Kaitan Sindrom Turner dengan Kemandulan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit

Sindrom turner adalah gangguan medis yang menyerang 1 dari 2500 perempuan. Merupakan kondisi gangguan susunan kromosom. Normalnya anak perempuan terlahir dengan dua buah kromosom X, sedangkan anak perempuan dengan gangguan sindrom turner hanya memiliki satu kromosom X.

Kondisi hilangnya jumlah kromosom menimbulkan efek yang bervariasi. Selain memiliki panjang tubuh yang pendek, juga kerap menimbulkan cacat tulang, gagal jantung, hingga masalah ginjal. Tidak berfungsinya indung telur merupakan salah satu dampak dari tidak seimbangnya jumlah kromosom.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Tidak mampunyai tubuh untuk memproduksi hormon-hormon yang dibutuhkan alat-alat reproduksi membuat pengidapnya menjadi infertile atau tidak subur. Walau begitu tidak menutup kemungkinan bagi pengidap sindrom turner untuk memiliki keturunan. Dini ini dunia medis memungkinkan pendonoran embrio untuk membantu proses terjadinya kehamilan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kemungkinan kehamilan ialah:

Suntik hormon pertumbuhan

Biasanya dilakukan semenjak usia dini dan seiring bertambahnya usia ditambahkan pula dosisnya.

Terapi penggantian esterogen

Mulai dilakukan pada usia 12 tahun untuk merangsang pertumbuhan payudara. Sedangkan hormon esterogen dan progesteron dimulai sedikit demi sedikit untuk menstimulasi siklus haid.

Pemeriksaan kesehatan secara teratur amat penting. Setelah perawatan medis yang tepat dan dukungan dari orang-orang  terdekat memungkinkan wanita dengan sindrom turner untuk menjalani hidup normal, sehat dan bahagia.  

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Karnis, Megan. (2012). Fertility, pregnancy, and medical management of Turner syndrome in the reproductive years. Fertility and sterility. 98. 787-91. 10.1016/j.fertnstert.2012.08.022. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/231610712_Fertility_pregnancy_and_medical_management_of_Turner_syndrome_in_the_reproductive_years)
Gruccio Paolucci D, et al. Turner syndrome: Care of the patient ― Birth to late adolescence. Pediatric Endocrinology Reviews. 2017;14:454.
Culen C, et al. Care of girls and women with Turner syndrome: Beyond growth and hormones. Endocrine Connections. 2017;6:R39.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app