Flax: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Apr 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 274.905 orang

Flax adalah tanaman serat tertua di dunia yang berwarna kuning keemasan dan kemerahan yang tumbuh di Eropa, Asia, dan wilayah Mediterania. Flax merupakan sumber serat makanan yang dapat ditemukan terutama di kulit bijinya dan memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang baik.

Flax atau disebut juga biji rami mengandung fitoestrogen yang mirip dengan hormon estrogen, serta serat dan minyak yang larut. Flax sendiri mengandung asam lemak omega-3 asam alfa-linolenat (ALA) esensial.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Nutrisi dalam flax dapat membantu menurunkan risiko diabetes, kanker, dan penyakit jantung, kolesterol, sembelit, dan lainnya.

Mengenai Flax

Golongan

Suplemen makanan

Kemasan

Biji utuh, minyak, bubuk, tablet, kapsul, tepung

Kandungan

Protein, lignan, asam lemak omega-3 asam alfa-linolenat (ALA) esensial

Efek samping Flax

Menambahkan flax ke dalam makanan dapat meningkatkan jumlah buang air besar dan dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal (GI) seperti perut kembung, gas, sakit perut, sembelit, diare, dan mual.

Manfaat Flax

Flax dapat digunakan untuk mengatasi beberapa gangguan berikut, seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Dosis Flax

Penggunaan flax atau biji rami dapat dikonsumsi untuk kondisi tertentu berdasarkan dosis berikut:

  • Untuk diabetes: 10-60 gr biji utuh atau bubuk flax diminum setiap hari selama 48 minggu.
  • Untuk kolesterol: 15-40 gr suplemen flax diminum setiap hari selama 1-3 bulan.
  • Untuk tekanan darah tinggi: 28-60 gr bubuk flax diminum setiap hari selama 12 bulan.
  • Untuk nyeri payudara (mastalgia): 25 gr bubuk flax diminum setiap hari selama 2 bulan.
  • Untuk gangguan autoimun systemic lupus erythematosus (SLE): 15-45 gr biji flax dalam 1-3 dosis diminum setiap hari hingga satu tahun atau 30 gr biji flax diminum setiap hari hingga satu tahun.

Interaksi Flax

Flax dapat berinteraksi dengan obat antidiabetes

Hal ini dikarenakan flax dapat menurunkan kadar gula darah, begitupun dengan obat diabetes. Mengonsumsi flax dan obat diabetes secara bersamaan akan menyebabkan gula darah terlalu rendah.

Beberapa obat yang digunakan untuk diabetes termasuk glimepiride (Amaryl), glburida (DiaBeta, Glynase PresTab, Micronase), insulin, pioglitazone (Actos), rosiglitazone (Avandia), chlorpropamide (Diabinese), glipizide (Glucotrol), tolbutamide (Orinase).

Flax dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan

Flax dapat memperlambat pembekuan darah, jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antikoagulan maka dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya memar dan pendarahan.

Beberapa obat yang memperlambat pembekuan darah (obat antikoagulan) termasuk aspirin, clopidogrel (Plavix), diclofenac (Voltaren, Cataflam), ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Anaprox, Naprosyn), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, warfarin (Coumadin).

Perhatian

  • Bagi ibu hamil dan menyusui tidak disarankan untuk mengonsumsi flax karena flax dapat bertindak seperti hormon estrogen.
  • Bagi Anda yang memiliki gangguan pendarahan, jangan mengonsumsi flax karena flax mungkin dapat memperlambat pembekuan darah dan meningkatkan risiko pendarahan.
  • Flax tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes karena dapat menurunkan gula darah sehingga menyebabkan gula darah menjadi terlalu rendah.
  • Bagi Anda yang mengalami obstruksi gastrointestinal (GI), esofagus (saluran antara tenggorokan dan lambung) yang sempit, ataupun usus yang bengkak, sebaiknya hindari penggunaan flax karena kandungan serat yang tinggi dalam flax dapat membuat keadaan Anda semakin memburuk.
  • Bagi Anda yang memiliki kondisi hormon-sensitif, sebaiknya menghindari penggunaan flax karena flax bertindak seperti hormon estrogen yang dapat memperburuk keadaan. Yang termasuk kondisi hormon-sensitif adalah kanker payudara, rahim, dan ovarium; endometriosis; dan fibroid rahim.
  • Jika Anda memiliki kadar trigliserida terlalu tinggi (hipertrigliseridemia), jangan gunakan flax karena dapat meningkatkan kadar trigliserida.
  • Jika Anda memiliki tekanan darah rendah, sebaiknya tidak menggunakan flax. Karena flax dapat menurunkan tekanan darah diastolic dan dapat menyebabkan tekanan darah menjadi terlalu rendah.
  • Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mengonsumsi obat hipertensi, sebaiknya tidak menggunakan flax karena jika digunakan bersamaan dapat, flax dapat menjadi obat penurun tekanan darah.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp