Manfaat Dark Chocolate

Dipublish tanggal: Okt 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Des 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Manfaat Dark Chocolate

Cokelat memang terkenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai jenis cokelat antara lain cokelat putih (white chocolate), cokelat susu (milk chocolate), dan cokelat hitam (dark chocolate).

Apakah Anda merupakan salah satu orang penggemar dark chocolate? Jika iya, maka pilihan Anda tidaklah salah karena dark chocolate merupakan salah satu jenis cokelat yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Berikut 7 manfaat mengonsumsi dark chocolate

Sebagai moodbooster

Dark chocolate memiliki kandungan senyawa phenylethylalanine yang membantu produksi hormon endorfin, yaitu hormon untuk membuat seseorang merasa bahagia dan meningkatkan mood. Selain itu, senyawa phenylethylalanine juga dapat menstimulasi sel otak sehingga dapat membuat Anda rileks dan resiko stress menjadi berkurang. 

Mencegah penyakit jantung

Dark chocolate juga mengandung berbagai senyawa antioksidan, di antaranya senyawa flavanols dan polifenol. Senyawa antioksidan tersebut dapat membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh dan mencegah terjadinya stress oksidatif. Stress oksidatif merupakan kerusakan pembuluh darah dan organ tubuh akibat gerakan radikal bebas yang labil dan tidak terkendali.

Apabila stress oksidatif terus terjadi, maka akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, kanker, Parkinson, Alzheimer, diabetes, hingga penyakit mata. Dengan mengonsumsi dark chocolate yang mengandung berbagai senyawa antioksidan, maka berbagai penyakit tersebut dapat dicegah.

Mencegah stroke

Selain phenylethylalanine, dark chocolate juga mengandung senyawa epicatechin. Senyawa epicatechin dapat melindungi Anda dari bahaya penyakit stroke. Selain itu, terdapat juga senyawa flavonoid dalam dark chocolate yang dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya stroke.

Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL)

Kandungan dalam dark chocolate seperti theobromine dan polifenol dapat mengurangi kadar kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) dan meningkatkan jumlah kolesterol baik atau HDL (High Density Lipoprotein). Menurut penelitian di tahun 2017, dengan mengonsumsi dark chocolate dalam 15 hari dapat meningkatkan jumlah HDL pada penderita HIV, namun jumlah LDL tidak berpengaruh. Tentu saja perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mengetahui kebenarannya.

Baca juga: Tips Menurunkan Kadar Kolesterol LDL dalam Darah

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Menurunkan tekanan darah

Kandungan flavanol dalam dark chocolate merupakan salah satu nutrisi utama yang sangat bermanfaat karena dapat menstimulasi terbentuknya nitrat oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga dapat memperlancar aliran darah dan menurunkan tekanan darah.

Pada salah satu penelitian di tahun 2015 menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang mengonsumsi 25 gram dark chocolate setiap hari selama 8 minggu akan memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi coklat putih atau white chocolate dalam jumlah sama.

Meningkatkan fungsi otak

Dengan mengonsumsi dark chocolate dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak dan membantu mencegah terjadinya penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer. Pada penelitian tahun 2018 didapatkan data bahwa kandungan senyawa flavanolsdalam dark chocolate dapat meningkatkan sifat neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk dapat memperbaiki diri sendiri terutama pada saat merespon luka maupun penyakit tertentu serta meningkatkan aliran darah ke otak menjadi lebih lancar.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat

Menurunkan kadar gula darah

Dengan mengonsumsi dark chocolate, ternyata dapat menurunkan resistensi insulin. Resistensi insulin merupakan kondisi saat sel-sel tubuh berhenti merespon hormon insulin. Resistensi insulin dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi secara tidak normal sehingga dapat menyebabkan prediabetes dan diabetes tipe 2. Pada penelitian tahun 2018, didapatkan data bahwa konsumsi 48 gram dari 70 % dark chocolate setiap hari dapat menurunkan kadar gula darah dan menurunkan resistensi insulin sehingga membantu mencegah diabetes. 

Dark chocolate memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, perlu diingat bahwa semua makanan yang dikonsumsi secara berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh. Maka, sebaiknya Anda tetap mengonsumsi dark chocolate dalam batas wajar dan tidak berlebihan.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
di Giuseppe, Romina & Donati, Maria & de gaetano, giovanni & Iacoviello, Licia. (2013). The Role of Dark Chocolate on Inflammation: A Bitter Taste for a Better Life. Bioactive Food as Interventions for Arthritis and Related Inflammatory Diseases. 371-378. 10.1016/B978-0-12-397156-2.00026-0. (https://www.researchgate.net/publication/282158800_The_Role_of_Dark_Chocolate_on_Inflammation_A_Bitter_Taste_for_a_Better_Life)
Torres-Moreno, Miriam & Tárrega, A. & Costell, Elvira & Blanch, Consol. (2012). Dark chocolate acceptability: Influence of cocoa origin and processing conditions. Journal of the science of food and agriculture. 92. 404-11. 10.1002/jsfa.4592. (https://www.researchgate.net/publication/51564244_Dark_chocolate_acceptability_Influence_of_cocoa_origin_and_processing_conditions)
Barrionuevo, Manoel. (2014). The Benefits of Dark Chocolate. (https://www.researchgate.net/publication/321062553_The_Benefits_of_Dark_Chocolate)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app