Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Pemeriksaan

Kenali Apa Tujuan Dari Urinalysis Dalam Dunia Medis

Update terakhir: NOV 13, 2019 Tinjau pada NOV 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.533.505 orang

Tahukan kamu pemeriksaan laboratorium selain pemeriksaan darah lengkap yang paling sering dilakukan? Ya benar, tes urin. Tes urin atau yang lebih dikenal dengan urinalisis adalah tes yang sangat umum yang dapat dilakukan untuk memeriksa kandungan suatu zat tertentu pada urin.

Urinalisis bisa dilakukan di banyak tempat perawatan kesehatan, termasuk kantor dokter, fasilitas perawatan darurat, laboratorium, rumah sakit, dan bahkan di rumah.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tes urinalisis dilakukan dengan cara mengumpulkan sampel urin dari pasien ke dalam cangkir spesimen. Biasanya urin yang diambil hanya sekitar 30-60 mL. Sampel urin yang sudah diambil dari pasien, dapat dianalisis di klinik medis atau dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

Urinalisis pada umumnya mudah dilakukan dan relatif murah. Tes ini juga merupakan tes sederhana dan dapat memberikan banyak informasi bermanfaat tentang berbagai penyakit dan kondisi kesehatan lainnya.

Beberapa dokter menyebut urinalisis sebagai "biopsi ginjal untuk orang miskin" karena banyaknya informasi yang dapat diperoleh tentang kesehatan ginjal atau penyakit organ dalam lainnya dengan menggunakan tes sederhana ini.

Urin dapat dievaluasi berdasarkan tampilan fisiknya (warna, kekeruhan, bau, kejernihannya) evaluasi berdasarkan tampilan fisiknya juga disebut sebagai analisis makroskopik.

Selain analisis makroskopik, urin juga dapat dianalisis berdasarkan sifat kimia dan molekulernya, yang lebih dikenal dengan pemeriksaan mikroskopis.

Pada kondisi apa saja biasanya seorang dokter meminta Anda melakukan Urinalisis?

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Evaluasi medis rutin atau menilai kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tes urin bisa saja disarankan oleh dokter untuk pemeriksaan kehamilan rutin, menilai kondisi pasien sebelum operasi atau sebelum masuk rumah sakit, pemeriksaan umum tahunan, skrining adanya penyakit ginjal, tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes mellitus, dan penyakit hati.
  • Menilai gejala penyakit tertentu seperti darah dalam urine, demam, nyeri pinggang, sering buang air kecil atau terasa nyeri saat melakukannya, sakit perut, sakit punggung, atau gejala kemih lainnya.
  • Mendiagnosis kondisi medis seperti radang ginjal, protein dalam urine, kerusakan otot, gangguan ginjal berupa batu dan infeksi ginjal, gula darah atau diabetes yang tidak terkendali, dan infeksi saluran kemih.
  • Memantau perkembangan penyakit dan respons tubuh terhadap pengobatan yang dijalani, misalnya pada pasien penderita penyakit diabetes, kerusakan dan infeksi ginjal, penyakit saluran kemih, lupus, dan tekanan darah.
  • Mengetahui adanya zat atau obat tertentu dalam air seni seseorang, misalnya pada atlet, pelajar/mahasiswa, pegawai kantoran, pecandu, dan lain-lain. Tes ini dapat mendeteksi adanya zat berbahaya opiate, benzodiazepine, barbiturate, phencyclidine, ganja, metamphetamine, amphetamine, kokain.
  • Tes kehamilan. Tes urine untuk menentukan kehamilan dapat dilakukan sendiri dengan membeli alat tes yang dijual bebas di apotik, atau dilaksanakan dengan aturan medis dokter/rumah sakit.

Hal apa saja yang bisa diperiksa pada pemeriksaan urin?

Ada beberapa hal yang diperiksa pada pemeriksaan urin, dari penampakan fisiknya yang meliputi warna,volume,pH hingga kandungan kimia dan bakteri yang terkandung di dalamnya. Untuk lebih jelasnya akan dibahas sebagai berikut:

1. Pemeriksaan makroskopik urin

Pemeriksaan makroskopik artinya, pemeriksaan urin hanya dengan mata telanjang dan pengamatan secara langsung tanpa menggunakan mikroskop. Pemeriksaan makroskopik urin meliputi:

  • Dilihat dari volume urin dapat menunjukkan gejala poliuri (volume kencing berlebih) atau oliguri (volume kencing terlalu sedikit).
  • Warna urine umumnya dipengaruhi oleh komposisi urin baik dari segi volume maupun kandungannya. Jika kuning pekat kemungkinan volume urin yang terlalu sedikit atau bisa juga dipengaruhi oleh kandungan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.
  • Dilihat dari kekeruhan urin normal umumnya jernih, jika urin keruh, maka kemungkinan adanya batu pada saluran kencing.
  • Nilai pH urine normal antara 4,7 – 7,5 dengan rata-rata 6. Jika urine terlalu asam maka kemungkinan terjadi peradangan saluran kencing atau infeksi.

2. Pemeriksaan mikroskopik

Pemeriksaan mikroskopik diperlukan untuk mengamati sel dan benda berbentuk partikel lainnya. Banyak macam unsur mikroskopik dapat ditemukan baik yang ada kaitannya dengan infeksi (bakteri, virus) maupun yang bukan karena infeksi misalnya perdarahan, disfungsi endotel dan gagal ginjal. Adanya darah dalam urin mengindikasikan infeksi atau batu saluran kemih. Adanya nitrat mengindikasikan terjadinya proses infeksi. Beberapa batu seperti kalsium dapat terdeteksi dalam pemeriksaan mikroskopik urinalisis.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3. Analisa dipstick

Dipstick adalah strip reagen berupa strip plastik tipis yang ditempeli kertas seluloid yang mengandung bahan kimia tertentu sesuai jenis parameter yang akan diperiksa. Urine Dip merupakan analisis kimia cepat untuk mendiagnosa berbagai penyakit.

Uji kimia yang tersedia pada reagen strip umumnya adalah : glukosa, protein, bilirubin, urobilinogen, pH, berat jenis, darah, keton, nitrit, dan leukosit esterase.

  • Pemeriksaan glukosa (gula) Pada keadaan normal tidak ditemukan glukosa disalam urine. Karena ukuran molekul yang besar, maka glukosa tidak akan melewati sistem penyaringan ginjal. Jika glukosa ditemukan pada urin, kemungkinan seseorang mengidap penyakit diabetes.
  • Pemeriksaan protein Seperti halnya glukosa, ukuran molekul protein yang besar, umumnya tidak dapat melewati sistem penyaringan ginjal, namun pada reaksi gagal ginjal akut, kemungkinan protein albumin akan ditemukan di urin.

Pemeriksaan Makroskopik-Mikroskopik Urin Dikenal pemeriksaan urin rutin dan lengkap. Yang dimaksud dengan pemeriksaan urin rutin adalah pemeriksaan makroskopik, mikroskopik dan kimia urin yang meliputi pemeriksaan protein dan glukosa.

Sedangkan yang dimaksud dengan pemeriksaan urin lengkap adalah pemeriksaan urie rutin yang dilengkapi dengan pemeriksaan benda keton, bilirubin,urobilinogen, darah samar dan nitrat.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini
tujuan pemeriksaan urine ph urin tujuan pemeriksaan urin tujuan tes urine