Indinavir: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 17, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Mei 27, 2019 Waktu baca: 3 menit

Indinavir adalah termasuk obat golongan antibiotik. Indinavir merupakan obat pilihan untuk menangani kasus infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Mengenai Indinavir

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

-

Kandungan:

Golongan Inhibitor Protease

Apa manfaat dari obat Indinavir?

Indinavir merupakan obat pilihan dalam penyakit AIDS atau penyakit yang disebabkan oleh HIV dan merupakan obat yang dibeli hanya melalui resep dokter, sehingga kita pun sebagai konsumen harus bijak dalam menggunakan obat ini. 

Indinavir bekerja dengan cara menghambat protease atau yang disebut protease inhibitor. Dengan cara ini, obat ini akan menghambat pertumbuhan infeksi HIV untuk menginfeksi sel-sel lainnya yang ada di dalam tubuh sehingga dapat mempertahankan sistem imun tubuh, mencegah komplikasi serta memperbaiki kualitas hidup penderita AIDS. 

Agar manfaatnya berjalan dengan baik, Indinavir biasanya dikombinasikan dengan antibiotik lainnya.

Dosis Indinavir yang tepat untuk dikonsumsi

Sediaan Indinavir sendiri merupakan kapsul dan dikonsumsi tergantung dari keluhan serta usia pemakainya. Sediaan kapsul Indinavir terdapat pada 100 mg; 200 mg; 400 mg; 333 mg.

  • Infeksi HIV
    • Dewasa: 800 mg setiap 8 jam. Pengurangan dosis dapat dilakukan bila dikombinasikan dengan obat sejenis seperti delavirdine, itraconazole, ketokonazole dan rifabutin.
    • Anak >4 tahun: 500 mg/m² setiap 8 jam tanpa melebihi dosis dewasa.
  • Pada penderita gangguan fungsi hati sampai sirosis hati dapat diberikan 600mg setiap 8 jam

Penggunaan obat Indinavir harus menggunakan resep dari dokter, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter yang telah memeriksa Anda secara langsung sehingga mengetahui kondisi medis Anda. 

Saran kami, bila memang memiliki keluhan keluhan medis seperti diatas ataupun hal lainnya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bacalah petunjuk pada kemasan obat dan ikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat ini.

Efek samping Indinavir

Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Indinavir sendiri adalah:

  • Alergi seperti gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, lidah dan tenggorokan atau bahkan sampai pingsan. Segera cari bantuan medis bila Anda mengalami keluhan seperti ini
  • Gejala penyakit jamur
  • Nyeri berkemih
  • Gangguan hematologi seperti pucat, demam, urin gelap, kelemahan
  • Meningkatkan gula darah serta batu ginjal
  • Gangguan fungsi hati

Efek samping lain meliputi pusing, nyeri kepala, mual dan muntah, kehilangan napsu makan, penyakit kuning, nyeri perut serta gatal.

Tentunya tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut di atas, bila Anda merasa khawatir dalam penggunaan obat ini ataupun mengalami salah satu keluhan yang telah disebutkan di atas, konsultasikan keadaan medis Anda kepada tenaga medis atau dokter terdekat.

Pemakaian Indinavir untuk Ibu hamil dan ibu menyusui

Perlu diketahui bahwa penggunaan Indinavir untuk ibu hamil dan menyusui termasuk dalam kagetori C, yaitu studi pada binatang mengindikasikan adanya efek pada janin ataupun belum dilakukannya studi pada manusia, sehingga obat ini dapat digunakan hanya jika dirasakan bahwa manfaatnya akan lebih besar dibandingkan dengan efeknya kepada janin, saran kami hubungi dan konsultasikan kembali kepada dokter Anda bila Anda ingin mengonsumsi Indinavir dalam keadaan hamil atau menyusui.

Peringatan obat Indinavir dan overdosis yang bisa terjadi

Dalam menggunakan Indinavir, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan diperhatikan, seperti:

  • Dikarenakan efek samping yang bisa dibilang cukup banyak, berhati hati memberikan Indinavir pada penderita diabetes, gangguan fungsi hati, ginjal serta hiperlipidemia.
  • Penggunaan obat ini sebaiknya di awasi dengan ketat dengan cara kontrol rutin kepada dokter untuk memantau sekaligus memeriksakan apakah terapi berhasil.
  • Berhati-hati terdapat efek samping anemia yang bisa disebabkan oleh obat ini.
  • Harap beritahu dokter bila menggunakan obat – obatan lain selama terapi dengan Indinavir.
  • Perlu diketahui bahwa Indinavir bukan merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit akibat HIV, obat ini digunakan untuk mempertahankan sistem imun tubuh, mencegah komplikasi serta memperbaiki kualitas hidup penderita AIDS.

Gejala overdosis bisa berupa ketidaknyamanan pada ginjal serta saluran pencernaan seperti nyeri seluruh tubuh bagian samping, urin berdarah, mual, muntah serta diare. Keluhan tersebut biasanya baru akan muncul bila mengonsumsi Indinavir lebih dari 2400mg sehari. 

Segera cari bantuan medis bila Anda atau kerabat Anda mengalami keluhan seperti ini karena dibutuhkan penanganan segera.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Crixivan, IDV (indinavir) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. Medscape. (https://reference.medscape.com/drug/crixivan-idv-indinavir-342620)
Indinavir Uses, Side Effects & Warnings. Drugs.com. (https://www.drugs.com/mtm/indinavir.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app