Infeksi HIV - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 361.421 orang

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang mematikan yang hingga kini belum ada obatnya. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini bersifat mematikan dan belum ada obatnya. 

Jika positif terinfeksi, penderita biasanya diberikan obat antiretroviral. Obat ini tidak dapat membunuh virus, hanya memperlambat kerja virus tersebut. Dengan memperlambat waktu pertumbuhan virus, maka penyakit HIV juga diperlambat.

Pada tahap awal infeksi virus ini, gejala umum tidak terlalu tampak, sehingga tidak diketahui meski telah terinfeksi. Padahal, dengan diagnosis sejak awal dan penanganan yang tepat, HIV tidak akan menjadi AIDS. 

AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada fase ini, tubuh sudah tidak mampu melawan infeksi si virus. Ini gejala HIV yang mungkin muncul ketika seseorang mulai terinfeksi HIV.

Demam 
Tanda utama tubuh terinfeksi virus adalah demam. Demam yang dimaksud adalah demam mencapai 39oC. Umumnya demam ini disertai dengan gejala ringan lain, seperti kelelahan, kelenjar getah bening membengkak, serta sakit tenggorokan. Waspadai jika demam diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelelahan 
Kelelahan merupakan salah satu respon inflamasi dari sistem kekebalan tubuh yang terinfeksi virus. Kelelahan bisa jadi merupakan tanda awal maupun tanda lanjutan dari infeksi HIV.

Pegal,
nyeri otot dan sendi Hampir sama dengan infeksi virus lain, gejala HIV akan memunculkan nyeri pada persendian, nyeri pada otot, serta kelenjar getah bening.

Sakit tenggorokan dan sakit kepala 
Sakit tenggorokan dan sakit kepala memang gejala terinfeksi virus biasa dan kadang disepelekan. Namun, jika merasa memiliki risiko tinggi terhadap HIV, tak ada salahnya melakukan tes HIV.

Ruam kulit 
Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV akan terkena masalah kulit. Ruam dan gatal adalah gejala yang umumnya muncul. Kemudian, kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari dan mudah teriritasi. Ruam bisa tampak seperti bintil-bintil kemerahan dan kulit menjadi sangat bersisik atau terlalu kering.

Mual, muntah, diare 
Gejala yang tampaknya sepele ini muncul pada 30-60 persen dari orang yang terinfeksi. Gejala mual, muntah, diare juga kadang muncul sebagai implikasi dari terapi antiretroviral. Diare yang tidak berhenti dan tidak merespon obat juga dapat dianggap sebagai indikasi.

Batuk kering dan pneumonia 
Batuk kering yang berkepanjangan bisa jadi tanda pertama jika seseorang terkena infeksi HIV. Batuk dapat berlangsung terus-menerus selama setahun dan semakin parah. 

Infeksi ini termasuk jenis infeksi oportunistik, yang sebenarnya tidak mengganggu jika sistem kekebalan tubuh berlangsung dengan baik. Infeksi lain yang mungkin menyerang termasuk pneumonia.

Keringat malam 
Keringat di malam hari adalah gejala dari tahap awal infeksi HIV. Meski sedang tidur atau tidak sedang melakukan aktivitas fisik, keringat berlebihan di malam  hari bisa saja pertanda tubuh sedang terinfeksi.

Perubahan pada kuku 
Warna kuku dapat menjadi indikator kesehatan seseorang. Pada orang yang terinfeksi HIV, terjadi perubahan kuku seperti membelah, penebalan, dan kuku melengkung. Terjadi pula perubahan warna menjadi hitam atau coklat berupa garis. Biasanya hal ini terjadi karena infeksi jamur.

Infeksi Jamur
Karena sistem kekebalan tubuh menurun, maka tubuh mudah terinfeksi. Infeksi jamur merupakan salah satu infeksi karena penurunan kekebalan tubuh. Infeksi jamur selain dapat menjangkit di kuku, juga menjangkit mulut. Hal ini dapat memicu kesulitan menelan. Infeksi lain dapat pula menyerang organ kelamin, misal herpes.

Bingung atau sulit berkonsentrasi 
Kebingungan dan sulit konsentrasi adalah gejala terkait tanda kognitif. Selain itu, hal menyangkut saraf ini melibatkan masalah memori dan emosional. Perubahan motorik yang terjadi yaitu ceroboh, miskoordinasi anggota tubuh, atau masalah motorik halus lainnya.

Kesemutan dan kelemahan 
Infeksi tahap akhir HIV biasanya membuat mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Ini adalah tanda kerusakan awal pada saraf.

Gangguan siklus menstruasi
Risiko gangguan siklus atau ketidakteraturan menstruasi muncul pada infeksi tahap lanjut. Siklusnya akan menjadi lebih sedikit dan lebih jarang. Gangguan lain muncul, yaitu penurunan berat badan dan perubahan kesehatan yang memburuk pada perempuan.

Dengan mengetahui tahap awal dan menyadari tingginya risiko terinfeksi HIV, virus ini dapat dihambat perkembangannya. Stadium atau tahap lanjut dari infeksi ini akan membuat tubuh kehilangan sistem kekebalan tubuhnya. Sehingga, penyakit mematikan akan lebih mudah menyerang.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit