Herpangina: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Sep 9, 2019 Update terakhir: Jan 19, 2020 Tinjau pada Okt 16, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apakah Herpangina itu?

Herpangina merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya lepuhan atau borok kecil di bagian belakang tenggorokan dan atap mulut. Herpangina yang termasuk dalam infeksi mulut dan tenggorokan biasanya terjadi pada anak-anak.

Infeksi Herpangina terjadi akibat sekelompok virus yang disebut enterovirus dan virus ini juga yang menjadi penyebab penyakit tangan-kaki-mulut (Hand-Foot-Mouth disease/HFM). Kedua kondisi tersebut sama-sama menyebabkan luka lepuh dan bisul, hanya saja lokasi luka biasanya berbeda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Infeksi akibat virus enterovirus sangat mudah menyebar dan menular terutama pada anak-anak usia 3-10 tahun karena antibodi yang belum terbentuk sempurna. Dalam kebanyakan kasus, Herpangina mudah diobati dan sembuh dengan cepat.

Mengenai Herpangina 

Penyebab Herpangina 

Ada beberapa jenis enterovirus penyebab Herpangina, yakni virus Coxcakie A, virus Coxcakie B, enterovirus 71, dan echovirus. Virus enterovirus ini dapat bertahan selama beberapa hari di luar tubuh, seperti di gagang pintu, mainan, ataupun pada alat mandi.

Herpangina dapat mudah menular selama 7 hari pertama setelah infeksi dan disebut juga dengan masa inkubasi. Kondisi Herpangina biasanya diagnosis berdasarkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.

Virus paling mudah menular melalui kontak pernapasan, seperti bersin dan batuk, serta kontak dari kotoran. Risiko Herpangina akan semakin besar jika anak-anak tidak terbiasa mencuci tangan secara teratur dan benar.

Gejala Herpangina

Gejala Herpangina bervariasi, namun berikut ini beberapa tanda atau gejala Herpangina yang biasa terjadi:

  • Demam tinggi
  • Sakit tenggorokan
  • Lecet atau luka berawarna abu dengan garis merah pada tenggorokan dan mulut
  • Kehilangan nafsu makan dan sulit menelan
  • Sakit kepala dan sakit leher
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kelelahan
  • Muntah

Karena mengalami sulit makan dan sulit menelan, hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak terkena dehidrasi.  Umumnya dehidrasi terjadi ketika kondisi sudah cukup parah dan menunjukkan beberapa tanda meliputi mulut kering, rasa haus yang meningkat, kelelahan, dan jarang buang air kecil. Untuk itu, perlu perhatian dan bantuan dari orang tua untuk mengatasi hal ini agar penyakit pada anak tidak bertambah parah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Walaupun Herpangina dan HFM disebabkan oleh virus yang sama dengan gejala yang juga hampir sama yakni diawali dengan munculnya demam tinggi dan sakit tenggorokan, lalu diikuti oleh munculnya luka pada mulut, tetapi yang membedakan Herpangina dengan HFM adalah lokasi luka yang berbeda. 

Jika Herpangina terjadi pada bagian belakang mulut, sementara HFM terjadi pada bagian depan mulut. Tak hanya pada bagian mulut, seperti namanya HFM (Hand-Foot-Mouth) dapat terjadi pula di bagian telapak tangan maupun telapak kaki anak-anak. Sementara Herpangina hanya akan terjadi pada bagian mulut atau tenggorokan saja.

Pengobatan Herpangina 

Untuk mengatasi Herpangina, cara paling utama yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan obat kumur, termasuk berkumur dengan air hangat dan garam, memperbanyak minum air putih, dan menghindari makanan asin. 

Virus enterovirus tidak dapat diobati dengan obat antibiotik ataupun obat antivirus, sehingga tujuan dari pengobatan Herpangina sebenarnya hanya untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mengelola gejala penyakit yang muncul hingga memasuki masa pemulihan yang biasanya terjadi setelah 7-10 hari.

Dalam mengatasi gejala Herpangina, pemberian obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen juga dapat membantu meredakan demam, sakit kepala, maupun nyeri pada mulut dan tenggorokan. 

Tetapi penggunaan obat-obatan sebaiknya tidak digunakan terutama pada anak-anak jika gejala masih dapat dikendalikan secara alami. Contohnya seperti aspirin, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Reye (kondisi pembengkakan pada otak dan kerusakan hati).

Selain itu, beberapa cara mengatasi Herpangina, meliputi:

  • Penggunaan anestesi topikal seperti krim dan gel yang dapat dioleskan untuk meredakan nyeri mulut dan tenggorokan
  • Minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi dan mencukupi cairan dalam tubuh
  • Berkumur dengan larutan air hangat dan garam untuk membantu meredakan sakit pada mulut dan tenggorokan
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi, seperti makanan panas, pedas, asin, gorengan maupun jeruk

Pencegahan Herpangina

Cara paling mudah untuk mencegah Herpangina adalah dengan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan benar. Anak-anak juga harus diajarkan untuk mencuci tangan terutama setelah menggunakan kamar kecil dan sebelum makan. 

Saat batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut untuk mencegah penyebaran virus dan segera cuci tangan. Selain itu, orang tua juga perlu menjaga kebersihan secara menyerluruh, termasuk di semua peralatan mandi, peralatan makan, mainan, maupun seluruh area di mana anak-anak sering beraktivitas. Hal ini dapat membantu mencegah virus menginfeksi anak Anda.


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Will, J. C., Yuan, K., & Ford, E. (2014, May 20). National trends in the prevalence and medical history of angina: 1988 to 2012. Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes, 7(3), 407-413 (http://circoutcomes.ahajournals.org/content/7/3/407.short)
Noelker, G., Cha, M. J., Pastore, G., Maruyama, M., Zimmer, K., Lemes, C., ...& Kettering, K. (2015, June 24). P1578 Validation of a novel implantable cardiac monitor for AF detection: the detect AF study results. Europace, 17(suppl 3), iii237-iii259 (https://academic.oup.com/europace/article/17/suppl_3/iii237/2483516/POSTER-SESSION-7)
JCS Joint Working Group. (2014). Guidelines for diagnosis and treatment of patients with vasospastic angina (Coronary Spastic Angina) (JCS 2013). Circulation Journal, 78. Retrieved from (https://www.jstage.jst.go.jp/article/circj/78/11/78_CJ-66-0098/_article)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app