Cholesteatoma - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 5, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jul 28, 2019 Waktu baca: 3 menit

Telinga adalah salah satu indera yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tak hanya berfungsi untuk mendengar, namun telinga juga berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh. 

Salah satu gangguan telinga yang bisa saja terjadi adalah Kolesteatoma. Kolesteatoma menyebabkan penderitanya mengalami penurunan fungsi telinga, bahkan yang paling parah adalah rusaknya telinga secara permanen. Yuk kenali penyakit ini lebih dalam.

Apa itu Kolesteatoma?

Kolesteatoma sendiri sebenarnya adalah tumbuhnya tumor jinak yang berada di area telinga tengah. Penyakit ini mungkin saja terjadi akibat bawaan lahir, namun lebih sering dialami oleh seseorang yang berulang kali mengalami infeksi telinga tengah.

Kolesteatoma atau Kista epidermoid sendiri muncul akibat tumbuhnya kista disertai menumpuknya sel kulit mati yang disertai kotoran telinga dan lendir. Penumpukan ini yang membuat ukurannya semakin membesar, sehingga jika tak ditangani serius akan menghancurkan struktur tulang halus (tulang mastoid) yang ada pada telinga tengah. 

Fungsi pendengaran juga akan terganggu disertai gangguan keseimbangan tubuh dan penurunan fungsi otot wajah.

Penyebab Kolesteatoma

Selain infeksi telinga yang terjadi berulang, penyebab utama Kolesteatoma adalah terganggunya fungsi tabung eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan saluran hidung. 

Saat berfungsi orma, tabung eustachius akan menyamakan tekanan tekanan udara telinga luar dan dalam dengan membuka dan menutup. Namun, akibat infeksi fungsi ini terganggu. Selain itu, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan resiko terjadi Kolesteatoma, diantaranya:

  • Alergi
  • Flu dan pilek yang parah
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Infeksi Telinga Tengah

Kondisi diatas dapat menyebabkan produksi lendir lebih banyak, sehingga menumpuk di saluran eustachius. Tumpukan lendir beresiko membuat bakteri berkembang dan menyebabkan infeksi.

Kolesteatoma Pada Anak-Anak

Sangat jarang sekali ditemukan bayi yang dilahirkan dengan Kolesteatoma. Jika ada,ini dianggap sebagai cacat lahir. Kolesteatoma sendiri merupakan bawaan dan dapat terbentuk pada bagian telinga.

Gejala Kolesteatoma

Gejala Kolesteatoma biasanya akan mulai terlihat saat lendir mulai ada di dalam telinga dan tumor tumbuh besar, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Jika lendir sudah benar-benar berada di telinga tengah, maka lendir akan keluar dari dalam telinga dengan bau yang tak sedap. Selanjutnya anda tidak dapat mendengar dengan baik akibat adanya tekanan pada telinga. 

Rasa gatal di area dalam telinga juga muncul disertai rasa pusing dan nyeri di belakang telinga.

Apabila ukurannya semakin besar maka akan mengakibatkan gangguan pendengaran pada penderitanya. pusing berputar-putar mungkin dirasakan apabila kolesteatoma menyerang organ keseimbangan pada telinga atau labyrinitis.

Komplikasi Jika Kolesteatoma Tidak Diobati

Jika masalah telinga ini tak segera mendapat penanganan, maka dapat menimbulkan masalah yang lebih parah akibat tumor yang semakin membesar.

Tumor yang tak kunjung diobati akan semakin membesar dan membuat penumpukan lendir pada telinga. Lingkungan inilah yang sangat cocok bagi bakteri untuk berkembang, sehingga telinga mudah terinfeksi.

Seiring waktu, terjadinya peradangan juga dapat menghancurkan struktur tulang pembentuk telinga tengah dan merusak gendang telinga. Kondisi inilah yang membuat telinga mengalami pembengkakan dan membuatnya beresiko mengalami tuli permanen.

Komplikasi Lainnya Termasuk :

  • Terjadinya infeksi kronis pada telinga
  • Pembengkakan telinga bagian dalam
  • Lumpuhnya otot wajah karena penekanan pada syaraf di otak
  • Meningitis yang merupakan infeksi otak yang berbahaya
  • Munculnya nanah pada otak (abses otak)

Mendiagnosis Kolesteatoma

Untuk menentukan apakah seseorang menderita Kolesteatoma, dokter akan menggunakan otoskop untuk memeriksa telinga bagian dalam. Melalui otoskop dokter dapat melihat struktur ruang telinga apakah ada jaringan yang tumbuh.

Jika memang diperlukan dokter mungkin akan menganjurkan CT Scan untuk memastikan bahwa tanda Kolesteatoma yang dilihat jelas. CT Scan juga dapat dilakukan jika pasien menunjukkan gejala tertentu seperti pusing, kelemahan pada otot wajah, dan sebagainya. 

CT Scan sendiri adalah tes pencitraan yang menangkap gambar melintang dari tubuh pasien. Tesnya sama sekali tidak sakit dan berguna untuk memvisualisasikan adanya tumor dengan lebih baik.

Mengobati Kolesteatoma

Jika pasien memang benar-benar sudah didiagnosis mengalami Kolesteatoma, maka jalan satu-satunya untuk mengatasi penyakit ini adalah melalui pembedahan. Tumor harus diangkat untuk mencegah terjadinya komplikasi lainnya.

Pasien akan diberi resep antibiotik dan tetes telinga untuk mencegah infeksi dan membunuh kuman. Selanjutnya pasien harus tetap memeriksakan diri untuk mengecek apakah tumor tumbuh kembali.

 


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app