Gatal Tanpa Bentol - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 251.614 orang

Rasa gatal dapat timbul pada seluruh bagian tubuh. Gatal dapat muncul tiba-tiba tanpa gejala awal sehingga menganggu aktivitas sehari-hari. Rasa gatal juga dapat menjalar dari satu daerah ke daerah tubuh lain yang semakin menyiksa karena keparahan tersebut.

Gatal yang kronis dapat menimbulkan resiko yang semakin parah pada kulit dan juga diakibatkan oleh trauma garukan. Terdapat banyak penyebab yang menimbulkan gatal tanpa disertai bentol atau ruam pada kulit yang perlu anda ketahui.

Gatal disebabkan adanya interaksi saraf pada kulit luar dan benda asing melalui reseptor nyeri yang terdiri dari polimodal nosiseptor dan pruritoseptor. Polimodal nonsiseptor merupakan serabut saraf yang merespon stimulus dari infeksi atau bahan kimia yang terpapar ke jaringan kulit.

Sedangkan puritoseptor mempengaruhi konsentrasi histamin sehingga menimbulkan rasa gatal. Aktivasi serabut saraf menghantarkan impuls ke serabut saraf sensoris menuju ke korteks serebri untuk diproses. Maka dengan cepat respon gatal akan terasa sehingga kita terus ingin menggaruk daerah gatal tersebut.

Penyebab dari kondisi ini 

  • Reaksi Alergi
    Beberapa orang memiliki alergi terhadap bahan tertentu seperti bahan pakaian, cairan, atau benda padat sekalipun. Bahan pakaian menjadi alasan utama munculnya gatal tanpa bentol karena gesekan yang terus menerus sehingga rasa gatal akibat alergi semakin menjadi.
  • Contoh bahan yang paling sering menyebabkan gatal karena alergi antara lain wol, linen, bahan bulu, kulit. Kosmetik juga dapat memicu gatal karena beberapa bahan kimia sebagai campuran kosmetik yang terpapar oleh kulit.
  • Serangga
    Tidak semua gigitan serangga dapat menyebabkan bentol dan gatal. Racun yang dikeluarkan dari sengatan serangga terkadang menimbulkan gatal dengan luka datar atau hanya kemerahan. Ini karena serangga memiliki pertahanan ekstra terhadap hewan lain.

  • Reaksi obat-obatan
    Obat-obatan juga menjadi biang munculnya gatal tanpa adanya bentol. Beberapa obat-obatan antara lain obat anti jamur, obat antibiotik, obat pereda nyeri, hingga berbagai macam obat minum atau obat salep kulit.

  • Eksim
    Eksim atau eczema merupakan peradangan kulit yang tidak menular dengan gejala gatal, merah, hingga radang. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan respon imunologis pada kulit sehingga menimbulkan rasa gatal pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini kerap muncul pada wanita di masa kehamilan.

  • Biang Keringat
    Mengeluarkan keringat justru menjadi suatu hal baik bagi tubuh. Tetapi keringat berlebihan yang tidak dibersihkan menimbulkan iritasi akibat kulit menjadi terlalu lembab dan sirkulasi udara tidak lancar. Kondisi ini muncul terutama olahraga dengan pakaian yang terus basah akibat keringat.

  • Tinea
    Tiena atau kurap sering muncul di daerah selangkangan akibat jamur. Kondisi ini disebabkan kelembaban yang berlebihan di daerah selangkangan sehingga muncul jamur yang berkembang sehingga menimbulkan gatal. Kurap sering ditemukan pad lipat paha dengan rasa gatal dan kulit menjadi bersisik.

  • Skabies
    Skabies merupakan penyakit kulit akibat gigitan tungau (Sacroptes scabiei). Gigitan tersebut menimbulkan luka pada kulit yang menimbulkan rasa gatal dan muncul bintik merah. Penyakit ini sangat menular terutama akibat berbagi tempat tidur dan pakaian bersamaan dengan penderita skabies.

  • Kulit kering
    Kulit kering disebabkan oleh banyak kondisi, misalnya akibat dehidrasi, usia, lingkungan, produk pelembab kulit, dan suhu dingin. Pada kulit yang kering akan timbul sel-sel yang kering, bergaris, dan dapat muncul sisik dan serpihan mengelupas.

  • Kondisi medis
    Penyakit yang diderita pada seseorang juga dapat menimbulkan rasa gatal walau tidak disertai adanya bentol. Penyakit tersebut antara lain gangguan ginjal, anemia defisiensi besi, leukemia, dan HIV.

  • Gangguan psikologis
    Stres menjadi penyebab lain yang mendominasi gejala gatal pada tubuh. Stres dapat memicu rasa cemas dan depresi sehingga terkadang mereka mengeluhkan rasa gatal tanpa diketahui penyebabnya.

    Respon emosional penderita memberikan efek stimulus sehingga mereka akan merasakan gatal pada sekujur tubuh. Gangguan psikologis tersebut terdiri dari gangguan obsesif kompulsif atau parasitofobia. Kondisi ini paling sering terjadi pada remaja dan orang dewasa. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit