HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Otomycosis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 5, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jul 28, 2019 Waktu baca: 2 menit

Otomycosis adalah penyakit telinga yang disebabkan oleh infeksi jamur. Otomycosis biasanya menyerang salah satu telinga saja, namun kadang juga keduanya baik telinga kiri maupun kanan.

Otomycosis beresiko muncul pada orang-orang yang tinggal didaerah hangat atau tropis. Otomycosis juga beresiko muncul pada seseorang yang hobi berenang, memiliki riwayat diabetes, atau memiliki kondisi medis dan kronis lainnya.

Gejala Otomycosis

Umumnya otomycosis akan muncul dengan gejala :

  • Rasa penuh pada telinga
  • Munculnya masalah pendengaran
  • Munculnya rasa gatal
  • Terjadinya peradangan, pembengkakan, dan kemerahan
  • Kulit terkelupas
  • Munculnya suara berdering di telinga
  • Keluarnya cairan dari telinga
  • Munculnya rasa sakit

Dari gejala di atas, ada satu gejala yang paling umum dialami, yaitu keluarnya cairan dari dalam telinga dengan  warna yang berbeda-beda, seperti putih, kuning, hitam, abu-abu, atau hijau.

Penyebab Otomycosis

Infeksi jamur adalah tersangka utama penyebab Otomycosis ini. Ada sekitar 60 spesies jamur yang mungkin bertanggung jawab atas infeksi ini termasuk Aspergillus dan Candida. Tak jarang bakteri juga bercampur dengan jamur jamur ini, sehingga membuat infeksi semakin sulit.

Otomycosis rentan terjadi pada seseorang yang tinggal di daerah tropis dan hangat, karena jamur dapat berkembang biak dengan baik di daerah ini. Jamur membutuhkan area yang lembab dan hangat untuk tumbuh.

Seseorang yang hobi berenang maupun berselancar dan olahraga air lainnya juga beresiko terkena Otomycosis ini. selain itu, seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, memiliki trauma atau cedera pada telinga, atau memiliki masalah kronis lainnya juga rentan terkena penyakit ini.

Mendiagnosa Otomycosis

Segera temui dokter jika telinga anda terasa sakit dan keluar cairan dari salah satu atau kedua telinga anda. Anda mungkin saja membutuhkan obat untuk mengatasi gejalanya, sehingga didapatkan diagnosis yang benar

Untuk mendiagnosa pasien yang dicurigai terkena Otomycosis, dokter akan mengumpulkan riwayat medis anda dan akan melakukan pemeriksaan fisik guna memastikan diagnosa. 

Mungkin saja digunakan otoscope sebagai alat bantu untuk melihat bagian dalam telinga. Bisa juga dilakukan tes dengan mengambil cairan yang keluar dan meneliti lebih lanjut cairan tersebut.

Pengobatan Otomycosis

Otomycosis sendiri dapat diatasi dengan melakukan beberapa perawatan, diantaranya:

  • Pembersihan

Dokter akan melakukan pembersihan telinga secara menyeluruh untuk menghilangkan penumpukan kotoran. Dokter mungkin saja menggunakan metode khusus untuk membersihkan telinga, sehingga tidak disarankan bagi anda untuk mencoba membersihkannya sendiri dirumah.

  • Obat Tetes Telinga

Obat tetes telinga seperti Clotrimazole atau Fluconazole mungkin saja dibutuhkan. Selain itu, asam asetat adalah obat yang paling umum untuk mengobati Otomycosis. Ikutilah saran dokter mengenai dosis dan jangka waktu penggunaannya.

  • Obat Oral

Ada beberapa infeksi jamur seperti Aspergillus yang mungkin saja resisten terhadap tetes telinga yang biasa, sehingga mungkins aja dibutuhkan obat oral seperti Itraconazole (Sporanox). Pasien bisa juga diresepkan Acetaminophen (Tylenol) untuk mengurangi rasa sakit.

  • Obat Topikal

Obat topikal biasanya berupa salep atau krim yang dioleskan pada bagian luar telinga. Biasanya diresepkan jika jamur juga mempengaruhi bagian luar telinga seperti daun telinga.

Pencegahan Otomycosis

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi resiko terjadinya Otomycosis, diantaranya :

  • Menghindari menggaruk telinga bagian luar maupun dalam
  • Segera mengeringkan telinga setelah mandi
  • Menghindari masuknya air ke dalam telinga saat berenang atau berolahraga air
  • Hindari menyumpal atau meletakkan kapas pada telinga
  • hindari mengorek telinga dengan cotton bud terlalu sering

 


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app