Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Oscillopsia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.826.626 orang

Oscillopsia adalah gangguan penglihatan di mana objek tampak goyang, bergoncang, atau bergetar ketika objek itu benar-benar diam. Kondisi ini bermula dari gangguan penyelarasan bayangan mata, atau dengan sistem di otak dan telinga bagian dalam yang mengendalikan keseimbangan tubuh.

Penglihatan yang kabur dan tidak fokus memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai oscillospia, mari simak artikel berikut ini.

Apakah Penyebab Oscillopsia?

Penyebab Oscillopsia

Oscillopsia disebabkan oleh gangguan sistem saraf yang merusak bagian otak atau telinga bagian dalam yang mengontrol gerakan  bola mata dan keseimbangan tubuh.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kehilangan refleks vestibulo-okular (VOR). Refleks ini membuat mata Anda bergerak dalam koordinasi dengan rotasi kepala Anda. Jika VOR Anda tidak berfungsi, mata Anda tidak lagi bergerak seiring dengan pergerakan kepala Anda. Akibatnya, objek akan tampak melompat atau bergetar .

Penyebab hilangnya refleks vestibulo-okular (VOR) meliputi:

  • meningitis(radang selaput otak dan sumsum tulang)
  • kerusakan akibat obat-obatan seperti gentamisin (antibiotik)
  • kerusakan saraf di otak (cranial neuropathy)
  • cedera kepala parah

Kemungkinan penyebab lain oscillopsia adalah nystagmus. Nystagmus adalah kondisi yang menyebabkan mata Anda bergeser dari sisi ke sisi, atau melompat-lompat tidak terkendali. Nystagmus dapat mempengaruhi penglihatan, persepsi, koordinasi, dan keseimbangan Anda.

Nystagmus lebih sering terjadi pada penderita:

  • multiple sclerosis (penyakit autoimun)
  • pukulan
  • radang otak
  • tumor otak
  • cedera kepala
  • masalah telinga bagian dalam seperti penyakit Meniere
  • penggunaan obat-obatan tertentu, seperti lithium atau obat anti-kejang

Gejala Oscillopsia

Gejala utama osilopsia adalah pandangan tidak stabil. Objek yang Anda lihat seperti bergoyang atau bergetar. Penderita osilopsia seringkali mengalami gejala seperti ini:

  • penglihatan terhadap suatu objek tampak melompat, bergerak, goyah, atau berkilauan
  • penglihatan kabur
  • kesulitan fokus
  • penglihatan ganda
  • mual
  • pusing
  • vertigo, sensasi seperti ruangan berputar

Apakah Pengobatan Oscillopsia?

Diagnosis Oscillopsia

Untuk mendiagnosis oscillopsia, dokter akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan Anda. Dokter juga akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2
  • Kapan penglihatan Anda goyah? Hanya ketika Anda bergerak?
  • Apakah gejala Anda konstan, atau apakah mereka datang dan pergi?
  • Seperti apa penglihatan Anda, apakah itu bergetar, melompat, atau bergetar?
  • Apakah gejalanya pada satu mata atau kedua mata?

Pemeriksaan mata juga akan dilakukan untuk memastikan kondisi mata penderita. Selain pemeriksaan mata, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan neurologis untuk mendiagnosis masalah seperti multiple sclerosis. Tes ini dapat mencakup tes pencitraan seperti computed tomography (CT) scan dan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).

Oscillopsia dapat terkait dengan beberapa kondisi neurologis yang berbeda, termasuk:

  • Sklerosis multipel. Pada penyakit autoimun ini, sistem kekebalan menyerang dan merusak lapisan pelindung saraf di sekitarnya. Oscillopsia dapat menjadi efek samping dari kerusakan saraf.
  • Masalah telinga bagian dalam seperti penyakit Meniere. Kondisi seperti penyakit Meniere mempengaruhi telinga bagian dalam dan menyebabkan gejala seperti vertigo dan oscillopsia.
  • Vertigo. Gangguan yang mempengaruhi sistem vestibular dapat menyebabkan vertigo.
  • Nystagmus.

Pengobatan Oscillopsia

Pengobatan untuk kondisi ini akan berdasarkan pada faktor penyebab yang mendasarinya.  Jika nystagmus menyebabkan kondisi ini, obat-obatan seperti ini dapat membantu:

  • 4-aminopyridine (Ampyra), pengobatan multiple sclerosis
  • baclofen (Lioresal), relaksasi otot
  • carbamazepine (Tegretol) atau gabapentin (Neurontin), obat epilepsi (obat kejang)
  • clonazepam (Klonopin), obat anti-kecemasan
  • memantine (Namenda)

Mengenakan kacamata khusus atau lensa kontak dapat membantu mengurangi gangguan penglihatan Anda. Pilihan lain adalah dengan suntikan toksin botulinum (Botox)  ke dalam otot yang mengontrol gerakan mata Anda. Namun, suntikan Botox dapat membuat Anda sulit menggerakkan mata secara normal, dan efeknya cenderung hilang setelah beberapa minggu atau bulan.

Selain itu, latihan seperti ini dapat membantu Anda beradaptasi atau bahkan meningkatkan penglihatan Anda:

  • Gerakkan mata Anda perlahan ke atas dan ke bawah dan dari sisi ke sisi.
  • Tekuk kepala ke depan dan ke belakang, dan dari sisi ke sisi.
  • Bergerak dari posisi duduk ke posisi berdiri dengan mata terbuka dan tertutup.
  • Berjalan melintasi ruangan dengan mata terbuka dan kemudian ditutup.
  • Lempar bola dari satu tangan ke tangan lainnya.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit