Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Gangguan Kepribadian: Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 814.996 orang

Kepribadian merupaka watak, temperamen, emosional, kewajaran, hubungan interpersonal yang dibangun yang terbentuk dari anak hingga dewasa dini dan dipertahankan sepanjang masa. Kepribadian seseorang terbentuk antara faktor keturunan dengan pengaruh lingkungan sosialnya.

Gangguan kepribadian merupakan sekelompok kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh pola berpikir, perasaan, dan perilaku yang tidak fleksibel dan tidak sehat.  Gangguan kepribadian bila sudah terjadi minimal 3 bulan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Orang dengan gangguan kepribadian biasanya mengalami kesulitan bergaul dengan orang lain dan melakukan aktivitas sehari-hari. Orang dengan gangguan kepribadian umumnya percaya bahwa cara berpikir dan perilaku mereka benar-benar normal.

Namun, mereka cenderung memiliki pandangan yang sangat berbeda dari yang lain. Akibatnya, mereka mungkin merasa kesulitan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan keluarga. 

Perilaku dan sikap tersebut sering menyebabkan masalah dan keterbatasan dalam menjalankan suatu hubungan, interaksi dengan lingkungan sosial, lingkungan kerja atau sekolah

Perilaku tersebut juga dapat membuat orang dengan gangguan kepribadian merasa terisolasi, yang dapat berkontribusi terhadap depresi dan kecemasan.

Terdapat beberapa jenis gangguan kepribadian sebagai berikut:

  • Gangguan Kepribadian Paranoid. Gangguan ini memiliki kecurigaan  tidak wajar bahwa setiap orang akan menganiaya mereka.
  • Gangguan Kepribadian Skizoid. Kondisi ini cenderung menyebabkan seseorang menghindari interaksi sosial dan acuh tak acuh.
  • Gangguan Kepribadian Antisosial. Orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial sangat mengabaikan hak-hak dan perasaan orang lain, sering melakukan tindak pidana untuk keuntungan pribadi.
  • Gangguan Kepribadian Emosional tidak stabil. Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang memiliki emosi yang tidak stabil dan perubahan suasana hati.
  • Gangguan Kepribadian Histrionik. Kondisi ini ditandai dengan bertindak secara dramatis atau emosional yang berlebihan, biasanya sebagai upaya untuk menarik perhatian.
  • Gangguan Kepribadian Narsistik. Gangguan ini menyebabkan seseorang memiliki pandangan yang membesar tentang dirinya atau kepentingan mereka, seringkali dengan mengorbankan orang lain.
  • Gangguan Kepribadian  Menghindar. Orang-orang dengan gangguan ini seringkali sangat pemalu. Mereka sangat ragu untuk menghadapi orang lain untuk mengekspresikan perasaan mereka.
  • Gangguan Kepribadian Dependen. Orang yang memiliki gangguan ini mengalami kesulitan untuk aktif tanpa bantuan atau dorongan dari orang lain.
  • Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif. Gangguan ini memiliki karakteristik dorongan untuk terlibat dalam perilaku dan pola pikir yang berulang.

Penyebab Gangguan Kepribadian

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyebab gangguan kepribadian sampai saat ini masih tidak diketahui. Namun, diyakini bahwa munculnya gangguan kepribadian dapat dipicu oleh pengaruh genetik dan lingkungan, terutama trauma masa kecil.

Gangguan kepribadian cenderung muncul pada usia remaja atau dewasa. Gejalanya bervariasi tergantung pada tipe gangguan kepribadian tertentu. Pengobatannya biasanya termasuk terapi bicara dan mengkonsumsi obat untuk mengatasi gangguan tersebut.

Tanda dan Gejala Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian diklasifikasikan dalam tiga jenis perilaku: perilaku eksentrik, perilaku dramatis atau tidak menentu, dan perilaku cemas atau takut.

Gejala Emosional dari Gangguan Kepribadian

Gejala emosional dari gangguan kepribadian bervariasi antara gangguan dan mengekspresikan diri mereka ke tingkat yang berbeda pada setiap orang. Gejalanya dapat termasuk kontrol impuls yang buruk dan kecenderungan untuk penyalahgunaan zat.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala Fisik Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian dapat mempengaruhi pikiran, tetapi mereka dapat mendorong orang untuk mengabaikan kesehatan fisik mereka juga.

 Karena gangguan kepribadian sulit didiagnosis oleh seseorang yang tidak memiliki latar belakang medis, maka evaluasi kejiwaan yang terperinci biasanya diperlukan.

Cara mencegah terjadinya Gangguan Kepribadian

Sampai saat ini masih tidak diketahui cara yang tepat untuk mencegah gangguan kepribadian, tetapi gejala-gejala yang berkaitan mungkin dapat berkurang dengan pengobatan. Mencari bantuan segera setelah gejala muncul dapat membantu mengurangi gangguan pada orang dengan gangguan tersebut.

Cara mengobati Gangguan Kepribadian

Diagnosa

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima (DSM-5), adalah rujukan yang digunakan dokter dan spesialis kesehatan mental untuk membantu mendiagnosis suatu kondisi kesehatan mental. 

Setiap gangguan kepribadian memiliki kriteria yang harus dipenuhi untuk suatu diagnosis. Dokter akan mengajukan pertanyaan kepada Anda berdasarkan kriteria tersebut untuk menentukan jenis gangguan kepribadian. 

Gangguan tersebut juga harus menyebabkan kesulitan dan perburukan yang signifikan di setidaknya dua bidang berikut:

  • cara Anda memandang atau menafsirkan diri sendiri dan orang lain
  • cara Anda bertindak saat berhadapan dengan orang lain
  • kesesuaian respons emosional Anda
  • seberapa baik Anda bisa mengendalikan masalah

Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk menentukan apakah terdapat masalah medis yang menyebabkan gejala tersebut. Dokter juga dapat melakukan tes skrining untuk alkohol dan obat-obatan.

Pengobatan

Pengobatan gangguan kepribadian dapat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguan tersebut. Pengobatan mungkin dapat termasuk psikoterapi dan pemberian obat-obatan.

Psikoterapi

Psikoterapi, atau terapi bicara, dapat membantu dalam mengelola gangguan kepribadian. Psikoterapi dapat memberi pengetahuan tentang cara mengelola gejala dan perilaku yang mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah bentuk lain dari terapi bicara. Di CBT, terapis membantu mengenali dan mengganti keyakinan yang tidak sehat dan proses berpikir Anda. 

Terapis akan mendorong Anda untuk memeriksa dan menguji pikiran dan keyakinan Anda untuk melihat apakah pikiran tersebut memiliki dasar yang nyata. Terapis juga akan membantu Anda mengembangkan pemikiran alternatif dan pemikiran yang lebih sehat.

Obat-obatan

Tidak ada obat-obatan yang diakui untuk pengobatan gangguan kepribadian. Namun, beberapa jenis obat yang diresepkan dokter mungkin dapat membantu mengurangi berbagai gejala gangguan kepribadian, obat-obatan tersebut termasuk:

  • Obat antidepresan
  • Obat penstabil suasana hati
  • Obat antipsikotik
  • Obat anti-kecemasan

 


Referensi

Bressert, S. Psych Central (2017). Schizoid Personality Disorder.

Carey, E. Healthline (2016). Personality Disorder.

Collingwood, J. Psych Central (2016). The Benefits of Being an Introvert.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit