Memahami Siklus Menstruasi Normal

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jul 5, 2019 Waktu baca: 5 menit
Memahami Siklus Menstruasi Normal

Menstruasi atau haid merupakan siklus bulanan yang normalnya terjadi pada setiap wanita. Dimulai dari usia remaja, wanita akan mengalami proses menstruasi hingga pada masa di mana menstruasi akan berhenti ketika wanita mengalami menopause. Tetapi para wanita sudah mengetahui apa yang terjadi pada tubuh ketika menstruasi?

Memahami cara kerja menstruasi pasti akan memudahkan Anda dalam menjalani hari-hari ketika menstruasi tiba. Karena siklus menstruasi adalah bagian dari cara tubuh mempersiapkan kemungkinan kehamilan di setiap bulannya. Dengan Anda mengetahui cara kerja menstruasi maka ini akan memudahkan Anda dalam mempersiapkan proses kehamilan maupun ketika ingin menghindari terjadinya kehamilan.

Apa itu menstruasi?

Siklus menstruasi adalah istilah yang dapat memudahkan Anda mengetahui jadwal menstruasi Anda, umumnya siklus menstruasi normal terjadi sebulan sekali. Menstruasi terjadi karena lapisan rahim telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terjadinya proses kehamilan sehingga menjadi lebih tebal dan lebih kaya di pembuluh darah.

Tetapi jika kehamilan tidak terjadi, lapisan tebal yang berisikan darah ini akan luruh dan disertai dengan perdarahan. Hal inilah yang disebut menstruasi. Menstruasi normal umumnya terjadi selama 3-8 hari dengan lamanya waktu antar periode menstruasi setiap bulannya adalah sekitar 21-35 hari.

Siklus menstruasi sendiri dikendalikan oleh beberapa hormon yang kompleks dan diproduksi oleh dua struktur di otak (kelenjar hipofisis dan hipotalamus) bersama dengan ovarium. Beberapa hormon yang mempengaruhi fase menstruasi dalam siklus menstruasi adalah hormon estrogen, hormon progesteron, hormon gonadotropin (GnRH-Gonadotropin-Releasing Hormone), hormon pelutein (LH-Luteinizing Hormone), dan hormon perangsang folikel (FSH-Follicle Stimulating Hormone).

Berikut gambaran umum dari siklus menstruasi:

Hari 1-5

Hari pertama perdarahan menstruasi dianggap sebagai hari pertama dalam siklus menstruasi. Tetapi perdarahan menstruasi yang paling berat berada di dua hari awal menstruasi.

Hari 6-14

Hari-hari setelah perdarahan berhenti dalam  siklus menstruasi, lapisan rahim (endometrium) mulai siap untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan. Lapisan rahim menjadi lebih tebal dan diperkaya dalam darah dan nutrisi.

Hari 14-25

Di hari ke-14, telur akan dilepaskan dari salah satu ovarium dan memulai perjalanannya ke saluran tuba menuju rahim. Jika terdapat sperma pada tuba falopi, pembuahan mungkin saja terjadi. Maka sel telur yang telah dibuahi akan melakukan perjalanan ke rahim dan mencoba menempel pada dinding rahim.

Hari 25-28

Tetapi jika telur tidak dibuahi atau implantasi tidak terjadi, perubahan hormon yang menandakan rahim siap melepaskan selaputnya beserta dengan sel telur yang telah rusak.

Setelah 28 hari tersebut terlewati, siklus menstruasi akan dimulai kembali pada hari pertama perdarahan menstruasi terjadi. Siklus menstruasi sendiri juga meliputi 3 fase menstruasi.

Berikut 3 fase menstruasi:

1. Fase Menstruasi (Hari 1-14)

Fase menstruasi ini terjadi pada hari 1-14, di mana hari pertama perdarahan akan berwarna merah cerah dan akhir fase ini akan ditandai dengan ovulasi. Sementara itu, perdarahan menstruasi akan terjadi pada bagian awal fase ini bersamaan dengan ovarium untuk berovulasi kembali.

Kelenjar hipofisis yang terletak pada dasar otak akan melepaskan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) atau hormon perangsang folikel. Hormon FSH ini berguna untuk merangsang folikel memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Pada salah satu folikel akan terdapat sel telur matang yang berkembang, folikel yang matang tersebut akan menghasilkan hormon estrogen. Tingginya kadar estrogen akan merangsang produksi hormon GnRH (Gonadotropin-Releasing Hormone) dan menyebabkan kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon LH (Luteinizing Hormone).

2. Fase Pra Ovulasi dan Ovulasi (Hari 14)

Pelepasan telur yang telah matang terjadi pada fase menstruasi hari ke-14 sebagai hasil dari lonjakan LH (Luteinizing Hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone) pada hari sebelumnya. Setelah dilepaskan, sel telur akan memasuki tuba falopi tempat pembuahan terjadi jika terdapat sperma di dalamnya. Tetapi jika telur tidak dibuahi, sel telur akan hancur setelah lewat dari 24 jam. Setelah sel telur dilepaskan, folikel akan menutup dan disebut dengan corpus luteum.

3. Fase Pra Menstruasi (Hari 14-28)

Setelah pelepasan sel telur, kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) pada fase menstruasi luteal akan menurun, selanjutnya corpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron. Jika pembuahan terjadi, corpus luteum akan terus menghasilkan hormon progesteron untuk memperkuat lapisan endometrium. Tetapi jika pembuahan belum terjadi, corpus luteum akan hancur dan menyebabkan kadar progesteron menurun dan memberi tanda pada lapisan endometrium untuk mulai lepas.

Bagaimana perdarahan normal pada proses menstruasi seharusnya terjadi?

Sebagian wanita mungkin dapat mengalami perdarahan normal, tetapi tidak sedikit pula wanita yang harus mengalami periode menstruasi yang menyakitkan dan terjadi dalam waktu lebih lama. Tetapi hal tersebut juga dapat berubah seiring bertambahnya usia. Proses menstruasi umumnya berlangsung selama 3-8 hari dan akan berulang setiap bulannya setelah 21-35 hari yang dimulai dari hari pertama suatu periode hingga periode selanjutnya. 

Untuk mengetahui siklus menstruasi, Anda dapat mencatat kapan jadwal menstruasi mulai dan berakhir, apakah disertai dengan rasa sakit apa tidak. Lakukan secara berulang hingga beberapa periode menstruasi sehingga didapatkan hasil data yang cukup akurat untuk mengetahui siklus menstruasi Anda.

Jika menstruasi terjadi secara teratur setiap 21-35 hari, maka kemungkinan besar Anda akan mengalami ovulasi (pelepasan sel telur yang telah matang agar dapat dibuahi oleh sperma) secara teratur pula. Meskipun siklus menstruasi tidak teratur, tetapi Anda tetap dapat hamil. Hanya saja, pada dasarnya ovulasi yang teratur diperlukan untuk proses kehamilan.

3 Cara mengetahui tanda-tanda ovulasi

Selain pencatatan secara manual melalui kalender sederhana, ada 3 metode lain yang dapat membantu Anda mengetahui siklus menstruasi dan tanda-tanda ovulasi, yakni melalui pengujian lendir serviks, pemantauan suhu tubuh basal, dan serangkaian tes prediksi ovulasi.

1. Pengujian lendir serviks

Sel-sel yang melapisi saluran serviks (mulut rahim) akan mengeluarkan lendir dan konsistensi lendir ini akan berubah selama siklus menstruasi akibat hormon-hormon yang berpengaruh. Ketika memasuki masa subur, lendir akan membentuk konsistensi dan struktur yang memungkinkan sperma melakukan perjalanan menuju sel telur. Tetapi ketika sedang berada di masa tidak subur, lendir serviks akan bersifat lengket, keruh, dan tidak elastis. Perubahan jumlah dan sifat lendir serviks inilah yang dapat membantu memahami siklus ovulasi. 

Anda dapat menguji lendir serviks dengan memasukkan jari tangan yang sudah bersih atau menggunakan tisu toilet, lalu perhatikan lendir serviks yang menempel pada tisu atau tangan Anda.

2. Suhu tubuh basal

Suhu tubuh basal merupakan suhu tubuh terendah ketika Anda beristirahat, biasanya suhu tubuh basal diukur setelah bangun tidur dan umumnya suhu tubuh akan mengalami peningkatan. Metode suhu tubuh basal harus dilakukan setiap hari pada waktu yang sama.

Suhu tubuh basal dapat berubah berdasarkan kadar hormon dalam tubuh. Saat tubuh melepaskan sel telur, hormon tubuh dapat berubah dan akan mempengaruhi suhu tubuh basal. Jika suhu tubuh naik, maka kemungkinan Anda telah mengalami ovulasi dalam 12-24 jam sebelumya. Tetapi jika suhu tubuh tidak berubah dan menstruasi Anda tidak teratur, mungkin Anda tidak mengalami ovulasi.

3. Tes prediksi ovulasi melalui hormon LH (Ovulation test pack)

Salah satu cara mengetahui siklus ovulasi adalah dengan mengukur konsentrasi hormon LH (Luteinizing Hormone) pada urin melalui Ovulation test pack. Hormon ini memang berjumlah hanya sedikit dalam urin tetapi dapat meningkat dalam 24-48 jam sebelum ovulasi terjadi.

Jika produksi hormon LH mengalami peningkatan, itu menandakan masa ovulasi akan segera tiba dan menjadi waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual sehingga dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Periods and fertility in the menstrual cycle. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/periods/fertility-in-the-menstrual-cycle/)
Stages of Menstrual Cycle: Menstruation, Ovulation, Hormones, Mor. Healthline. (https://www.healthline.com/health/womens-health/stages-of-menstrual-cycle)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app