Memilih Rokok Elektrik untuk Berhenti Merokok? Keliru Besar!

Dipublish tanggal: Mei 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Memilih Rokok Elektrik untuk Berhenti Merokok? Keliru Besar!

Kebanyakan orang, khususnya kalangan anak muda, cenderung lebih memilih rokok elektrik dengan alasan ingin berhenti merokok. Namun tahukah Anda? Bahwa untuk rokok elektrik pun juga memiliki kandungan zat nikotin yang mana hal ini sama saja dengan rokok biasa. 

Selain mengandung zat nikotin, rokok elektrik pun juga memiliki kandungan zat adiktif yang harus diperhatikan dengan baik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Cara kerja rokok elektrik ini menggunakan baterai yang sengaja didesain seperti rokok biasa pada umumnya. Rokok elektrik dilengkapi dengan cartridge yang diisi dengan cairan yang mengandung perasa, nikotin maupun jenis zat kimia lainnya. Uap yang dihasilkan ini berasal dari pemanas yang mengubah cairan tersebut. 

Meskipun rokok elektrik tidak menghirup banyak karbon monoksida dan kadar tar yang tidak sebanyak seperti rokok biasa, namun bukan berarti rokok elektrik aman untuk Anda gunakan.

Apabila Anda menggunakan rokok elektrik sebagai cara menghentikan kebiasaan merokok Anda, tentunya hal ini salah besar. Untuk mengetahui penjelasannya, coba Anda melihat efek samping yang akan Anda terima seperti ulasan yang ada di bawah ini:

Asap yang dihasilkan

Rokok elektrik memiliki kandungan asap yang berbahaya, oleh karena itu rokok yang sering kali disebut sebagai vaping ini tidak dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menggantikan rokok biasa. Hal ini dikarenakan kadar nikotin yang dihasilkan oleh rokok elektrik ini terhirup oleh paru-paru. 

Melalui paru-paru itulah yang menjadikan asap rokok tersebut masuk ke dalam tubuh.

Rokok elektrik tidak hanya memiliki kandungan berupa zat nikotin saja, akan tetapi juga berupa racun yang berdosis tinggi seperti zat adiktif. Kandungan nikotin pada rokok inilah yang akan mempengaruhi bagian sistem saraf, otak, maupun jantung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Memunculkan penyakit baru

Penyakit baru yang cukup membahayakan dapat bersumber dari penggunaan rokok elektrik. Semakin tingginya dosis nikotin, maka akan membuat detak jantung semakin meningkat dan tekanan darah pun juga akan semakin meningkat. Hal inilah yang dapat menimbulkan kelainan pada detak jantung. 

Hal lain yang lebih fatal yaitu dapat menimbulkan kematian.

Menimbulkan kecanduan

Para pengguna rokok elektrik merasa lebih kecanduan terhadap kandungan nikotin. Apabila keinginan untuk mengkonsumsi nikotin tidak terpenuhi, maka hal ini dapat menimbulkan depresi, mudah terpancing amarah, lelah dan menimbulkan penyakit medis yang lainnya.

Itulah bahaya dari rokok elektrik yang harus Anda perhatikan dengan sebaik mungkin dan bisa untuk Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum Anda beralih ke rokok elektrik. Perlu untuk Anda ketahui, bahwa untuk nikotin adiktif sangatlah membahayakan bagi kesehatan tubuh. 

Untuk itu, agar Anda tidak mendapatkan efek sampingnya, jangan pernah mencoba menggunakan vaping atau rokok elektrik.

Apabila Anda ingin menghentikan kebiasaan merokok Anda, maka rokok elektrik tidak dapat dijadikan sebagai solusinya. Solusi yang tepat untuk Anda lakukan yaitu dengan mengunyah permen karet nikotin ketika Anda ingin merokok.

Ada banyak cara yang dapat untuk Anda lakukan dalam menghentikan kebiasaan merokok Anda. Namun sayangnya, kebiasaan merokok masih saja menjadi hal yang susah dihilangkan, khususnya bagi anak muda yang selalu ingin tampil keren dan kekinian. 

Penggunaan rokok vaping pun juga seringkali dijadikan sebagai salah satu cara untuk terlihat gaul. Bahkan banyak anak muda memiliki anggapan bahwa rokok vaping dapat dijadikan sebagai cara untuk menghilangkan kebiasaan merokok, padahal hal ini salah besar.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Electronic cigarettes: Not a safe way to light up. Mayo Clinic. (Accessed via: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/quit-smoking/in-depth/electronic-cigarettes/art-20204330)
InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Smoking: E-cigarettes: An alternative to tobacco, or a quitting aid? 2017 Aug 24. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK453108/)
Simonavicius, E., McNeill, A., Arnott, D., & Brose, L. S. (2017). What factors are associated with current smokers using or stopping e-cigarette use?. Drug and alcohol dependence, 173, 139–143. https://doi.org/10.1016/j.drugalcdep.2017.01.002. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5380653/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app