Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Nyeri Kencing - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Aug 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 431.335 orang

Nyeri saat buang air kecil adalah istilah luas yang menggambarkan ketidaknyamanan selama buang air kecil. Nyeri ini dapat berasal dari kandung kemih, uretra, atau perineum. Uretra adalah tabung yang membawa urin ke luar dari tubuh Anda. 

Pada pria, area antara skrotum dan anus dikenal sebagai perineum. Pada wanita, perineum adalah area antara anus dan mulut vagina. Nyeri saat buang air kecil merupakan suatu kondisi yang sering terjadi. Rasa nyeri, terbakar, atau panas dapat mengindikasikan sejumlah kondisi medis.

Apa yang menyebabkan nyeri saat buang air kecil?

Nyeri saat buang air kecil adalah gejala yang sering terjadi dari infeksi saluran kemih (ISK). ISK dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bisa juga karena radang saluran kemih.

Uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal adalah organ yang membentuk saluran kemih Anda. Ureter adalah tabung yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Peradangan di salah satu organ ini dapat menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil.

Menurut Mayo Clinic, wanita lebih mungkin terkena infeksi saluran kemih daripada pria. Hal ini karena uretra wanita lebih pendek daripada uretra pada pria. Uretra yang lebih pendek berarti bakteri memiliki jarak yang lebih pendek untuk melakukan perjalanan untuk mencapai kandung kemih. Wanita yang sedang hamil atau menopause juga memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih.

Kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil pada pria dan wanita. Pria mungkin mengalami nyeri saat buang air kecil karena prostatitis. Prostatitis  adalah radang pada kelenjar prostat. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa seperti terbakar, panas, dan tidak nyaman.

Anda juga mungkin mengalami rasa nyeri saat buang air kecil jika Anda memiliki infeksi menular seksual (IMS). Beberapa kasus IMS yang dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil termasuk herpes genital, gonore, dan klamidia. Penting untuk melakukan skrining untuk infeksi ini, terutama karena seseorang dengan IMS tidak selalu memiliki gejala

Kebiasaan seksual tertentu akan menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi untuk mengalami IMS, seperti berhubungan seks tanpa kondom, atau berhubungan seks dengan banyak pasangan. Siapa pun yang aktif secara seksual harus diperiksa untuk melihat adanya infeksi menular seksual.

Penyebab lain dari nyeri saat buang air kecil adalah sistitis, atau radang selaput kandung kemih. Interstitial cystitis (IC) juga dikenal sebagai sindrom nyeri kandung kemih. Interstitial cystitis adalah jenis sistitis yang paling sering terjadi. 

Gejala IC termasuk rasa sakit dan nyeri di daerah kandung kemih dan daerah panggul. Menurut the National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), dokter tidak tahu apa yang dapat menyebabkan IC.

Dalam beberapa kasus, terapi radiasi juga dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil dan di kandung kemih. Kondisi ini dikenal sebagai radiasi sistitis.

Anda mungkin akan mengalami kesulitan buang air kecil jika Anda menderita batu ginjal. Batu ginjal adalah massa yang berasal dari bahan yang mengeras yang terletak di dalam ginjal.

Terkadang nyeri saat buang air kecil terjadi bukan karena infeksi. Bisa juga karena produk-produk yang Anda gunakan di daerah intim atau kemaluan. Sabun, lotion, dan mandi busa dapat mengiritasi jaringan vagina. Pewarna dalam deterjen dan produk perlengkapan mandi lainnya juga dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan nyeri saat buang air kecil.

Apa saja pilihan pengobatan untuk nyeri saat buang air kecil?

Dokter Anda mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengobati nyeri saat buang air kecil.

Obat Antibiotik dapat mengobati masalah ISK, prostatitis bakteri, dan beberapa infeksi menular seksual. Dokter Anda mungkin juga akan memberi Anda obat-obatan untuk menangani kandung kemih yang teriritasi. 

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Interstitial cystitis termasuk obat antidepresan trisiklik, pentosan polisulfat natrium (elmiron), dan asetaminofen (Tylenol) dengan kodein.

Nyeri saat buang air kecil karena infeksi bakteri biasanya dapat membaik dengan cepat setelah Anda mulai mengkonsumsi obat-obatan. Selalu konsumsi obat persis seperti yang diresepkan oleh dokter untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Nyeri yang terkait dengan Interstitial cystitis mungkin lebih sulit untuk diobati. Hasil dari terapi obat-obatan mungkin lebih lambat. Anda mungkin harus minum obat hingga empat bulan sampai Anda merasa lebih baik.

Bagaimana cara mencegah nyeri saat buang air kecil?

Ada beberapa pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan gejala-gejala Anda.

  • Jauhi deterjen dan perlengkapan mandi yang beraroma wangi untuk mengurangi risiko terjadinya iritasi.
  • Gunakan kondom selama aktivitas seksual untuk menjaga diri Anda aman dari IMS.
  • Ubah diet Anda dengan menghilangkan makanan dan minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih.

NIDDK mencatat bahwa ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa makanan dan minuman tertentu lebih cenderung mengiritasi kandung kemih Anda. Beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari termasuk alkohol, kafein, makanan pedas, buah-buahan, jus jeruk, produk berbahan tomat, dan pemanis buatan.

Anda juga harus menghindari makanan yang sangat asam untuk membantu menyembuhkan kandung kemih Anda. Cobalah untuk tetap dengan diet yang tawar atau hambar selama beberapa minggu saat Anda menerima pengobatan medis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit