Pantangan Makan Setelah Pasang Behel

Dipublish tanggal: Agu 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Pantangan Makan Setelah Pasang Behel

Penggunaan behel sudah menjadi hal yang umum dikalangan masyarakat, termasuk Anda. Anda dapat memasang behel sesuai dengan kebutuhan. 

Namun, dengan menggunakan behel, maka gigi Anda akan menjadi lebih sensitif. Anda bahkan bisa merasakan rasa nyeri saat makan dan minum. 

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemasangan Behel via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket pemasangan behel hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia d06 pemasangan behel

Tidak hanya saat makan dan minum, ternyata makanan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi proses pemulihan gigi dan ketahanan behel. 

Karena hal inilah dokter gigi biasanya meminta Anda untuk tidak mengonsumsi beberapa makanan tertentu setelah behel dipasang. Apa saja makanan yang harus Anda hindari saat menggunakan behel? Simak informasinya di bawah ini! 

Makanan yang menjadi pantangan setelah pasang behel 

Terdapat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari agar behel tidak sudak dan makanan tidak tersangkut di antara celah gigi yang tidak bisa dijangkau. 

Di bawah merupakan daftar makanan yang harus hindara ketika menggunakan behel: 

Buah- buahan dan sayuran keras 

Meskipun buah-buahan dan sayuran merupakan sumber vitamin yang sangat berguna bagi tubuh, namun Anda perlu memperhatikan jenis buah dan sayur yang akan Anda konsumsi setelah memasang behel. 

Buah-buahan dan sayuran yang keras sangat tidak baik bagi behel Anda, hal tersebut dapat mengubah lengkungan kawat behel Anda dan bisa memecah bagian tertentu pada behel. 

Iklan dari HonestDocs
Orthodenti ( Kawat Gigi) di Tooth's Kingdom Dental Care

Orthodenti (kawat gigi) merupakan prosedur untuk merapikan gigi

Istock 503875046 %281%29

Beberapa buah yang harus Anda hindari untuk sementara adalah apel, pir, wortel, brokoli, bengkuang, serta buah dan sayuran yang masih dalam keadaan mentah. 

Anda bisa mengukus buah dan sayur di atas terlebih dahulu agar teksturnya berubah menjadi lebih lunak apabila Anda tetap ingin mengonsumsinya. 

Daging merah 

Setelah memasang behel, daging merah merupakan salah satu makanan yang harus Anda hindari. 

Meskipun memliki manfaat bagi kesehatan, daging merah memiliki banyak serat kasar yang membuat daging tersebut menjadi sulit untuk di kunyah dan mudah terselip pada celah gigi Anda. 

Daging merah yang keras ketika dikunyak akan menimbulkan rasa ngilu dan membuat kawat behel disekita geraham menjadi longgar. 

Anda bisa mengonsumsi makanan lain yang mempunyai manfaat seperti daging merah seperti daging ayam, ikan, sumber protein nabati berupa tahu dan tempe. 

Iklan dari HonestDocs
Orthodenti ( Kawat Gigi) di Tooth's Kingdom Dental Care

Orthodenti (kawat gigi) merupakan prosedur untuk merapikan gigi

Istock 503875046 %281%29

Apabila Anda tetap ingin mengonsumsi daging merah, pastikan Anda mendapatkan bagian daging yang rendah lemak dan lembut. Kemudian, potonglah daging dalam bentuk yang lebih kecil sebelum diolah. 

Kacang, biji-bijian, dan bulir utuh 

Ukuran yang kecil dan tekstur yang keras pada kacang, biji-bijan menyebabkan gigi mengunyah dengan terpaksa dan akan meningkatkan risiko bengkoknya kawat behel. 

Hal ini akan membuat posisi gigi berubah kearah yang tidak semestinya. Inilah mengapa Anda tidak sarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan di atas saat behel sudah terpasang. 

Bulih utuh juga harus Anda hindari karena mempunyai ukuran yang kecil yang bisa dengan mudah terselip pada celah behel dan sulit untuk dikeluarkan. 

Bulir utuh tersebut seperti gandum, biji rami, dan biji chia. Alternatif lain agar Anda tetap bisa mendapatkan manfaat dari makanan diatas adalah dengan mengonsumsi kacang dalam bentuk selai atau biji-bijian yang sudah dihaluskan. 

Makanan kenyal dan lengket 

Selain permen, makanan yang mempunyai tekstur kenyal dan lengket juga merupakan makanan yang menjadi pantangan selama Anda menggunakan kawat gigi. 

Makanan dengan tekstur tersebut sangat mudah menempel diantara celah behel dan sulit untuk dibersihkan. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada permukaan behel dan gigi. 

Jenis makanan yang mempunyai tekstur lunak seperti keju juga dapat menempel behel Anda karena menjadi lengket saat di kunyah. 

Oleh karena itu, cermatlah dalam memilih keju yang akan dikonsumsi untuk menghindari risiko menempelnya keju pada behel dan celah gigi. 

Setelah memasang behel, Anda harus memperhatikan kebersihannya dari sisa-sisa makanan, karena gigi yang dipasangi behel sangat rentan mengalami pembusukan. 

Pembusukan inilah yang menjadi alasan mengapa behel harus di rawat dengan benar dan memilih makanan yang tepat untuk dikonsumsi. 

Adanya batasan dalam mengonsumsi makanan tersebut, tidak berarti Anda tidak bisa mencicipinya sama sekali.

Anda bisa mencari alternatif lain seperti dengan memilih makanan yang mengandung nutrisi yang sama, atau membuat tektsturnya menjadi lebih lembut dengan cara dimasak terlebih dahulu agar tidak merusak kawat behel. 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Safe Eating With Braces: Foods to Eat and Foods to Avoid (https://orthodonticsaustralia.org.au/safe-foods-braces/)
Living with my brace - Oral Health Foundation (https://www.dentalhealth.org/living-with-my-brace)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app