Infeksi Bakteri Pada Pankreas - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 478.279 orang

Peradangan pada pankreas disebut pankreatitis, bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah infeksi bakteri pada bakteri. Namun perlu diingat kedua hal ini bisa menyebabkan satu sama lain. Selain infeksi yang menyebabkan peradangan, bisa juga peradangan pada pankreas yang menyebabkan infeksi bakteri.

Hal ini terjadi karena pada saat terjadi inflamasi atau peradangan pada pankreas, banyak hal yang terjadi seperti trauma pada pankreas, sumbatan akibat batu yang menyebabkan aliran menjadi statik dan menyebabkan opportunistic infection.  

Bagaimana Pankreatitis menyebabkan infeksi bakteri?

Pankreatitis Akut adalah peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba, bisa bersifat ringan atau berakibat fatal. Secara normal pankreas mengalirkan getah pankreas melalui saluran pankreas (duktus pankreatikus menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

Getah pankreas ini mengandung enzim-enzim pencernaan dalam bentuk yang tidak aktif dan suatu penghambat yang bertugas mencegah pengaktifan enzim dalam perjalanannya menuju ke duodenum.

Sumbatan pada duktus pankreatikus (misalnya oleh batu empedu pada sfingter Oddi) akan menghentikan aliran getah pankreas. Biasanya sumbatan ini bersifat sementara dan menyebabkan kerusakan kecil yang akan segera diperbaiki. Namun bila sumbatannya berlanjut, enzim yang teraktivasi akan terkumpul di pankreas dan mulai membentuk pankreas pseudokista

Jika hal ini tidak ditangani, pseudokista yang terus membesar akan membentuk kista yang mana merupakan sarang bakteri. Enzim yang teraktivasi melebihi penghambatnya dan mulai mencerna sel-sel pankreas, menyebabkan peradangan yang berat.

Peradangan yang berat tentu saja akan mengganggu fungsi dan ketahanan dari organ pankreas, oleh karena itu, flora normal (bakteri yang umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan) yang terletak pada usus bisa menyebabkan infeksi pada pankreas karena posisinya yang berdekatan.

Jika hal ini terjadi, penting untuk Anda menghubungi dokter spesialis penyakit dalam untuk mengobati penyakit pankreatitis Anda untuk mengurangi resiko infeksi pada bakteri.  

Apa saja gejala pada Infeksi Pankreas?  

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, infeksi pada pankreas menyebabkan pankreatitis atau peradangan pada pankreas, oleh karena itu, gejala yang ditimbulkan oleh keduanya sama.

Hampir setiap penderita mengalami nyeri yang hebat di perut atas bagian tengah, dibawah tulang dada (sternum). Nyeri sering menjalar ke punggung. Kadang nyeri pertama bisa dirasakan di perut bagian bawah.

Nyeri ini biasanya timbul secara tiba-tiba dan mencapai intensitas maksimumnya dalam beberapa menit. Nyeri biasanya berat dan menetap selama berhari-hari. Bahkan dosis besar dari suntikan narkotikpun sering tidak dapat mengurangi rasa nyeri ini.

Pada awalnya, suhu tubuh bisa normal, namun meningkat dalam beberapa jam sampai 37,8-38,80 Celsius, hal ini terjadi karena adanya infeksi bakteri yang memicu tubuh untuk mengaktifkan sistem pertahanan, sehingga akan muncul demam.

Tekanan darah bisa tinggi atau rendah, namun cenderung turun jika orang tersebut berdiri dan bisa menyebabkan pingsan.

Kadang-kadang bagian putih mata (sklera) tampak kekuningan karena disebabkan oleh penyumbatan enzym dan disfungsi regulasi bilirubin. 20% penderita pankreatitis akut mengalami beberapa pembengkakan pada perut bagian atas.

Pembengkakan ini bisa terjadi karena terhentinya pergerakan isi lambung dan usus (keadaan yang disebut ileus gastrointestinal) atau karena pankreas yang meradang tersebut membesar dan mendorong lambung ke depan. Bisa juga terjadi pengumpulan cairan dalam rongga perut (asites).  

Faktor resiko terjadinya infeksi pada pankreas (Pankreatitis)

Batu empedu dan alkoholisme merupakan penyebab terbanyak dari pankreatitis akut (hampir 80%). Namun untuk infeksi bakteri pada pankreas, penyebabnya sedikit berbeda. Perlu diingat bahwa pankreatitis mungkin bisa menyebabkan infeksi bakteri dan mungkin juga tidak.

Oleh karena itu, tidak semua penyebab pankreatitis bisa menyebabkan infeksi bakteri pada pankreas. Beberapa keadaan lain yang kemungkinananya sangat besar bisa menyebabkan pankreatitis akut yaitu :

  • Kerusakan pankreas karena pembedahan atau endoskopi
  • Kerusakan pankreas karena luka tusuk atau luka tembus
  • Batu empedu
  • DIABETES
  • Penurunan sistem pertahanan tubuh pada penderita HIV/AIDS
  • Penyakit sistemik yang serius lainnya 

Bakteri penyebab infeksi pada pankreas
Banyak penelitian telah melaporkan hubungan antara bakteri patogen dan terjadinya Akut Pankreatitis. Bakteri apa saja yang berhubungan dengan terjadinya pankreatitis akut? Berikut akan dibahas lebih lanjut. 

  • Pneumonia Mycoplasma (Kuman penyebab paru-paru basah)  
  • Pada pertengahan tahun 70-an,Seorang ilmuwan pertama kali menggambarkan hubungan antara Mycoplasma pneumonia dan pankreatitis pada 9 dari 27 pasien (33%), dan diagnosis dikonfirmasi oleh tes serologis.
  • Leptospirosis (Infeksi akibat kotoran tikus)       
  • Hanya beberapa kasus yang dilaporkan dalam literatur menggambarkan hubungan antara leptospirosis dan Pankreatitis.

    Leptospirosis umumnya dikenal sebagai "demam kuning". Komplikasi pada leptospirosis termasuk gagal ginjal akut (95% kasus), gagal hati akut (72% kasus), kegagalan pernafasan akut (38% kasus), gagal jantung akut (33% kasus) dan Akut pankreatitis (25%) ).
  • Tuberkulosis (TBC)        
  • Infeksi tuberculosis Mycobacterium jarang menyebabkan AP; Namun dalam beberapa kasus ditemukan infeksi pankreas yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis.

    Diagnosis dapat dilakukan dengan menggunakan biopsi atau aspirasi jarum halus diikuti oleh kultur jaringan atau PCR untuk mendeteksi mikroorganisme dalam jaringan pankreas
  • Salmonella paratyphii     
  • Gastroenteritis berat atau peradangan pada saluran pencernaan dan gejala seperti tifoid adalah manifestasi yang paling umum dari salmonellosis Paratyphoid, tetapi hubungan kausatif antara organisme dan Pankreatitis jarang dilaporkan dalam literatur yang terbaru.

    Satu laporan kasus yang menggambarkan hubungan antara Salmonella paratyphi dan Pankreatitis, dilaporkan pada tahun 2015/
  • Bakteri lainnya    
    Kasus Pankreatitis karena bakteri gastrointestinal lainnya seperti Campylobacter jejuni, Yersinia enterocolitica, Yersinia pseudotuberculosis, Brucella, dan Nocardia. telah ditemukan dalam beberapa literatur.  

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit