ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

L-Tyrosine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Des 11, 2020 Update terakhir: Des 11, 2020 Waktu baca: 2 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • L-tyrosine adalah asam amino non-esensial yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar L-tirosin pada penderita fenilketonuria (PKU);
  • Manfaat L-tyrosine juga dapat membantu menangani depresi hingga gangguan perhatian (ADD atau ADHD);
  • Dosis L-tyrosin juga akan disesuaikan dengan jumlah protein yang Anda dapatkan dari makanan setiap hari;
  • Efek samping L-tyrosine adalah mual, sakit kepala, heartburn, nyeri sendi, dan kelelahan;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan L-tirosin saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui;
  • Klik untuk mendapatkan L-tyrosine atau asupan gizi dan nutrisi lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

L-tyrosine adalah asam amino non-esensial yang berfungsi sebagai bahan penyusun protein dalam tubuh. Jenis asam amino ini juga dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan seperti daging, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, oat, dan gandum.

L-tirosin juga tersedia dalam bentuk suplemen untuk meningkatkan kadar L-tirosin pada penderita fenilketonuria (PKU). Asam amino ini juga telah digunakan untuk mengobati depresi atau gangguan perhatian (ADD atau ADHD), meskipun memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna membuktikan khasiat tersebut.

Mengenai L-Tyrosine

Golongan

Tanpa resep dokter

Kemasan

  • Tablet
  • Kapsul
  • Obat cair 

Kandungan

L-tyrosine

Manfaat L-Tyrosine

Beberapa orang memiliki kadar L-tirosin yang rendah dalam tubuh karena mengalami fenilketonuria (PKU). Pada penderita PKU, tubuhnya tidak dapat memproses fenilalanin, asam amino yang dibutuhkan untuk menghasilkan L-tyrosin.

Atas dasar itulah, suplemen L-tyrosine dapat digunakan untuk meningkatkan kadar L-tirosin pada penderita fenilketonuria. Selain itu, manfaat L-tirosin juga dapat membantu menangani depresi hingga gangguan perhatian (ADD atau ADHD).

Efek samping L-Tyrosine

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan L-tyrosine dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang

Sejumlah efek samping L-tirosin yang dapat terjadi antara lain:

  • Mual;
  • Sakit kepala;
  • Heartburn;
  • Nyeri sendi;
  • Kelelahan.

Reaksi alergi yang serius cukup jarang terjadi. Namun, waspadai jika muncul gejala alergi parah (anafilaktik) seperti:

  • Ruam;
  • Gatal atau bengkak (terutama di wajah, lidah, atau tenggorokan);
  • Pusing parah;
  • Kesulitan bernapas.

Bila itu terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis L-Tyrosine

Dosis L-tirosin bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Dosis L-tyrosin juga akan disesuaikan dengan jumlah protein yang Anda dapatkan dari makanan setiap hari. Perlu diketahui bahwa jenis asam amino ini hanyalah bagian dari perawatan dan rencana diet yang dibuat khusus oleh dokter maupun ahli gizi. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah guna memantau kadar hormon tiroid pasien. 

Hindari menambahkan atau mengurangi dosis obat maupun menggunakan obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Alih-alih menyembuhkan, tindakan demikian justru dapat meningkatkan risiko efek samping yang merugikan tubuh.

Interaksi L-Tyrosine

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. 

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan L-tirosin adalah sebagai berikut:

  • Levodopa;
  • Obat pengganti tiroid, seperti Synthroid dan Levothroid.

Kemungkinan ada obat lain yang juga dapat bereaksi dengan L-tyrosine, tapi belum dicantumkan dalam daftar di atas. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan L-tyrosine adalah sebagai berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu, terutama hipertiroid dan penyakit Grave;
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan L-tirosin saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui.

Artikel terkait:


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Drugs.com. L-Tyrosine. (https://www.drugs.com/mtm/l-tyrosine.html). 30 Maret 2020.
PeaceHealth. L-Tyrosine. (https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-2919008). 24 Mei 2015.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app