Flu Dan Alergi - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 15, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 156.688 orang

Apakah Anda tahu bagaimana membedakan antara Flu dan alergi? Sangat sulit untuk membedakan keduanya, kadang semua gejala batuk, pilek, bersin kita obati dengan cara yang sama. Tapi apakah penangan kita sudah sesuai tujuan?

Flu adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh Anda terhadap zat seperti serbuk sari atau bulu binatang peliharaan. Karena dua kondisi tersebut menyebabkan gejala yang sama, seperti Pilek dan hidung mampet, banyak orang menggap keduanya sama.

Penting untuk mengetahui penyebabnya, sehingga Anda dapat memberikan penanganan yang tepat untuk keduanya.

Mungkin anda Alergi jika

  • Hingus Anda bening atau encer
  • Hingus berwarna bening dan tidak mengental seperti pada saat terkena flu.
  • Mata Anda gatal atau encer
  • Sangat jarang memiliki mata gatal saat Anda flu.
  • Gejala Anda tetap sama
  • Dari hari ke hari gejala tidak aka memburuk, lain halnya dengan infeksi pada flu yang memiliki fase-fase tertentu.
  • Hidung anda sudah mampet selama lebih dari seminggu
  • Flu biasanya hilang dalam 7 sampai 10 hari, tapi alergi bisa berlangsung beberapa minggu atau lebih lama.
  • Gejala Anda muncul hanya pada situasi tertentu
  • Contohnya bersin-bersin hanya terjadi saat anda dekat dengan kucing, anjing atau hewan berbulu lainnya, atau saat musim-musim penghujan atau bahkan saat anda memasuki ruangan-ruangan tertentu.  

Mungkin anda Flu jika 

  • Anda menderita batuk, demam sub-febris, sakit kepala, atau sakit ringan
  • Ada lebih dari 200 virus flu, dan virus yang berbeda menimbulkan gejala yang berbeda. Walaupun sekilas tampak mirip, meski begitu, batuk, demam, dan pegal-pegal bukan masalah yang biasanya Anda temukan pada alergi.

    Biasanya seseorang yang batuk-batuk pada alergi disebabkan oleh gangguan lain seperti asma atau masuknya hingus ke saluran pernafasan.
  • Gejala Anda berubah setiap beberapa harinya dan mengalami peningkatan atau penurunan intensitas
  • Anda mungkin mulai dengan demam dan hidung tersumbat, kemudian mengalami sakit tenggorokan selama beberapa hari, atau terkena batuk atau sakit sinus sebelum sembuh. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, flu pada Infeksi akan memiliki fase-fase tertentu. 
  • Hingus Anda menjadi kuning, hijau, atau tebal
  • Sebagai tanda sel kekebalan tubuh melawan virus flu, mereka dapat membuat hingus Anda berubah warna atau tebal. 

Apa yang menyebabkan Alergi?

Ketika tubuh Anda bersentuhan dengan alergen, tubuh melepaskan histamin, yang merupakan bahan kimia alami yang melindungi tubuh Anda dari alergen.

Pada orang-orang dan waktu tertentu bahan kimia ini bisa menyebabkan tubuh kita menjadi “lebay” untuk menanganinya, sehingga respon tubuh kita yang lebay ini menimbulkan gejala-gejala seperti pilek, bersin, dan mata gatal. Selain serbuk sari pohon, alergen umum lainnya termasuk:

  • Serbuk sari rumput
  • Tungau
  • Debu
  • Bulu binatang
  • Air liur kucing

Secara garis besar ada 2 macam jenis alergi yakni alergi musiman dan alergi yang terjadi sepanjang tahun. Alergi musiman terjadi karena adanya faktor-faktor lain seperti musim penghujan sehingga suhu lebih dingin dari hari biasanya, atau musim tumbuhan berbunga, sehingga banyak serbuk sari yang bertebaran.

Sedangkan alergi sepanjang tahun disebabkan oleh allergen seperti bulu dan debu, yang bisa membuat alergi kapan saja.

Apa yang menyebabkan Flu?

Sering kali kita mendengar kenapa seseorang menderita flu dengan alasan :

  • Karena cuaca dan perubahan musim
  • Karena makan gorengan atau makan krupuk
  • Karena hujanKarena masuk angin akibat kipas angin atau naik kendaraan
  • Karena kecapekan dan kurang tidur
  • Karena naik sepeda motor
  • Karena minum es
  • Karena panas dalam udara dingin, berenang atau AC
  • Kena debu rumah, cebu bangunan atau bulu binatang

Alasan-alasan tersebut TIDAK TEPAT, mungkin hal-hal tersebut dapat memperparah gejala yang kita alami, namun bukan berarti hal-hal tersebut yang menjadi penyebab utama. Flu disebabkan oleh infeksi virus.

Ada ratusan jenis virus yang dapat menyebabkan flu, dan virus-virus ini masih terus berkembang sehingga walaupun bidang medis sudah sangat maju, masih ada saja virus flu yang sulit untuk diobati.  

Apakah penanganan keduanya sama? 

Penanganan Flu

Penanganan flu tidak bertujuan untuk membunuh virus tersebut, tujuan dari pengobatannya hanya berupa penanganan untuk meringankan gejala-gejala yang dialami. Berikut obat-obatan yang dapat dipilih untuk meringankan gejalanya:

  • Sirup obat batuk (obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah usia dua tahun)

  • Semprotan dekongestan (hanya digunakan selama beberapa hari - ini juga tidak disarankan untuk anak-anak)

  • Penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil)

  • Obat-obatan bantuan dingin multi-gejala (seperti DayQuil)

  • Pastikan Anda bertanya kepada dokter Anda sebelum minum obat flu yang dijual bebas di pasaran, terutama jika Anda minum obat resep atau jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

    Tidak ada obat flu yang harus digunakan untuk jangka waktu yang lama. Melakukan hal tersebut dapat menyebabkan efek samping, seperti kerusakan hati.
     

Ada juga penanganan yang dapat anda lakukan di rumah dan lebih aman dilakukan daripada pengobatan menggunakan obat-obatan yang memiliki efek samping. Berikut pengobatan di rumah yang bisa dilakukan :

  • Minum banyak air, jus, dan teh herbal (hindari kafein)

  • Menggunakan semprotan garam saline

  • Berkumur dengan air asin

  • Menggunakan humidifier (pelembab ruangan)

  • Antibiotik tidak bekerja untuk pilek, karena mereka adalah virus. Jika pilek berkembang menjadi infeksi pada sinus, mungkin antibiotik bisa digunakan. 

Penanganan Alergi

Tidak seperti flu yang penanganannya hanya berupa penanganan suportif, alergi memiliki penanganan yang definitive . Antihistamin (seperti Allegra, Benadryl, dan Zyrtec) cenderung menjadi pilihan pertama pada pengobatan alergi.

Obat ini bekerja dengan menghalangi reaksi histamin terhadap alergen, sehingga mengurangi gejala. Perlu diketajui bahwa beberapa antihistamin dapat menyebabkan kantuk, gunakan pada malam hari atau cari jenis anti histamine yang tidak meyebabkan kantuk jika ingin dikonsumsi saat beraktivitas.

Pada kasus yang lebih parah, dokter Anda mungkin meresepkan dekongestan untuk membantu meringankan hidung mampet akibat gejala alergi. Namun perlu diketahui jika dikonsumsi dalam jangka panjang, obat ini justru dapat memperparah hidung mampet. Dekongestan dijual dengan merek Sudafed, Mucinex, dan Claritin-D.  

Kesimpulan dari kedua penyakit ini

Walaupun gejala flu dan alergi mirip, 2 hal ini adalah suatu kondisi yang sangat berbeda, Sangat penting untuk membedakan keduanya sehingga anda dapat memilih penanganan yang tepat.

Setiap gejala alergi atau demam yang tidak membaik dengan pengobatan harus ditangani oleh dokter Anda untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi. Misalnya, infeksi sinus (sinusitis), bisa terjadi bila bakteri menyebabkan sinus menjadi terinfeksi.

Hal ini dapat disebabkan oleh flu atau alergi - yang keduanya menyebabkan lendir terbentuk di rongga sinus dan menciptakan sumbatan. 

Mereka yang menderita infeksi sinus kemungkinan akan diberi resep antibiotik untuk membantu melawan infeksi, begitu pula dekongestan untuk mengurangi gejala. Anda juga harus mencari bantuan medis jika Anda memiliki dahak berwarna atau demam tinggi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit