Menyikapi Gejala Usus Buntu Kronis

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 23, 2020 Waktu baca: 3 menit
Menyikapi Gejala Usus Buntu Kronis

Penyakit usus buntu yang sering muncul tanpa disadari ini terkadang sangat mengkhawatirkan dan menyebabkan penderitanya harus menjalani operasi pengangkatan usus buntu secara mendadak. Radang usus buntu atau apendisitis sendiri dibagi menjadi dua tipe, yaitu radang usus buntu akut dan radang usus buntu kronis. 

Radang usus buntu kronis merupakan kondisi yang bisa terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, bisa dalam hitungan minggu hingga tahun. Ketika seseorang mengalami radang usus buntu kronis, maka usus buntunya akan tersumbat oleh feses, benda asing, kanker, atau infeksi yang mengakibatkan pembengkakan. Meskipun demikian, penyebab utama dari radang usus buntu kronis ini masih belum jelas informasinya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Terdapat beberapa penelitian yang menghubungkan apendisitis kronis dengan timbulnya radang atau sumbatan dalam jangka waktu yang cukup lama. Di lain pihak, ada juga yang mengatakan bahwa masalah yang terjadi pada aktivitas saraf usus buntu yang menjadi pemicu terjadinya radang usus buntu. Berbeda dari radang usus buntu akut, radang usus buntu kronis sering memiliki gejala yang ringan sehingga sulit untuk diidentifikasi keberadaannya.

Baca juga: 6 Fakta Menarik tentang Sistem Pencernaan

Karena kesulitan dalam mendiagnosa kondisi ini, radang usus buntu kronis terkadang tidak dapat ditangani dengan baik. Maka dari itu, penting untuk mengetahui apa saja gejala dari radang usus buntu kronis agar dapat segera diatasi sebelum kondisi menjadi semakin parah.

Gejala radang usus buntu kronis

Sebagian besar penderita penyakit usus buntu biasanya mengalami radang usus buntu akut dan hanya beberapa persen saja yang terdiagnosa menderita radang usus buntu kronis. Saat seseorang menderita apendisitis kronis, maka gejala yang terjadi dapat berupa rasa sakit pada perut bagian kanan bawah yang juga disertai dengan rasa mual, diare, lelah, lemas, penurunan nafsu makan dan demam.

Meskipun gejala di atas dapat dideteksi melalui pemeriksaan, penderita radang usus buntu kronis terkadang hanya merasakan sakit perut biasa yang tidak spesifik. Hal inilah yang membuat dokter sulit untuk memastikan apakah pasien menderita apendisitis kronis atau penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih, kista ovarium, iritasi usus, hingga penyakit Crohn yang memiliki gejala hampir serupa.

Prosedur pemeriksaan radang usus buntu kronis

Jika saat pemeriksaan, kondisi tubuh terdiagnosa menderita radang usus buntu kronis, maka akan dilakukan pemeriksaan fisik disertai tes penunjang menggunakan darah dan tes urine, USG, rontgen dengan barium enema, CT scan, dan MRI terhadap organ pencernaan. Tes pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu memastikan diagnosis yang ada dan mencari penyebab dari nyeri perut yang dirasakan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Untuk mengatasi penyakit radang usus buntu kronis biasanya pasien akan menjalani prosedur operasi pengangkatan usus buntu yang mengalami peradangan atau disebut apendektomi. Akan tetapi, prosedur pengangkatan usus buntu yang meradang ini tidak selalu bersifat darurat. Pemberian obat antibiotik dan antinyeri guna mengatasi kondisi radang usus buntu kronis biasanya juga dilakukan oleh dokter.

Yang harus diwaspadai saat mengalami apendisitis kronis 

Pengobatan radang usus buntu kronis harus dilakukan dengan segera guna menghindari berbagai macam komplikasi. Jika dibiarkan, maka apendisitis kronis bisa menimbulkan banyak masalah, seperti radang usus buntu akut, usus buntu pecah, peritonitis, infeksi dalam aliran darah (bakteremia), gagal ginjal dan sepsis (infeksi di seluruh tubuh). 

Berikut beberapa ciri radang usus buntu kronis yang bisa berakibat fatal bagi tubuh, antara lain: 

  1. Sakit perut yang parah
  2. Pembengkakan pada perut
  3. Demam tinggi 
  4. Mual dengan atau tanpa muntah 

Apabila telah merasakan beberapa gejala di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin. Karena ketika radang usus buntu kronis dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan, maka nyawa bisa menjadi taruhannya. Oleh sebab itu, mengenali gejala radang usus buntu kronis dan melakukan pemeriksaan ke dokter menjadi hal penting agar apendisitis tidak membahayakan kesehatan Anda.

Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah Anda terkena radang usus buntu kronis karena penyakit ini sering muncul tiba-tiba. Meskipun radang usus buntu bukanlah suatu penyakit yang bisa dicegah, namun Anda masih bisa mengurangi risiko terkena penyakit radang usus buntu kronis dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti sayur dan buah.

Baca juga: Cara Meningkatkan Bakteri Baik Dalam Saluran Pencernaan

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WARREN R, BALLANTINE HT. CHRONIC APPENDICITIS: RESULTS AFTER APPENDECTOMY FOR RECURRENT PAIN IN RIGHT LOWER QUADRANT OF THE ABDOMEN. JAMA. 1941;117(12):994–997. doi:10.1001/jama.1941.02820380016005. JAMA Network. (Accessed via: https://jamanetwork.com/journals/jama/article-abstract/250961)
Is It Irritable Bowel or Your Appendix?. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/ibs-or-appendicitis-4047424)
Nathoo, Sunina MD; Tansel, Aylin MD Untreated Chronic Appendicitis Resulting in Bacteremia and Liver Abscesses: A Case of Lingering Abdominal Pain, American Journal of Gastroenterology: October 2017 - Volume 112 - Issue - p S1533-S1534. LWW Journals. (Accessed via: https://journals.lww.com/ajg/Fulltext/2017/10001/Untreated_Chronic_Appendicitis_Resulting_in.2861.aspx)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app