Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

​Panhipopituitarisme: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.281.078 orang

Panhipopituitarisme merupakan suatu kelainan yang jarang sekali terjadi. Panhipopituitarisme disebabkan oleh kelenjar hipofisis yang mengalami penurunan produksi hormon tubuh. Kelenjar hipofisis secara normal membantu mengontrol sistem kerja tubuh. Panhipopituitarisme menyerang seluruh produksi hormon dari bagian kelenjar hipofisis, tetapi pada hipopituitarisme hanya menyebabkan berhentinya produksi beberapa hormon saja.

Kelenjar hipofisis adalah kelenjar dengan bentuk yang sangat kecil yang di dekat hipotalamus. Kelenjar hipofisis mengontrol sistem di dalam tubuh seperti suhu, air susu, tiroid, urine, dan berperan dalam pelepasan hormon produksi seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada laki-laki. Kelejar hipofisis akan mengantarkan pesan darigt;otak untuk memproduksi hormon dari aktifnya kelenjar hormon tersebut.

Kelenjar hipofisis memiliki fungsi menghasilkan hormon antara lain:

  • TSH (Thyroid Stimulating Hormone), berfungsi untuk merangsang kelenjar tiroid
  • FSH (Follicle Stimulating Hormone), dan LH ( Lutenizing Hormone) untuk mengatur kelenjar gonad
  • ACTH (Adreno Corticotropic Hormone)
  • LTH (Lactrogenic Hormone) berfungsi mengatur air susu
  • GNRH (Gonadotropin Releasing Hormone)
  • Oksitosin, sebagai kelenjar rahim dan susu
  • Vasopressin pada ginjal dan pembuluh darah

Penyebab Panhipopituitarisme

Penyakit langka ini dapat terjadi berkaitan dengan hipopituitarisme. Penyebab terjadinya Panhipopituitarisme antara lain:

  • Kongenital. Riwayat panhipopituitarisme yang terjadi sejak lahir yang disebabkan sebagai suatu komplikasi kelahiran.
  • Genetik. Abnormalitas hormon bersifat genetik seperti kallmann syndtom juga dapat memcu terjadinya panhipopituitarisme
  • Infeksi. Beberapa jenis infeksi seperi Mycobacterium tuberculosis, sifilis, dan beberapa jenis virus lainnya yang menyebabkan inflamasi otak seperti meningitis, ensefalitis, dan abses otak
  • Tumor. Adanya sel tumor yang menekan bagian otak dan jaringan di sekitar kelenjar hipofisis. Contohnya meningioma, glioma, dan kanker yang bermetastase
  • Kelainan pembuluh darah. Riwayat pendarahan
  • Radiasi. Riwayat kontak dari ridasi lingkungan dapat berefek pada perubahan hormon ACTH dan TSH. Radiasi akibat penatalaksanaa kasus tumor otak juga menjadi penyebab utama.
  • Kelainan autoimun

Gejala Panhipopituitarisme

Gejala yang dialami pada orang dengan panhipopituitarisme antara lain:

  • Gangguan penglihatan. Disebabkan oleh riwayat tumor otak yang menekan saraf optik
  • Mual muntah
  • Nyeri kepala. Biasanya disebabkan adanya tumor kelenjar hipofisis
  • Apopleksi. Rasa nyeri kepala yang disertai penglihatan ganda yang buram
  • Berat badan naik atau turun
  • Mudah merasakan dingin
  • Kulit kering
  • Nafsu makan menurun
  • Mudah merasa haus
  • Lambatnya pubertas
  • Penis pria yang kecil

Diagnosis Panhipopituitarisme

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit panhipopituitarisme antara lain:

  • Pemeriksaan fungsi saraf mulai dari reflek otot, koordinasi, dan pergeraka otot
  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksan toleransi insulin
  • Pemeriksaan kombinasi hormon
  • Pemeriksaan urine lengkap
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melihat secara jelas kondisi organ otak, pembuluh darah otak, dan kelenjar hipofisis
  • CT scan. Memberikan gambaran kondisi organ, tetapi tidak sedetil MRI.

Tatalaksana Panhipopituitarisme

Panhipopituitarisme adalah penurunan produksi seulurh hormon di dalam tubuh yang dapat menimbulkan keterbatasan pada fungsi tubuh. Salah satu tatalaksana yang tepat untuk memperbaiki fungsi hormon adalah mengobati sumber penyebab dari panhipopituitarisme.

  • Operasi. Operasi ditujukan pada adanya tumor pada otak yang memicu penenakanan kelenjar hipofisis sehingga produksi hormon menjadi terganggu
  • Terapi radiasi. Terapi radiasei juga berguna pada menghancurkan target sel tumor pada otak yang dapat menekan kelenjar hipofisis.
  • Terapi hormon. Terapi hormon dengan pbat-obatan membantu mengembalikan fungsi produksi hormon embal semula. Tujuan pemberian terapi seperti hormon replacement adalah untuk mengembalikan fungsi metabolisme tubuh. 

Pemberian terapi hormon replacement dimulai dari pemberian hormon-hormon penting yaitu:

  • Kortikosteroid pada defisit ACTH
  • Hormon testosterone gel dan injeksi
  • L-thyroxine pada defisit TSH
  • Estrogen Replacement Therapy
  • Intranasal desmopressin pada defisit hormon ADH

Dosis serta pemberian kombinasi obat baik sebelum operasi atau setelah operasi seluruhnya diberikan oleh dokter. Sistem tubuh tidak sepenuhnya pulih paska operasi. Kepatuhan obat terapi hormon sangat penting untuk mencegah efek samping serta kelebihan hormon.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit