhubungan seksual, dalam rentang usia 20 sampai 65 tahun. 

Apabila hasil uji papsmear sudah dilakukan secara berturut-turut 3 kali dan hasilnya negatif, pemeriksaan papsmear ppun dianjurkan diulang tiap 6 bulan tahun sekali.

Bagaimana Prosedur Papsmear

Untuk melakukan uji papsmear, artinya Anda harus membuat jadwal tes ginekologi khusus terlebih dulu dengan dokter spesialis ginekologi. Tidak masalah jika Anda haid saat waktu pemeriksaan papsmear yang sudah dijadwalkan sebelumnya, sebab dokter dapat membantu mengatur jadwal ulang untuk pemeriksaan papsmear.

Adapun langkah persiapan untuk pemeriksaan papsmear, diantaranya:

  • Pasien tidak berhubungan intim bersama pasangan selama 24 jam atau 1 hari sebelum jadwal tes papsmear.
  • Pasien tak diperkenankan memakai alat pembersih bagian dubur, obat-obatan untuk vagina, tampon dan lainnya sebelum melakukan uji papsmear selama 1 hari sebelum dilakukan tes papsmear agar terasa nyaman selama pemereiksaan.
  • Kondisi kandung kemih pasien harus dikosongkan terlebih dulu sebelum dilakukan tes papsmear agar terasa nyaman selama pemereiksaan.
  • Pasien tidak sedang mengalami infeksi berat, seperti keputihan yang parah dan serius.
  • Pasien pasca operasi rahim atau pasc bersalin sebaiknya melakukan pemeriksaan papsmear setelah 6-8 minggu setelah operasi/bersalin.
  • Pasien dianjurkan menghentikan pengobatan-pengobatan tertentu yang dimasukkan lewat vagina, minimal 1 minggu sebelum tes papsmear.

Sesudah membuat jadwal papsmear dengan dokter, Anda harus menyampaikan beberapa hal penting kepada dokter, seperti :

  • Jika Anda sedang hamil.
  • Jika Anda kemungkinan hamil.
  • Jika pertama kali Anda menjalani tes papsmear.
  • Jika Anda menggunakan alat kontrasepsi dan jelaskan pula alat kontrasepsi apa yang digunakan.
  • Riwayat pengobatan sebelumnya
  • Riwayat keluarga dengan kanker

Itulah prosedur pemeriksaan papsmear yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan tes papsmear.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit