ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

3 Gerakan Senam Otak Agar Tetap Rileks dan Fokus Seharian

Dipublish tanggal: Jul 3, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
3 Gerakan Senam Otak Agar Tetap Rileks dan Fokus Seharian

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Senam otak adalah gerakan sederhana untuk meningkatkan fungsi kognitif dan konsentrasi, melatih emosi, hingga menajamkan daya ingat.
  • Bukan cuma untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan saja, orang dewasa hingga lansia pun bisa merasakan manfaat senam otak.
  • Dari 26 gerakan senam otak, ada 3 gerakan yang mudah dilakukan untuk pemula, yaitu cross crawl, positive points, dan hook-ups.
  • Lakukan gerakan senam otak saat merasa stres, ingin tenang dan rileks, hingga butuh konsentrasi dan fokus dalam belajar atau bekerja.
  • Selain dengan gerakan senam, jaga kesehatan otak dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta minum vitamin & suplemen terbaik bila perlu.

Saat mendengar kata senam, mungkin yang terlintas di pikiran Anda adalah gerakan yang melibatkan seluruh tubuh dan aktif kesana kemari. Bagaimana dengan senam otak? Ya, otak ternyata juga perlu 'senam' supaya tetap fokus dan berfungsi secara optimal setiap hari. Lantas, yang jadi pertanyaan, seperti apa gerakan senam otak yang bisa dilakukan? Apakah serumit gerakan senam aerobik?

Manfaat senam otak

Senam otak adalah gerakan fisik sederhana yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam belajar, memproses informasi, dan mengelola daya ingat. Aktivitas ini pertama kali dikembangkan oleh ahli pembelajaran asal Amerika Serikat, Paul E. Dennison bersama istrinya, Gail E. Dennison.

Pada dasarnya, kegunaan senam otak mirip seperti aerobik atau jenis senam lainnya. Jika senam fisik dilakukan untuk menjaga kesehatan badan, maka senam otak berfungsi untuk menjaga kesehatan otak.

Senam otak dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif Anda. Bukan cuma untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan saja, orang dewasa hingga lansia pun bisa merasakan manfaat senam otak bila dilakukan secara rutin.

Gerakan-gerakan senam otak mampu meningkatkan koordinasi tubuh dan pikiran agar berjalan seirama. Hal ini bisa melatih fokus, konsentrasi, hingga menajamkan daya ingat. Jadi, Anda tak perlu lagi berpikir keras saat harus memecahkan masalah atau membaca informasi yang rumit. 

Baca Juga: Mengenal Bagian Otak dan Fungsinya Bagi Tubuh

Gerakan senam otak yang mudah dilakukan

Jika Anda berpikir bahwa gerakan senam otak itu sama aktifnya dengan senam aerobik, maka Anda salah besar. Pasalnya, gerakan senam untuk mendukung fungsi otak ternyata cukup sederhana, kok. Bahkan Anda bisa melakukannya sambil duduk dan bersantai.

Sebetulnya ada 26 gerakan senam otak yang dikenalkan. Akan tetapi, Anda cukup melakukan 3 gerakan dasar ini sebagai permulaan:

1. Cross crawl

Gerakan cross crawl berfungsi untuk meningkatkan koordinasi otak kanan dan kiri, juga tangan kanan dan kiri. Setelah melakukan gerakan ini secara rutin, otot-otot Anda akan bekerja seirama dan gerak tubuh pun semakin seimbang.

Begini cara melakukan senam otak dengan cross crawl:

  • Gerakan ini bisa dilakukan sambil duduk, berdiri, atau berbaring. Namun, usahakan untuk mengambil posisi berdiri tegak.
  • Buka kedua kaki selebar bahu.
  • Angkat lutut kanan sampai bersentuhan dengan siku kiri. Putar sedikit badan Anda ke arah kanan sambil melakukan gerakan ini.
  • Ganti dengan sisi sebelahnya.
  • Ulangi gerakan ini setidaknya 30 detik.

Lakukan cross crawl saat:

  • Anda sedang lesu dan ingin kembali bertenaga.
  • Akan melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi mata, telinga, dan gerakan secara bersamaan. Contohnya melihat sambil mendengarkan pelajaran, lalu mencatatnya di buku.
  • Ingin meningkatkan koordinasi tubuh.

2. Positive points

Positive points adalah gerakan senam otak yang dilakukan dengan teknik akupresur. Hal sederhana ini dapat membantu melepaskan stres emosional dengan meredam refleks 'fight-or-flight' (lawan atau lari) di otak.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

  • Letakkan jari Anda di atas bagian tengah setiap alis. Kemudian naik sampai ke tengah-tengah antara alis dan garis rambut. Anda akan merasakan sedikit tonjolan di positive points ini.
  • Letakkan 3 jari Anda di titik tersebut, lalu tutup mata. Jika anak Anda melakukan gerakan ini dan takut menutup mata, biarkan matanya tetap terbuka.
  • Tarik napas dalam-dalam, lalu buang perlahan. Lakukan 10 hitungan.
  • Lakukan gerakan ini berulang kali sampai pikiran terasa rileks. 

Lakukan positive points saat:

  • Merasa stres, penat, bingung, kecewa, marah, atau sedih.
  • Kapan pun Anda ingin lebih tenang dan rileks.
  • Ingin menghalau omongan atau energi negatif dari lingkungan sekitar.
  • Anak sedang di-time out, tantrum, atau menangis
  • Anak sedang ketakutan atau cemas akan menghadapi ujian.

Baca Juga: Sederet Makanan untuk Kecerdasan Otak Anak

3. Hook-ups

Gerakan senam hook-ups bisa membantu merilekskan sistem saraf pusat Anda. Pasalnya, gerakan demi derakannya dapat menghubungkan aliran listrik tubuh yang mengaktifkan otak kiri dan kanan. Hasil akhirnya, Anda akan lebih mampu mengendalikan pikiran dan emosi dengan lebih baik.

Begini cara melakukannya:

  • Gerakan ini bisa dilakukan sambil duduk atau berdiri. Pilih posisi yang nyaman.
  • Silangkan kedua tangan Anda di depan dada, tempelkan kedua telapak tangan, lalu jalin jari-jemari Anda.
  • Posisi pergelangan kaki kiri menyilang dengan pergelangan kaki kanan.
  • Tutup mata dan tarik napas dalam-dalam, lalu embuskan perlahan.
  • Tahan posisi ini selama 1 menit atau sesuai kemampuan Anda.

Lakukan hook-ups saat:

  • Merasa stres, penat, bingung, kecewa, sedih, atau marah.
  • Kapan pun Anda ingin lebih tenang dan rileks.
  • Kesulitan mengambil keputusan.
  • Butuh konsentrasi dan fokus dalam belajar atau bekerja.

Ketiga gerakan senam otak di atas sangat mudah dilakukan kapan pun dan di manapun. Dengan melakukannya secara rutin, maka sistem saraf pusat otak Anda jadi lebih rileks dan seimbang. Anda pun bisa melanjutkan pekerjaan dengan tenang dan fokus meski keadaan sedang genting.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
International Journal of Special Education. The Effect of Brain Gym on Academic Engagement for Children with Developmental Disabilities. (https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1029010.pdf). 2014.
Exceptionality. Is Brain Gym an Effective Educational Intervention? (https://www.researchgate.net/publication/42802004_Is_Brain_GymR_an_Effective_Educational_Intervention). Januari 2010.
Breakthroughs International. Reclaim the Joy of Living with the Brain Gym Program. (https://breakthroughsinternational.org/programs/the-brain-gym-program/).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app