Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kesehatan Anak

Ketika Anak Demam / Panas

Update terakhir: SEP 21, 2019 Tinjau pada SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.517.278 orang

Ketika Anak Demam / Panas

Ditengah malam mungkin Anda pernah menemukan kondisi anak demam dengan tanda-tanda wajahnya memerah, panas dan berkeringat. Ketika itu terjadi, apa yang anda lakukan? pergi ke dokter?

Pada anak-anak yang sehat, demam biasanya tidak menunjukkan sesuatu yang serius, meskipun demam tersebut bisa sangat menakutkan bagi anda. Demam itu sendiri seringkali merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Dan tidak semua demam harus diobati. Akan tetapi, demam yang tinggi dapat membuat anak tidak nyaman dan memperburuk masalah seperti dehidrasi bahkan kejang khususnya untuk anak dibawah 5 tahun.

Mekanisme terjadinya demam Bagaimana Panas atau demam bisa terjadi?

Demam atau panas pada tubuh terjadi ketika thermostat (pusat pengatur suhu tubuh) meningkatkan suhu tubuh diatas normal. Pusat pengatur suhu tubuh ini terletak di bagian otak yang disebut hipothalamus. Hipothalamus akan mengatur berapa selayaknya suhu tubuh seseorang (biasanya sekitar 37.5 ° C) dan akan mengirim pesan ke tubuh untuk tetap seperti itu.

Dalam sehari, kebanyakan orang akan memiliki suhu tubuh yang sedikit berubah-ubah: Biasanya sedikit lebih rendah di pagi hari dan sedikit lebih tinggi di malam hari dan dapat naik dan turun  sebanding dengan peningkatan aktivitas contohnya ketika anak-anak berlari-lari, bermain, dan olahraga.

Kadang-kadang, hipothalamus akan menetapkan suhu tubuh menjadi lebih tinggi ketika menanggapi suatu penyakit, infeksi, atau sebab-sebab lainnya. Kenapa? Para peneliti percaya bahwa suhu tubuh yang panas adalah cara tubuh untuk melawan kuman yang menyebabkan infeksi dan membuat tubuh tempat kurang nyaman bagi mereka (penyakit).

Hal-hal apa saja yang menjadi Penyebab Demam pada Anak ?

Sangat penting untuk diingat bahwa demam itu sendirinya bukanlah penyakit - biasanya merupakan gejala dari masalah yang mendasari demam tersebut.

Demam memiliki beberapa penyebab potensial, diantaranya:

Infeksi: Kebanyakan demam yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit lainnya. Demam membantu tubuh melawan infeksi dengan menstimulasi mekanisme pertahanan alami.

Memakai pakaian yang terlalu tertutup: Bayi, terutama bayi yang baru lahir, mungkin mengalami demam jika mereka dibedong terlalu rapat atau dalam lingkungan yang panas. Namun, demam pada bayi baru lahir dapat mengindikasikan infeksi serius.

Imunisasi : Bayi dan anak-anak kadang-kadang mendapatkan demam ringan setelah mendapatkan vaksinasi. Demam tersebut normal terjadi dan merupakan suatu kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI). Beberapa vaksin yang menyebabkan demam diantaranya vaksi DPT dan Pneumococcus.

Tumbuh Gigi : Meskipun gigi dapat menyebabkan naiknya suhu tubuh, itu mungkin bukan penyebabnya jika suhu anak lebih tinggi dari 100 ° F (37,8 ° C).

Kapankah demam menjadi masalah yang serius? Di masa lalu, dokter menyarankan mengobati demam atas dasar temperatur saja. Tapi sekarang mereka sarankan mempertimbangkan baik suhu dan kondisi keseluruhan anak.

Anak-anak yang memiliki suhu lebih rendah dari 102 ° F (38,9 ° C) sering tidak memerlukan pengobatan kecuali mereka tidak nyaman. Ada satu pengecualian penting untuk aturan ini: Jika Anda memiliki bayi 3 bulan atau lebih muda dengan suhu rektal  100,4 ° F (38 ° C) atau lebih tinggi, hubungi dokter atau segera pergi ke UGD. Bahkan, sedikit demam bisa menjadi pertanda infeksi yang berpotensi serius pada bayi yang sangat muda.

Jika anak Anda antara 3 bulan sampai 3 tahun dan mengalami demam dengan suhu 102,2 ° F (39 ° C) atau lebih tinggi, hubungi dokter untuk melihat apakah ia perlu memeriksanya.

Demam ini mungkin bukanlah masalah serius, jika anak Anda:

  •     Masih tertarik untuk bermain
  •     Makan dan minum dengan baik
  •     Waspada dan tersenyum pada Anda
  •     Memiliki warna kulit normal
  •     Terlihat baik ketika suhu turun

Dan jangan khawatir terlalu banyak tentang seorang anak dengan demam yang tidak mau makan. Hal ini sangat umum dengan infeksi yang menyebabkan demam. Untuk anak-anak yang masih minum dan buang air kecil secara normal, tidak makan sebanyak biasanya adalah OK.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit